Haii man temann (≡^∇^≡)
▧ SELAMAT MEMBACA ▧
⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️
"Tante kok bisa tau Andra sama Indri sekolah di sini?" Padahal Andra tidak memberitahu Sintia di mana mereka bersekolah.
"Jelas Tante tau, karena tadi pagi Tante ikutin kamu." Jawab Sintia.
"Oh iya. Tante gak bisa lama-lama di sini, gak mau ganggu kamu sekolah. Tante mau kasih ini sama kamu, tolong kasih kalung ini ke Indri sebagai hadiah dari Mamanya untuk dia." Sintia menyodorkan kotak kalung tersebut kepada Andra.
"Maaf sebelumnya, tapi ... kenapa tidak Tante sendiri saja yang memberikan kalung ini langsung ke Indri?" Tanya Andra tidak bermaksud menolak.
"Bisa aja Tante kasih ke dia secara langsung. Tapi Tante maunya kamu menjadi perantara Tante untuk memberikan kalung ini kepada Indri. Tante hanya takut, jika tidak cepet memberikan kalung ini, Tante akan terlambat."
"Tante mohon ya? Jaga amanah Tante ini." Lanjut Sintia lagi
Tak dapat menolak, Andra yang diberi amanah ini lantas menerima kotak tersebut lalu menyimpannya baik-baik. Ia akan menjaga titipan ini dengan baik supaya ketika akan diberikan kepada Indri, titipan tersebut masih dalam keadaan sama saat ketika baru dititipkan di tangannya.
"Tante kasih kepercayaan ini sama kamu. Tante mohon jaga Indri ya? Buat dia bahagia, kepergian Tante dulu udah membuat cukup banyak goresan luka buat dia. Kamu bisa 'kan melakukan ini demi Tante? Tante titip Indri kepada kamu, Ndra." Sintia membuat Andra langsung menatap wajah Sintia.
"I–iya, Tante. Sebelum Tante bicara seperti itu, saya memang ingin melakukan yang terbaik untuk Indri supaya dia bahagia. Tapi, kan ... Tante bakal tinggal sama Indri nantinya, kok ngomong begitu?"
"Gak apa-apa kok, Tante ingin ngomong ini aja sama kamu. Terima kasih banyak ya?" Ucap Sintia sangat berterima kasih dengan tersenyum lebar kepada Andra.
"Iya, Tante. Sama-sama." Jawab Andra.
Seakan-akan ucapannya tadi sudah menandakan bahwa Sintia tidak akan bisa bersama Indri lama-lama, hanya saja saat itu Andra tidak menyadari akan hal itu.
FLASHBACK OFF
"Gue dikasih amanah sama Mama lo untuk jaga lo, gue janji bakal buat lo seneng terus." Batin Andra sambil tersenyum tipis.
°°°°°
Saat ini posisi Andra sedang berada disalah satu taman yang biasa ia kunjungi, tiba-tiba tercipta dari dalam pikirannya untuk berbincang dengan seseorang yang sudah lama tidak ia ajak bicara berdua. Karena ada beberapa pertanyaan yang terlintas dalam pikirannya, namun ia tak tahu jawabannya.
Andra pun merogoh kantung celananya guna mengambil sebuah ponsel, dengan tujuan ia akan menelpon seseorang yang ia ingin ajak berbicara di sini.
Sudah berkali-kali mencoba untuk menghubungi nomer telpon tersebut, tetapi nomer itu sedang sibuk. Andra yang tak bisa menahan kesabarannya cukup kesal.
"Coba angkat sih nyet!" Celetuk Andra kesal. Tak lama setelahnya nomer yang susah dihubungi oleh Andra tadi, tiba-tiba menghubungi balik dirinya.
Gio Pepek
"Hallo, lo nelpon atau teror orang sih?" Omel Gio di seberang telpon merasa kesal.
"Telpon orang sampe 20 kali"
"Abisnya lo ngapain sih ditelpon gak diangkat-angkat? Berdering tapi gak diangkat. Udah tau kesabaran gue setipis tisu dibagi 4 dicelupin ke air" sahut Andra kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)