Haii man temann (✿^‿^)
★ SELAMAT MEMBACA ★
{Nasi sudah menjadi bubur semua hanya tinggal penyesalan, waktu tak mungkin bisa diputar kembali cukup jadikan semua ini sebagai pelajaran.}
{Kegagalan terbesar orangtua adalah ketika gagal dalam memahami perasaan anaknya sendiri.}
⋇⋆✦⋆⋇
Citra yang menyadari telponnya tiba-tiba terputus hanya mengabaikannya dan meletakkan kembali ponselnya itu di atas meja. Lalu ia berniat untuk tidur, karena matanya yang kini sudah terasa berat.
Di sisi lain Riana dan Risti terkejut melihat Andra sudah tiba di rumah. Mereka pun langsung menghembuskan nafas lega karena Andra kini sudah pulang ke rumah dengan keadaan selamat.
Mereka menatap wajah sembab Andra seperti habis menangis. Riana yang sangat mengkhawatirkan Andra dari tadi lantas menghampiri Andra diikuti oleh Risti dari belakang.
"Anra sayang, kamu habis dari mana sih? Mama sama Mbak khawatirin kamu," ucap Riana sambil mengusap lembut pipi putranya, namun tangannya langsung ditepis oleh Andra.
"Andra udah dewasa, bukan anak kecil lagi. Andra udah bisa jaga diri. Bukan urusan kalian Andra mau pergi kemana." Dengan wajah datar Andra tidak menoleh pada Risti dan Riana sedikitpun.
Andra langsung pergi begitu saja ke kamarnya mengabaikan mereka tanpa memperdulikan mereka yang sedari tadi menunggu dan khawatir dengannya di rumah. Setelah sampai di kamarnya Andra menutup pintu dan tak lupa mengunci pintu kamarnya dari dalam.
"Udah, biarin dulu Ma ... mungkin Anra lagi butuh waktu untuk sendirian, biarin dia istirahat di kamar, takutnya dia capek. Biarin Anra tenangin pikirannya dulu yang terpenting 'kan Anra sudah pulang dengan keadaan selamat." Risti menenangkan Mamanya dengan mengusap lembut bahunya.
"Tapi, Anra lagi gak baik-baik aja Risti. Kamu tau, kan? Semenjak kejadian yang terjadi tadi, Anra langsung berubah seperti ini." Riana masih mengkhawatirkan Andra.
Mempertimbangkan ucapan Risti tadi, dengan terpaksa Riana dan Risti membiarkan Andra menyendiri di kamarnya dahulu.
"Ma, untuk menenangkan suasana ini, kita lupain apa yang sudah terjadi ya, Ma. Supaya keadaan ini tidak berlarut-larut," ujar Risti memberi saran.
"Risti ... seharusnya kamu tidak berkata seperti ini. Mama tahu, nak. Perasaan kamu saat ini juga pasti sama seperti Andra. Mama ini Mama kamu, jangan berpura-pura kuat di depan Mama. Maafin Mama ya?" Riana juga sebenarnya memahami perasaan Risti saat ini.
"Yang kamu bilang tadi memang ada benarnya."
"Ini sudah takdir, Ma. Memang semua ini harus terjadi. Risti gak apa-apa kok, Ma." Risti berusaha menahan tangis, hatinya memang terasa sakit. Namun, ia tak ingin mengungkapkan perasaannya saat ini secara langsung. Risti sedang berusaha menguatkan dirinya, ia harus tetap tegar demi Adiknya.
Setelah itu mereka kembali melakukan kesibukan masing-masing supaya tidak berlarut-larut dalam keadaan seperti ini. Walaupun mereka telah berusaha melupakan apa yang telah terjadi, tetapi semua itu tidak dapat mengubah keadaan.
Apalagi tanpa kehadiran Adia saat makan bersama itu akan terasa sangat berbeda. Dan sejak saat itulah Andra kehilangan sosok asli pada dirinya, ia menjadi sangat berbeda setelah kejadian ini.
Inilah kejadian 2 tahun yang lalu.
●○●○●○●○
"Pa ... Papa ..." panggil Andra kepada Adia.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Fiksyen Umum𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)