PART 38 : TERPAKSA MENJAUH 🌴

136 5 0
                                        

Haii man temann ❀(*´▽'*)❀
➷ SELAMAT MEMBACA ➷

⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT TINDAKAN KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU⚠️

"Entah ini cuma perasaan gue atau bukan, tapi yang pasti gue merasa kalo gue ketemu dia lagi."
~Argio Al Barak~

⋇⋆✦⋆⋇

Sesampainya di tempat yang telah ia tuju. Andra memang sengaja mencari Indri di makam Sintia, tak perlu waktu lama ia langsung mendapati Indri di dekat makam Mamanya.

"Ma hiks ... kenapa mereka jahat banget sama Vebri? Apa salah Vebri ke mereka hiks? Padahal Vebri gak pernah sedikitpun menghina mereka hiks." Ucap Indri di tengah isak tangisnya.

"Di sini gak ada yang sayang sama Vebri, Ma hiks. Vebri pikir kedatangan Mama waktu itu bisa menjadi rumah untuk Vebri pulang hiks, tapi ternyata Mama malah ninggalin Vebri untuk selamanya. Vebri gak punya rumah untuk Vebri pulang, Ma. Vebri butuh Mama di samping Vebri hiks."

Andra yang tak tega melihat tangisan Indri pun mendekatinya lalu meletakkan telapak tangannya di atas pundak Indri. Indri yang menyadari kehadiran Andra langsung menepis tangannya.

"GUE BILANG PERGI!" Teriak Indri. "Gue gak mau pergi," jawab Andra.

"Mulai sekarang jauhin gue, jangan peduliin gue lagi." Ucap Indri. "Kenapa?"

"Karena dengan begini gue akan aman, dan lo juga. Dengan begini orangtua gue gak bakal direndahin lagi. Gue manusia! Gue juga punya perasaan, gak begini cara kalian memperlakukan gue." Indri terus berlinang air mata.

Walaupun Indri kekurangan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Tak sedikitpun rasa sayangnya kepada orangtuanya luntur. Saat ia mendengar ada yang menghina kedua orangtuanya, tentu ia akan marah dan tak terima apabila ada yang menghina keduanya. Bagaimanapun mereka adalah orangtua kandung Indri.

"Dia suka sama lo, gue gak mau ganggu kalian. Gue mau tenang, jadi lo jangan ganggu gue dan jauhin gue. Gue mohon ..." mohon Indri kepada Andra.

"Jadi gue minta, lo sekarang pergi dari sini." Ucap Indri di tengah-tengah hujan deras yang sudah mengguyur seluruh badannya.

"Tapi lo kehujanan? Gue gak bisa ninggalin lo dalam keadaan begini." Ungkap Andra.

"GUE BILANG JANGAN PEDULIIN GUE! GUE MAU SENDIRIAN. JADI PERGI!" Usir Indri.

Andra pun mundur beberapa langkah lalu berbalik badan, setelah itu pergi meninggalkan Indri sendiri. Dengan wajah kecewa dan penuh rasa bersalah ia mengendarai motornya di jalan raya meninggalkan Indri seorang.

°°°°°

Keesokan harinya, bahkan Andra melihat Indri berbeda sejak kejadian kemarin. Tetapi, walaupun dengan sikapnya yang berubah kepada Andra, ia akan tetap selalu memperdulikannya. Justru malah ia akan semakin mengawasi dan melindungi Indri dari belakang.

Di sisi lain, saat ini Gilga dan Lara sedang mengadakan pertemuan saat jam istirahat di belakang sekolah. Mereka ingin membahas pasca kejadian kemarin.

"Gue tau lo ada perasaan sama gue sejak kelas 6 SD," ucap Lara yang membuat Gilga menatap Lara.

"Kalo lo tau, kenapa lo diem aja, gak ada respon? Malah nolak gue terus." Tanya Gilga.

"Karena gue sama sekali gak ada perasaan apa-apa sama lo,"

"Kenapa lo giniin gue sih? Pantes aja Andra nolak lo, lo aja gak pernah menghargai perasaan orang." Ucap Gilga yang sangat mengharapkan Lara.

"Apa gue kurang sempurna di mata lo? Apa gue perlu jadi Andra? Memang sesempurna apa sih, si Andra? Sampe lo tergila-gila sama dia?"

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang