PART 35 : KALUNG BERHARGA 🌱

150 5 0
                                        

Haii man temann ˙˚ʚ(´◡')ɞ˚˙
♡ SELAMAT MEMBACA ♡

Andra yang mendengarkan semua dialog Indri sedari tadi langsung menghampiri Indri. "Lo bilang Mama lo kerja, lo bilang lo baik-baik aja. Terus semua ini apa?" Andra membuat Indri langsung terlonjak kaget, ia pun lantas mengangkat kepalanya.

"Jelasin ke gue! Gue butuh penjelasan lo, kenapa lo bohongin gue? Gue benci sama orang pembohong."

Indri yang menyadari kehadiran Andra langsung beranjak dari duduknya lalu mengusap pipinya yang telah dibanjiri air mata. Setelah itu ia berbalik badan menghadap ke arah Andra.

"Ndra, lo ...? Lo udah tau semua?" Indri bertanya balik.

"Kenapa lo tutupin duka lo dari gue sampai sejauh ini? Kenapa lo ngejalanin ini sendirian lagi? Gue udah pernah bilang, kan? Jangan lewati ini sendirian!" Andra sedikit meninggikan nada bicaranya.

"G-gue–" ucapan Indri langsung dipotong oleh Andra.

"Sesakit apa lo tahan semua ini sendirian tanpa ada temen cerita? Gue udah pernah bilang, lo sekarang gak sendirian. Ada gue, Indri."

"Gue gak mau ngerepotin lo lagi, lo selama ini udah cukup baik bagi gue. Jangan membuat gue semakin berhutang budi sama lo, Ndra. Gue bukan siapa-siapa lo, jadi lo jangan terlalu baik sama gue." Jawab Indri.

"Lo gak perlu berhutang budi sama gue, gue ikhlas bantu lo ... jadi lo mikir kalo gue itu orang lain di hidup lo?" Tanya Andra.

"Maksud lo?" Indri berusaha untuk tidak beranggapan lain.

"Lo gak sendiri, Indri. Ada gue, gue temen lo, gue akan selalu ada buat lo. Lo seharusnya bagi cerita sama gue, bagi kesedihan lo sama gue." Mata Andra pun memerah, seakan ia dapat merasakan rasa sakit yang Indri rasakan.

Indri yang tidak diberikan kesempatan untuk berbicara hanya bisa tertunduk diam akibat omelan Andra.

Secara tiba-tiba Andra memeluk tubuh mungil Indri dengan erat. "Gue tau rasanya kehilangan, sesakit apa rasanya. Gue yakin lo pasti kuat, lo pasti bisa."

"Izinkan gue untuk menjadi bagian dari kebahagiaan lo. Gue akan buat lo bahagia terus setelah ini." Ucap Andra dengan berbisik di dekat telinga Indri.

Indri hanya terbelalak tak percaya Andra akan melakukan ini dan berkata seperti itu kepadanya. Apakah ini benar-benar dirinya saat ini dipeluk oleh Andra? Kenapa sikap Andra sangat hangat sekali kepadanya?

"Maafin gue gak bisa memahami lo," ucap Andra.

Rasa hangatnya dari pelukan itu membuat dada Indri kembali terasa sesak, Indri yang tersentuh hatinya lantas langsung membalas pelukan Andra lebih erat sambil terisak tangis.

"Kenapa Mama gue pergi secepat ini hiks? Gue masih kangen sama Mama hiks,"

"Kenapa tuhan jahat sama gue? Kenapa dia ngelakuin ini sama gue hiks? Dan orang yang udah nabrak Mama juga, kenapa sekejam itu hiks? Gue gak bakalan maafin dia hiks." Ujar Indri.

"Lo jangan nyalahin tuhan. Semua ini udah bagian dari perjalanan hidup lo, ini udah takdir lo, lo harus terima apa yang udah terjadi." Sahut Andra

"Andai gue gak ketemu Mama hiks, mungkin gak bakal begini jadinya hiks. Apa gue anak pembawa sial?"

"Enggak, semua anak membawa keberuntungan bagi orangtuanya, lo jangan berpikiran begitu. Mungkin pertemuan kalian waktu itu adalah sebuah pertanda untuk Mama lo pamit pulang. Udah, lo jangan nangis lagi." Andra menenangkan Indri sambil mengusap lembut kepala Indri.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang