PART 42 : BERBAGI CERITA 🍑

155 6 0
                                        

Haii man temann ≧﹏≦
▥ SELAMAT MEMBACA ▥

⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️

"Aduhh ... maaf banget Den, tadi ada tamu ya? Bibi lagi di teras belakang rumah, bersih-bersih. Den Andra jadi kebangun." Ucap Bi Jiah.

"Gak apa-apa Bi, tadi cuma kurir mau nganter kiriman, cuma nganter ini doang." Jawab Andra.

"Ya sudah kalau begitu, Den." Ucap Bi Jiah. Andra pun melanjutkan langkahnya lagi untuk menuju ke kamar.

Saat sudah tiba di dalam kamarnya, Andra langsung menutup pintu dan mengunci pintu dari dalam. Dengan terburu-buru karena rasa penasaran ia segera membuka isi amplop itu, ia begitu penasaran apa sebenarnya isi amplop tersebut.

Setelah Andra membuka amplop itu, ia segera mengeluarkan isi amplop tersebut. "Surat?" Gumam Andra.

Matanya pun terbelalak terkejut saat mengetahui pengirimnya siapa. "Su–surat dari Papa," cetus Andra terkejut saat membaca awalan tulisan di surat tersebut. Bertuliskan di awalan surat tersebut tertera nama Adia di sana. Dengan cepat Andra pun segera membacanya.

Dari Adia

Untuk anak Papa yang paling Papa sayangi Revandra.

Bagaimana kabarmu, nak? Dan keluarga di sana? Semoga sehat selalu ya?

Kamu dan Mbak Risti pasti kangen ya sama Papa? Papa juga kangen sama kalian, nak. Semoga dengan surat ini bisa mengurangi rasa rindu kalian. Maafin Papa ya? Papa pergi begitu saja meninggalkan kalian tanpa kabar dan komunikasi sebelumnya.

Maafkan Papa juga karena kita belum bisa bertemu langsung, Papa belum bisa jenguk kamu dan Mbak Risti. Insyaallah kalau tuhan berkehendak, pasti kita akan bertemu lagi. Kamu jangan cari Papa, nggak perlu tau Papa di mana sekarang, yang penting Papa baik-baik saja hingga saat ini.

Bukannya Papa tidak menyayangi kalian, tetapi karena keadaan saat ini sedang memaksa Papa melakukan ini. Udah hampir 3 tahun atau mungkin lebih Papa tidak melihat wajah kalian, pasti kalian sudah banyak berubah sekarang.

Oh iya Andra, bagaimana sekolahmu, nak? Lancar? Alhamdulillah kalau lancar. Papa ada sedikit pesan buat kamu.

Kamu harus sekolah yang benar, kelak supaya kamu bisa menjadi orang yang berhasil seperti Papa. Kamu satu-satunya harapan Papa karena kamu adalah anak bungsu laki-laki, anak laki-laki Papa satu-satunya, cuman kamu yang suatu saat nanti akan melindungi keluarga kamu. Kelak jangan sampai kamu gagal menjadi seorang Ayah seperti Papa ini.

Andra ... jangan pernah jadikan kejadian lalu sebagai penghalang dalam belajarmu di sekolah nak, raih cita-cita kamu Andra. Papa dan Mama memang salah melakukan ini, sebagai orangtua dan seorang suami, Papa merasa gagal dalam memimpin dan membimbing keluarga Papa sendiri.

Kamu adalah seorang lelaki, kamu harus menjadi anak yang kuat, kurangi nangisnya. Harus mandiri, jangan manja ... kan sudah dewasa. Belajar melakukan apa-apa dengan mandiri. Jangan mementingkan dirimu sendiri, sesekali luangkan lah waktu untuk orang lain, dan jangan egois.

Papa yakin kamu pasti sudah banyak berubah, kurangi males-malesannya, dan kurangin buruk-buruknya. Sebagai laki-laki sendiri di sana, kamu harus menjadi perisai untuk keluargamu.

Jangan pernah menyakiti hati Mama, bagaimana pun dia adalah Mama kandungmu, Ibu yang sudah melahirkanmu. Dan jangan membuat atau bahkan membiarkan Mama kamu dan Mbak Risti menangis dan kecewa.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang