Haii man temann (人•͈ᴗ•͈)
☆ SELAMAT MEMBACA ☆
"Indri?" Gumam Andra yang baru menyadari ternyata gadis yang tengah duduk di kursi taman itu adalah Indri.
Semakin dekat semakin dekat Indri dari pandangan Andra, semakin jelas bahwa benar-benar gadis yang sedang menangis ini adalah Indri, Andra pun segera menghampirinya.
Indri yang sedang menangis sambil memeluk foto milik sang Mama dibuat terkejut lantaran pundaknya ditepuk oleh seseorang dari belakang membuat dirinya terlonjak kaget, merasa ada seseorang yang menyadari dirinya sedang menangis Indri langsung mengusap air matanya lalu menoleh ke belakang.
"Andra?" Celetuk Indri terkejut.
"Lo ngapain di sini? Sambil nangis lagi. Gak malu lo? Banyak yang ngeliatin tau gak?" Tanya Andra.
"Emm ... gue ... gue gak nangis kok, ngapain juga gue nangis di tempat umum begini. Bukan urusan lo juga gue mau ngapain di sini." Jawab Indri menyembunyikan sesuatu.
"Gak usah bohong, keliatan banget kok dari mata lo yang bengkak gitu, bilangnya gak nangis. Mang eakk?" Ucap Andra.
"Terus lo ngapain di sini?" Tanya Indri balik.
"Kamu nanyeak, biar aku kasih tau yea ... kepo," jawab Andra.
"Ihh ... ngeselin banget sih. Gak lucu tau gak?!" Sahut Indri yang harus dibuat kesal padahal dirinya baru saja berhenti menangis, Indri yang dibuat emosi langsung memalingkan wajahnya dari Andra.
"Dih baperan si emak, dasar ubi rebus." Umpat Andra. Walaupun Andra berbicara seperti ini, Indri pasti masih tetap bisa mendengarnya.
"Apa lo bilang? Coba ulangin lagi?" Ucap Indri yang terdengar begitu mematikan.
"Apaan? Orang gue gak ngomong apa-apa," jawab Andra yang takut dengan perkataan Indri tadi, Andra merasa seolah-olah ucapan Indri tadi sangat mematikan.
"Kalo lo ngomongin gue yang aneh-aneh lagi, gue giling lo, biar gue jadiin lo bakso." Ancam Indri. "Wih, santai dong."
"Gila, ngeri amat ancamannya titisan mak lampir." Batin Andra.
"Tapi ... enak juga ya bakso, jadi pengen gue." Ejek Andra yang semakin membuat Indri geram.
Dengan tiba-tiba keadaan yang tadinya biasa-biasa saja berubah menjadi hening kedua dari mereka enggan berbicara sama sekali, Andra yang tidak tahan berniat melirik sebentar ke arah Indri. Tanpa sengaja kedua mata Andra melihat tangan Indri yang sedang menggengam sebuah foto wanita, entah itu siapa.
"Itu foto siapa?" Tanya Andra mode serius, Indri sekilas melirik Andra. "I–ini foto Mama." Jawab Indri sambil mengusap-usap foto sang Mama yang langsung diangguki oleh Andra.
"Jadi ... lo tadi nangis karena liat foto Mama lo?" Indri hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Andra.
"Memangnya kemana Mama lo?" Tanya Andra penasaran. Indri terdiam sejenak mempersiapkan jawaban yang akan ia berikan kepada Andra.
"Mama gue pergi, gue gak tau dia kemana." Jawab Indri.
"Sebenernya gue kesini bukan cuma kangen Mama doang, tapi gue juga kesini mau mengenang kenangan yang Papa dan Mama buat dulu pas gue masih kecil. Kita dulu sering kesini, seru banget deh pokoknya." Indri mengulas senyuman.
"Gue gak tau Mama kemana, Papa selalu larang gue buat cari Mama, sampai-sampai kalo gue tanya tentang Mama pasti Papa marah sama gue."
"Semenjak Papa sama Mama cerai, Papa nikah lagi sama janda anak 1, gue harus nerima kenyataan kalo gue sekarang punya Mama tiri dan saudara tiri. Semenjak ada mereka, Papa kandung dan Mama tiri gue benci sama gue, terkecuali saudara tiri gue itu." Ungkapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficção Geral𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)