Haii man temann (◍•ᴗ•◍)
◇ SELAMAT MEMBACA ◇
"Kege'eran banget jadi orang, suka-suka gue dong mau kasih ke Kakak lo kapan aja. Kan sebentar lagi Risti jadi istri sah gue," sahut Steven.
"Heh kalian berempat! Temen lo ini nanti keluar dari geng Boyscircle gak jelas itu, dia bakal ikut geng motor Kakak iparnya." Ucap Steven.
"Najong jauh amat lo, sejak kapan gue kepikiran gitu?" Bantah Andra langsung.
"Eh, ada calon Adik ipar gue nih." Celetuk Steven kepada Indri membuatnya terkejut.
"Udah dilamar belum? Ah, gembel amat." Ucap Steven saat Indri menggelengkan kepalanya.
"Oh iya, kenalin, gue calon Kakak ipar Andra, Steven." Steven mengulurkan tangannya.
"Gue Indri," jawab Indri singkat. Steven tak kunjung melepaskan Tangan Indri membuatnya sedikit risih, bahkan matanya tak lepas menatap wajah cantik Indri.
Andra yang geram melihat ini sontak langsung melepaskan tangan mereka. "Jangan sentuh tangan cewek gue!" Tegas Andra dengan menatap tajam Steven.
Steven hanya tersenyum miring. Para anggota Boyscircle sedikit terkejut dengan perkataan Andra barusan, begitu pula dengan Indri.
"Cantik juga calon Adik ipar gue," cetus Steven. Andra pun langsung menepuk pundak Steven dengan kasar.
"Udah lo lamar belum? Jangan lama-lama, keburu dia bosen, entar diambil orang." Andra semakin menatap tajam mata Steven dan semakin menguatkan cekalan tangannya ke pundak Steven.
"Yang sopan dikit dong sama Kakak ipar, jangan gitu Adek." Steven menepis tangan Andra.
"Udah lah, gue mau ketemu sama calon istri gue dulu. Di mana ya? Oh iya, katanya di dalem aula. Gue pergi dulu ya Adek? Dahh ... calon Adik ipar cantik." Goda Steven sembari melambaikan tangannya juga kepada Indri setelah kepada Andra.
"Najis," umpat Andra. Steven pun lalu pergi ke arah aula untuk menemui Risti.
"Kurang ajar amat tuh orang, Ndra. Bisa-bisanya Kakak lo pilih orang kayak gitu," celetuk Niel.
"Cinta itu buta," sahut Riko.
"Jadi tadi itu calon Kakak ipar lo ya?" Tanya Indri. Andra hanya manggut-manggut saja.
"Bukan calon Kakak ipar, lebih tepatnya calon suami Kakak gue, gue gak mau ngakuin dia sebagai Kakak ipar gue." Jawab Andra.
"Di liat-liat ganteng juga dia, asik lagi orangnya." Indri membuat Andra langsung menatap wajahnya seperti cemburu.
"Oh iya kah? Jadi gue gak ganteng? Gak asik?" Tanya Andra.
"Mm ... ganteng sih, cuma kayaknya gantengan calon Kakak ipar lo deh." Indri sepertinya sedang menguji kesabaran Andra.
"Oke, besok gue operasi plastik di Korea biar lebih ganteng dari dia." Sahut Andra yang sebenarnya tersulut emosi.
"Iya maaf ih, berjanda, eh bercanda gitu maksudnya." Ucap Indri.
Riska yang menyaksikan ini sedari tadi hanya tersenyum tipis, senang rasanya menjadi Indri yang bisa bersama dengan Andra. Sedangkan dirinya? Belum sempat menghabiskan waktu bersama, Gio malah sudah pergi selama-lamanya, padahal mereka sama seperti Indri dan Andra yang saling mencintai.
"Lo gak kasian sama Riska? Liat noh," ucap Alex yang memperhatikan Riska terus. Andra dan Indri pun tersadar dan langsung diam.
"Maaf ya, Ris?" Ucap Indri. "Gak masalah kok," jawab Riska.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Genel Kurgu𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)