PART 48 : SAATNYA PENJENGUKAN 🥝

121 4 0
                                        

Haii man temann (๑˃̵ ᴗ ˂̵)ᕤ
▩ SELAMAT MEMBACA ▩

⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️

"Assalamualaikum ..." ucap Alex dari depan pintu rumah Andra.

"Waalaikumsalam ... eh, temennya Den Andra ya?" Tanya Bi Jiah terkejut.

"Iya, Bi." Jawab Alex. "Ayo silahkan masuk Den! Silahkan duduk di sini dulu," ucap Bi Jiah.

"Iya, Bi. Terima kasih ..." ucap Niel.

"Den Andra ada di dalam kamarnya. Sebentar ya ... Bibi bilang ke Den Andra dulu," Bi Jiah berniat akan ke kamar Andra.

"Gede amat rumah si Andra," celetuk Riko norak. Para anggota Boyscircle memang sangat terpukau dengan besarnya rumah Andra bagaikan seperti istana.

Untuk pertama kalinya memang para anggota Boyscircle berkunjung dan menginjakkan kaki ke rumah Andra. Terkecuali Niel yang pernah berkunjung ke rumah Andra karena keperluan kerja kelompok, jadi ia tak heran lagi dengan besarnya rumah Andra. Apalagi Gio yang dulu ia sering berkunjung ke rumah Andra untuk bermain, pasti sudah bosan melihat rumah Andra.

"Siapa, Bi?" Tanya Risti yang baru saja keluar kamar saat mendengar suara seseorang dari ruang tamu. "Itu temennya Den Andra, Non." Jawab Bi Jiah.

"Bjirr, cakep amay. Siapa itu?" Riko keceplosan saat melihat Risti dari kejauhan.

"Shut! Jangan kenceng-kenceng nyet, malu-maluin." Niel sedikit menyenggol lengan Riko yang duduk bersebelahan dengannya.

"Itu Kakaknya si Andra." Bisik Niel.

"Ohh .. jadi itu Kakaknya. Boleh juga, Kakaknya secakep ini." Riko ber oh ria terpukau dengan kecantikan Kakak dari Andra.

"Mau dibikinin apa?" Tawar Risti. "Apa aja, Kak. Yang manis-manis kayak Kakak juga boleh." Jawab Riko yang membuat kawan-kawan langsung menatapnya.

Risti yang sedikit terkejut, hanya tersipu malu. "Ya udah, sebentar ya?" Risti pun lantas pergi ke arah dapur untuk menyiapkan minuman dan cemilan.

"Jadi pengen gue pacarin, terus gue nikahin." Cetus Riko aneh-aneh.

"Heh! Blok! Dia 'kan udah punya, bego amat sih lo." Sahut Niel.

"Lagian kalo dia belum punya, emang dia mau punya cowok bocil kek lo? Terus si Andra nya emang mau punya Kakak ipar kek lo?" Alex seketika langsung  mengundang tawa yang lainnya.

"Harus mau, 'kan takdir." Sahut Riko.

"Kebanyakan mimpi lo! Ganteng kagak, mimpi mau punya cewek spek cakep kayak Kakak Andra." Sahut Niel.

"Introspeksi diri lo anying!" Lirih Riko sembari berbisik tetangga di telinga Niel.

"Kakak si Andra juga mana mau bocil modelan kek lo gini," celetuk Rion yang memiliki jiwa roasting juga di dalam dirinya, sembari tertawa remeh.

"Emang siapa sih pacarnya? Gue pengen suruh dia putusin, kalo gak mau suruh adu sama gue." Tanya Riko.

"Si Steven pacarnya," ucap Niel. "Lo lupa ceritanya si Andra waktu dulu itu? Muda-muda udah faktor-U," cetus Niel.

"Ohh, jadi si ketua Gerios itu." Sahut Riko.

"Nihh ... diminum ya?" Tawar Risti sangat ramah sembari membawa minuman dan cemilan di sebuah tatakan besar.

"Wahh ... terima kasih ya, Kak?" Jawab Riko. "Iya, sama-sama." Jawab Risti.

"Andra kayaknya gak mau samperin kalian deh. Kalo mau kalian langsung aja ke kamarnya aja." Ucap Risti.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang