Haii man temann ☆(ノ◕ヮ◕)ノ*
✾ SELAMAT MEMBACA ✾
"Yang kangen sama Papa bukan cuma kamu doang Andra, Mbak juga sebenarnya kangen. Entah sekarang Papa ada di mana, Mbak pun gak tahu." Sahut Risti dengan mata yang mulai berkaca-kaca sambil mengelus-elus lembut punggung Andra.
"Kenapa Mama selalu ngelarang gue untuk jangan cari Papa hiks?" Ujar Andra.
Dulu Andra benar-benar tidak terbuka sama sekali dengan Risti, sekarang Andra sepertinya sudah nampak berubah, ia sudah mulai terbuka dengan Risti. Hatinya kini mungkin sudah mulai luluh, karena Risti selalu sabar menghadapi Adiknya itu.
Andra yang masih memeluk Risti langsung melepaskan pelukannya secara tiba-tiba, lalu mengusap air matanya. "Kasih tau gue, kemana Papa? Lo pasti tau, kan? Lo 'kan deket sama Mama, lo selalu sama Mama." Tanya Andra.
"Memang, Mbak deket sama Mama. Waktu dulu Mbak juga pernah nanya ke Mama, Papa sebenernya kemana? Tapi ... Mama gak pernah kasih jawabannya, Mama juga selalu melarang Mbak untuk cari keberadaan Papa."
"Mbak gak tau, Mama kenapa ngelakuin itu ke kita." Ucap Risti.
"Apa kamu tau? Alasan Mbak ngebohongin kamu waktu kejadian itu?" Andra membalas dengan menggelengkan kepala.
"Karena, Mbak gak mau kamu ikut ngerasain apa yang Mbak rasain waktu itu."
"Mbak sudah berusaha untuk ngerukunin Mama sama Papa, tapi gak bisa, Mbak gagal. Mereka akhirnya harus berakhir seperti ini," ujar Risti dengan raut wajah kecewa.
"Maafin, Mbak ..." Risti pun menundukkan kepalanya.
°°°°°
"ANDRA!" Teriak salah satu murid perempuan dari kejauhan memanggil nama Andra.
Andra dan para teman-temannya itu yang sedang fokus dan sibuk makan sontak terlonjak kaget dan membuat mereka langsung menoleh ke arah suara itu.
Riko yang sedang meminum es boba kesukaannya lantas tersedak, membuat bola-bola boba itu keluar dari lubang hidung Riko. Karena ia juga ikut terkejut mendengar gadis itu berteriak dengan lantang memanggil nama Andra dari jauh.
Andra yang dipanggil oleh gadis asing itu hanya terheran-heran, pasalnya Andra sama sekali tidak mengenal murid perempuan itu. Ketemu saja tidak pernah, apalagi kenal.
"Akhh ... hidung gue perih kunyuk," ringis Riko.
"Kenapa lo?" Tanya Niel kebingungan.
"Gara-gara tuh cewek panggil Andra, gue jadi keselek boba, terus bobanya keluar di hidung gue. Kampret emang!" Jawab Riko.
"Beh, perih pasti itu. Lagian lo juga, yang dipanggil Andra yang keselek malah lo. Si Andra dipanggil biasa aja," ujar Niel.
"Lo dipanggil guru, sekarang!" Ucap gadis itu dengan nafas yang terengah-engah.
"Hah? Ngapain?" Sahut Andra bingung.
"Gak usah kebanyakan mulut! Ditunggu di kelas lo, cepetan!" Lanjut Nia.
"Mulut gue cuma satu," sahut Andra.
"Ck, udah cepetan ih!" Ucap Nia terdecak kesal.
Andra pun dengan cepat bangkit dari kursinya lalu langsung menuju ke kelasnya bersama kawan-kawannya yang lain, diikuti juga oleh Nia dari belakang.
Sesampainya Andra dan para kawannya di tempat yang mereka tuju, betapa terkejutnya Andra ketika mendapati Lara yang membawa sebuah kue ulang tahun di kelasnya. Bukannya bertemu dengan guru, Andra justru malah bertemu dengan Lara.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)