Haii man temann (◍•ᴗ•◍)
❃ SELAMAT MEMBACA ❃
Saat mereka ber-2 sudah berada di kantin yang dituju, kebetulan Indri juga berada di sana bersama Riska sahabatnya.
Indri yang menyadari Andra dan dirinya ada di tempat yang sama langsung melukiskan raut wajah malas. Akan tetapi di sisi lain, Indri juga tak sengaja melihat murid perempuan yang menggandeng tangan Andra. Sehingga membuatnya bertanya-tanya.
Siapa dia? Apakah dia adalah pacar Andra? Sejak kapan? Dan mulai kapan Andra mengejar seorang gadis? Indri tak pernah melihat bahwa Andra pernah mendekati seorang gadis di sekolah. Karena yang dia tahu, para geng Boyscircle adalah perkumpulan anak laki-laki dingin yang dikenal di sekolah. Kecuali Riko dan Niel.
Mungkin pertanyaan inilah yang saat ini melintas di dalam benak Indri, karena ia tahu bahwa baru kali ini Andra bergandengan tangan dengan salah satu murid perempuan.
"Setelah buat onar di sekolah, sekarang malah deketin cewek terus dipacarin." Sindir Indri dengan ketawa kecil.
Pada awalnya Andra hanya diam mendengar ocehan Indri dengan memasang wajah datar tanpa menoleh ke Indri sedikit pun.
"Kok bisa sih orangtuanya masih terima anak yang malu-maluin kayak gitu?" Ucap Riska yang juga ikut menyindir Andra.
"Biasanya sih kalo sifat anak itu 'kan keturunan dari orangtuanya. Mungkin dia begitu karena nurun orangtuanya kali. Atau gak karena orangtuanya mendidik seperti itu," Ucap pedas Riska.
"Ibu Bapaknya gak baik, anaknya juga ikut gak baik." Lanjutnya sambil tersenyum miring.
Andra yang mendengar ucapan mereka langsung tersulut emosi, ia lantas langsung mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya karena menahan amarah.
"Buah itu jatuh gak jauh dari pohonnya." Ucap Indri.
Andra yang tersinggung dengan perkataan Indri dan Riska lantas menghampiri mereka dengan memberikan tatapan tajam.
"Bilang apa lo berdua tadi, hah?" Tanya Andra. "Kalo sekali lagi lo ngomongin kejelekan gue ... awas lo, ya!"
"Apa? Mau ngapain? Mau bales kita? Silahkan! Kita gak takut sama ancaman lo,"
"Pentingnya berkaca dulu, sebelum berbicara tentang keburukan orang lain." Sahut Andra.
"Sabar Andra, lo harus sabar, ini cewek soalnya. Lawan lo gak selevel kalo sama cewek. Mending lo diem aja." Batin Andra sambil menghela nafasnya dalam-dalam.
"Heh! Cewek gak tau diri! Bilang apa lo tadi tentang Vandra, hah?" Ucap Lara yang tak suka Andra dihina di depan matanya.
"Kita gak bilang apa-apa kok, selain tadi. Lagipula kita bilang seadanya aja, dan itu berdasarkan fakta yang nyata. Kenapa? Tersinggung? Ngerasa ya?" Sindir Riska lagi.
"Berani-beraninya lo ngehina dia. SD Mbak! Alias sadar diri!" Lara pun sangat emosi.
"Udah ayo! Jangan di sini!" Ucap Andra. Andra pun langsung menarik tangan Lara dan menyeretnya pergi dari kantin itu.
"Orang kayak dia gak bisa didiemin, Vandra!" Ucap Lara kesal karena mendengar hinaan yang diterima Andra tadi.
"SEMUA GARA-GARA LO, COBA KALO LO GAK NGAJAK GUE KE KANTIN ITU, MUNGKIN GAK BAKAL GINI!" Bentak Andra kepada Lara dengan nada tinggi. Lara hanya diam tertunduk dan mengatakan "Maaf, Vandra."
"Gue bilang balik ke kelas lo sana! BALIK!" Sentak Andra yang membuat Lara terlonjak kaget. Lara yang menerima bentakan Andra hanya diam. Ia pun mengangguk pelan lalu pergi menuju ke kelasnya dengan mata yang berkaca-kaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Fiksi Umum𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)