Haii man temann (✿^‿^)
⍟ SELAMAT MEMBACA ⍟
"Setiap manusia pasti memiliki kelemahan, tidak semua manusia kuat. Ada saatnya kita menemukan titik terendah dalam hidup kita. Terkadang seseorang berpura-pura terlihat baik-baik saja, padahal itu hanya untuk menutupi masalah yang ada di dalam hidupnya."
~Revandra Jovano Abraham~
"Kita hidup dalam peraturan dunia. Yang sudah terjadi memang harus terjadi, semua itu sudah takdir. Kita hanya bisa menjalani namun tidak bisa menghindari apa yang telah terjadi."
~Adiatan Wijaya Abraham~
⋇⋆✦⋆⋇
Dengan terpaksa Andra menuruti perintah Gio, lagi pula ia juga tidak mau jika masalah ini terus berlanjut di depan banyak orang, bisa-bisa dirinya nanti diseret ke kantor polisi jika Steven kenapa-kenapa.
Andra pun berjalan ke tempat di mana ia menaruh motornya, lalu ia pun kembali pulang dengan menggunakan motornya.
Gio yang melihat para penonton balapan masih berkerumun menonton kejadian malam ini langsung membubarkan semuanya. "Kalian semua BUBAR! Ini bukan tontonan!" Usir Gio. Sedikit demi sedikit mereka semua pun pergi dari tempat itu.
Di sisi lain geng Boyscircle yang masih berada di tempat juga sama-sama diusir oleh Gio. "Lo juga ngapain masih di sini? Pulang sana!" Usir Gio kepada teman-teman Andra.
"Weh, selow ... biasa aja kelez. Lagian juga kita mau pulang kok," sahut Riko.
"Ayolah balik! Udah selesai ini," perintah Alex. Para anggota Boyscircle yang lain hanya manggut-manggut, mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing.
Sama halnya dengan Steven dan para kawan-kawannya yang lain, mereka juga masih berada di tempat itu. Gio yang mengetahuinya lantas menghampiri mereka.
"Gue minta maaf atas kelakuan Andra ke lo. Anggap aja balapan kali ini gagal. Gue peringatin ke lo, jangan pernah bawa-bawa nama keluarga Andra, apalagi sampai bawa-bawa nama Kakaknya dalam taruhan yang gak jelas begini. Jelas-jelas dia bakal marah." Jelas Gio kepada Steven.
"Ya," jawab singkat Steven. "Ayo cabut!" Pinta Steven kepada anggota-anggota gengnya yang lain untuk segera membubarkan diri, mereka pun lantas akhirnya pergi.
Berselang dengan Gio yang juga pergi dari tempat itu dan kembali ke rumahnya dengan arah yang berlawanan menggunakan motornya.
°°°°°
Sesampainya Andra di rumah. Saat dirinya baru saja masuk ke dalam rumah, ia mendapati sang Mama dan Kakaknya yang sedang duduk di sofa ruang tamu, menunggu dirinya pulang.
Riana yang menyadari bahwa Andra sudah pulang langsung menghampirinya dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir.
"Andra kenapa kamu baru pulang sih? Ini jam berapa, nak? Kamu 'kan habis sakit." Riana khawatir karena sudah sangat larut malam tapi Andra baru pulang ke rumah.
"Ini kenapa Andra?" Tanya Riana melihat luka memar yang ada di bibir Andra karena hantaman dari Gio tadi.
"Ini urusan Andra, Mama gak perlu tau," jawab Andra dengan wajah datar.
"Kamu anak Mama, Andra. Jadi Mama berhak tau atas urusan kamu," ujar Riana. "Siapa yang berani pukul kamu, nak?"
"Andra habis berantem sama orang," jawab Andra datar.
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena Andra ikut balapan." Ucap Andra terus terang.
Riana yang mendengar jawaban dari Andra langsung membulatkan matanya, betapa terkejutnya Riana mendengar hal ini. Sejak kapan Andra berani menentang perintah kedua orangtuanya untuk jangan mengikuti balap motor?
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)