PART 13 : BEGITU MENYAKITKAN 🐙

259 13 0
                                        

Haii man temann (⁠ʘ⁠ᴗ⁠ʘ⁠✿⁠)
SELAMAT MEMBACA

•••☆•••

10 tahun yang lalu. Saat Indri masih berumur 7 tahun, diusianya yang terbilang masih dini, ia harus menyaksikan perceraian kedua orangtuanya. Di mana diusianya saat itu, ia masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.

Saat pengadilan telah memutuskan persidangan soal hak asuh anak, pengadilan menyatakan bahwa hak asuh anak akan jatuh di tangan Leon. Hal inilah yang membuat Indri harus berpisah dengan sang Mama, karena hak asuh anak ada telah jatuh di tangan Leon, ia pun merawat Indri sendirian saat itu.

Sang Mama pergi jauh. Entah ke mana ia pergi, hingga saat ini Indri tidak tahu bagaimana kabarnya dan bahkan keberadaannya yang hilang begitu saja.

Entah karena apa, Leon juga tidak pernah mengizinkan Indri mencari tahu tentang Ibunya. Bahkan untuk mencari tahu keberadaan serta kabar Ibu Indri, Leon pun tidak pernah mengizinkan.

Setelah 4 tahun perceraian Leon dengan Ibu dari Indri, ia memutuskan untuk mencari pendamping hidup dan mencarikan Ibu sambung untuk Indri. Leon pun pada akhirnya menikahi seorang wanita janda anak 1 yang usia anaknya hanya selisih 2 tahun lebih muda dari Indri.

Semenjak Leon menikah lagi, sifatnya manjadi berubah kepada Indri, ia selalu bersikap sangat kasar kepada putri kandungnya itu. Justru, ia malah lebih menyayangi anak yang bukan anak kandungnya dan bukan darah dagingnya. Hal inilah yang membuat Indri menjadi kekurangan perhatian dari seorang Ayah dan Ibu.

Sebagai seorang Ibu bukannya menyayangi anak tirinya sebagaimana ia menyayangi putri kandungnya, tapi Widiya malah selalu keras dan kasar terhadap Indri

Hal inilah yang membuat Indri menjadi tertekan ketika berada di rumah, karena ia selalu mendapatkan kekerasan dan bentakan dari Papa kandung dan Mama tirinya.

Wajar saja Adik tirinya selalu mendapatkan juara kelas, karena ia dipenuhi dengan kasih sayang lengkap dari ke-2 orangtuanya. Sedangkan Indri, ia sama sekali tidak mendapatkan semua itu, sedikit support dari orangtua pun tak ada.

•••☆•••

Saat perasaannya sudah cukup membaik, perlahan tangisannya pun mereda walau sesekali ia masih terisak. Walaupun tangisannya sudah mereda, itu tidak cukup untuk meredakan luka lara dihatinya yang selalu diberikan oleh sang Papa.

Tanpa disadari, Indri menghabiskan waktu sangat lama di dalam kamarnya sambil menangis, sehingga jam telah menunjukkan pukul 1 malam. Akibat tangisannya itu, wajah Indri menjadi terlihat sangat sembab, matanya juga terlihat membengkak.

Indri yang tengah melamun di kamarnya sehabis menangis tadi, terkejut karena ada seseorang yang memanggilnya dari luar kamar. Suara yang tak asing baginya yaitu suara Seliy Adik tirinya.

Tok, tok, tok

"Kak Vebri ... Kak ..." lirih Seliy dari luar kamar. "Tolong bukain pintunya!"

Tadinya Indri enggan untuk membuka pintu kamarnya, karena Seliy terus memanggilnya dari luar, ia pun segera beranjak dan membuka pintunya.

Setelah ia membuka pintu kamarnya, ia mendapati Seliy yang tengah berdiri tepat di depan pintu dengan membawa sepiring nasi dengan lauk pauk yang sudah tersedia dan segelas air putih.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang