PART 65 : STUDY TOUR 🍜

60 2 0
                                        

Haii man temann (^_^♪)
✿ SELAMAT MEMBACA ✿

Saat mereka berdua baru berdiri memandangi burung merak tersebut, tiba-tiba ekor burung tersebut bermekaran dengan indahnya. Keindahan ini bisa membuat siapa saja menjadi sangat kagum saat memperhatikannya secara langsung, seperti Gilga dan Lara.

"Liat deh, bagus 'kan? Cantik banget burungnya," Gilga saat ini sedang berusaha menghibur Lara.

"Iya, cantik." Jawab Lara yang akhirnya mulai tersenyum.

"Iya, kayak lo." Gilga tak sengaja membuat Lara langsung terdiam.

"Lo bilang apa tadi?" Tanya Lara yang tidak begitu mendengar ucapan Gilga barusan, tapi sangat mengganjal di hatinya. "Mm ... gak jadi," jawab Gilga.

Gilga akan memutuskan untuk membawa sedikit jauh Lara dari rombongan mereka supaya tidak dapat bertemu Andra dan kawan-kawannya itu lagi demi mempertahankan senyumnya Lara. Mereka berdua pun akhirnya sama-sama bisa menikmati suasana di kebun binatang tersebut.

Setelah berjalan-jalan di sekitar kawasan Bandung. Mereka melanjutkan ke sebuah Villa mewah untuk menginap semalaman sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta di pagi harinya.

Sesampainya di Villa, Andra ternyata satu kamar dengan Niel dan Gio. Saat tengah malam, ketika Andra dan Niel sudah tertidur di ranjang. Gio terbangun seperti orang yang sedang panik, ia lantas bangkit dan berjalan menuju tasnya. Ia merogoh tas itu, sampai akhirnya ia mendapatkan sebuah botol obat.

Secara diam-diam Gio meminum obat itu tanpa ada satupun yang tahu, seolah hal ini sangat ia rahasiakan. Tetapi mengapa Gio meminum obat itu? Entah apa obat yang ia minum barusan. Setelah selesai meminumnya Gio lantas kembali ke ranjang dan tidur.

Di pagi harinya saat para siswa-siswi bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Indri yang tak kunjung mendapati Andra keluar dari Villa berniat ingin menyusuli Andra, saat sudah sampai di depan kamarnya, ia mendapati Niel dan Gio sudah keluar kamar lebih dulu.

"Andra mana?" Tanya Indri kepada mereka berdua. "Ciee, nyari ayang ya?" Sahut Niel.

"Masih di dalem siap-siap," jawab Gio. "Siap-siap doang lama amat kayak cewek," jawab Indri.

"Tinggal bilang kangen Andra pake acara malu segala," sahut Niel. "Ya udah kita duluan ya?" Niel akan duluan bersama Gio. Indri hanya mengangguk.

Indri pun langsung membuka pintu kamar Andra tanpa ragu. Andra yang masih telanjang dada belum selesai bersiap diri, dibuat terkejut karena kehadiran Indri tiba-tiba.

"YA AMPUN!" Teriak Indri terkejut saat melihat Andra masih berpenampilan seperti itu, ia pun langsung menutup kedua matanya lalu berbalik badan dan pergi.

"Aneh banget," umpat Andra yang lanjut memakai bajunya.

Indri yang kembali menghampiri Riska sangat syok berat. Wajahnya memerah, dan tubuhnya berkeringat dingin serta jantungnya berdegup sangat kencang.

"Lo kenapa? Dateng-dateng gini?" Tanya Riska kebingungan saat melihat Indri nafasnya terengah-engah.

"Gak tau," hanya dua kata yang keluar dari mulut Indri. "Gimana nanti gue kalo ketemu dia di dalem bus, malu banget pasti." Batin Indri.

Andra pun akhirnya datang di tengah-tengah waktu akan pemberangkatan. Saat sudah berada di dalam bus, Andra dan Indri hanya diam tak ada yang berbicara satupun. Sedangkan Gio yang malah semakin asik dengan Riska.

Perjalanan dari Bandung menuju ke Yogyakarta memang cukup jauh dan menempuh waktu cukup lama. Oleh karena itu, para siswa-siswi diharuskan beristirahat di rest area untuk makan dan beristirahat sementara.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang