Haii man temann (-^_^-)
★ SELAMAT MEMBACA ★
Citra yang merasakan kehangatan seorang anak yang diberikan kepada orangtuanya langsung mengingatkannya kepada Gio yang selalu memeluknya dengan hangat di kala ia sedang bersedih.
Citra pun langsung membalas pelukan Andra dengan erat saat hatinya tersentuh oleh tutur lembut Andra yang bagaikan Gio putranya. Citra langsung terisak tangis dipelukan Andra.
"Ada Andra di sini. Tante luapin semuanya ke Andra ya?" Ucap Andra yang begitu lembut.
Setelah selesai menenangkan Citra, tiba-tiba ia pingsan dipelukan Andra. "Tante?" Panggil Andra yang merasakan tubuh Citra melemah.
Agung, Dokter Rayyan, dan Kakak dari Citra serta Andra pun segera membopong Citra ke dalam mobil untuk di pulangkan ke rumah dahulu supaya Citra dapat beristirahat sementara sembari mengecek kesehatan Citra.
"Mama sama Mbak pulang aja, Andra mau di sini sebentar. Jangan sampai Mama kecapean, Mbak." Ucap Andra kepada Risti di tengah teriknya panas matahari.
"Iya udah. Ayo, Mama!" Ajak Risti.
Setelah hanya tertinggal Andra seorang, ia berniat menelpon Indri dan salah satu temannya untuk memberitahukan kabar duka ini.
Indriii
"Indri" panggil Andra dengan nada bergetar dan mulai terisak tangis lagi.
Indri yang mendengar suara Andra menangis menjadi sangat panik. "Andra, lo kenapa? Lo gak apa-apa, kan?" Tanya Indri.
"Gue lagi gak baik-baik aja kali ini"
"Kenapa? Apa yang terjadi sama lo?"
"Gue kehilangan orang yang gue sayang sekali lagi"
"Gio udah gak ada. Pemakamannya udah selesai dari tadi, gue lagi ada di makamnya sekarang"
"Innalilahi wainnailaihi rojiun. Dia sakit apa sih memangnya? Iya udah. Lo ada di mana sekarang? Biar gue dateng ke sana langsung"
"Nanti gue kasih tau semuanya. Bentar, gue kasih alamatnya nanti"
"Iya udah" jawab Indri. Andra pun langsung mematikan telponnya, lalu memberikan alamatnya saat ini kepada Indri.
°°°°°
Tuan Muda Andra
"Kenapa, Ndra?" Niel tiba-tiba mendapatkan telpon dari Andra saat ia tengah berkumpul di markas bersama anggota-anggota Boyscircle.
"El ..." ucapan Andra yang terdengar seperti orang yang habis menangis.
"Kenapa lo? Habis nangis?" Tanya Niel yang mengerti sepertinya Andra sedang tidak baik-baik saja.
"Gue mau kasih tau lo. Gio ... dia ... meninggal ... tadi siang di rumah sakit"
"Apa? Lo jangan bercanda, Ndra!" Niel tak percaya.
"Lo pikir gue bakal bercanda kalo soal begini?"
"Bilangin ke temen-temen yang lain. Pemakaman udah selesai, kalian dateng ke sini. Gue kasih alamatnya, gue akan ceritain semuanya" Andra pun langsung mematikan telponnya lalu memberikan alamat kepada Niel.
Niel yang tadinya sedang berkumpul bersama para anggota Boyscircle sedikit menjauh karena akan menerima telpon dari Andra. Setelah selesai menerima telpon dari Andra, lalu ia kembali menghampiri mereka lagi.
"Ada apa?" Tanya Alex yang melihat wajah Niel menahan tangis.
"Lo kenapa? Tiba-tiba banget gini?" Tanya Riko khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)