Haii man temann (〃^ω^〃)
✤ SELAMAT MEMBACA ✤
"Apa?"
"Lo tadi kenapa ngakuin kalo gue itu cewek lo?"
"Gue gak ngerti maksud lo?"
"Lo kenapa waktu tolong gue ngaku kalo gue itu pacar lo?"
"I–itu ... itu ka–karena kalo gue gak jawab begitu, gue harus jawab apa lagi? Supaya lo bisa lepas dari mereka. Jangan ambil serius ucapan gue. Maaf kalo lo udah punya cowok," ujar Andra terlihat gugup, ia hanya tak mau terjadi kesalahpahaman diantara mereka.
"Mm ... gak apa-apa kok, gue cuma mau tau aja. Gue gak punya cowok, jadi lo tenang aja." Jawab Indri.
"Gue juga mau minta maaf karena tadi udah kelewatan, gue takut nanti ada yang marah."
"Gak bakal ada yang marah, gak usah khawatir. Dan lo jangan kege'eran, gue tadi kasian aja liat lo nangis. Gue orangnya gak tegaan."
"Iya tau. Tapi 'kan—" ucapan Indri yang langsung dipotong oleh Andra.
"Lo mau pulang atau gue tinggal? Kalo lo masih ngoceh gue tinggal," Andra memotong ucapan Indri tadi. "Iya, iya ..." jawab Indri sambil memanyunkan bibirnya.
"Udah bisa jalan sendiri 'kan? Berat soalnya," tanya Andra.
"Ya gak bisa lah!"
"Katanya gak tegaan orangnya, tapi tega banget." Andra yang mendengar ucapan lirih Indri langsung menatapnya.
Lagi dan lagi Andra menggendong Indri. Membuat Indri menatap wajah Andra lekat-lekat, Indri merasa bahwa Andra itu bukan seperti laki-laki yang ia bayangkan selama ini sebenarnya.
"Dia ternyata gak seperti yang gue kira. Ngomong-ngomong dia cakep juga kalo dilihat dari jarak deket. Sempurna banget," batin Indri sambil menatap wajah Andra setiap sudutnya.
"Ngomong apa? Kenapa ngeliatin gue terus?" Tanya Andra yang melirik sebentar ke arah Indri, ia tahu bahwa Indri sedang berbicara sesuatu tentangnya di dalam hati.
"E–enggak kok," jawab Indri yang salah tingkah, karena malu membuat wajahnya memerah.
Saat mereka sudah sampai ke motor, Andra mendudukkan Indri ke motornya sama halnya seperti tadi. Setelah mereka siap, mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali. Sepanjang perjalanan Andra dan Indri hanya diam tak berbicara sedikit pun.
"Cewek yang jalan sama gue di kantin waktu itu bukan pacar. Dia tukang ganggu aja," ucap Andra tiba-tiba.
"Gue gak mau orang-orang jadi salah paham. Gue bukan cowok mata keranjang soalnya." Indri hanya diam mendengar ucapan Andra.
Tak terasa, kini Indri sudah sampai di depan rumahnya. Saat Indri akan turun dari motor Andra dengan sigap membantunya turun dari motor. "Makasih, lo udah anter gue pulang." Ucap Indri berterima kasih lagi.
"Bisa jalan gak kaki lo?" Bukannya membalas ucapan Indri tadi, ia malah membelokkan topik pembicaraan dengan menanyakan kaki Indri yang terkilir.
"Bisa kok," jawab Indri. Tak mau berlama-lama Andra pun kembali melajukan motornya lagi untuk menuju arah pulang.
Indri hanya memantau Andra yang semakin lama semakin jauh keberadaannya dengan wajah sedikit kesal. "Setiap gue ngomong, dibalesnya gak pernah bener."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)