Jangan lupa beri 💬 dan tekan tombol 🌟
Ya!
Happy reading guys!!
****
"Akiho? Ada tim lawan dibawah, tapi gue gak ngelihat Fahad," ucap gadis berambut sebahu yang melihat pertarungan dibawah.
"Kayaknya gue tau dimana tu bocah," ucap Riyad datar melihat kearah pohon besar dan tinggi yang ada di dekat benteng mereka.
Dia melihat Fahad yang sedang tiduran di sana. Mata Fahad terbuka mengintip kemudian memandang tajam Riyad membuat laki-laki itu mendelik kesal pada temannya satu itu.
'Awas aja gue kaduin lo.' batinnya penuh dendam.
"Riyad! Lo jagain bendera!" pinta Ghania membuat Riyad spontan berdiri di dekat bendera menjaga bendera tersebut.
"Lah kok gue nurut," gumam Riyad kemudian memandang Ghania gadis itu memasang posisi siaga.
Salah satu sudut bibir Riyad terangkat saat melihat Ghania yang langsung menyerang tim lawan.
"Riyad sembunyikan benderanya biar gue yang ngelawan dia!" seru Ghania sambil menyerang lawan di depannya dengan gesit.
"Yuhu siap!" seru Riyad dengan semangat menyabut bendera bewarna hitam milik tim mereka kemudian berlari masuk kedalam.
Riyad dengan senang mencari ruangan yang pas untuknya beristirahat. Masuk kedalam sebuah ruangan kemudian laki-laki itu membuka tab transparannya dan membuat pintu dengan hologram yang memiliki keamanan tinggi, pintu itu tidak bisa ditembus oleh siapapun kecuali kalau dia bisa memecahkan kuncinya.
'Hoi! Sialan lo ya, kok enak banget lo!'
"Iya dong, emang lo doang yang bisa enak? Udh deh gue mau nonton dulu. Biar gue lihat kelihaian tuh bocah. Tapi tuh bocah best banget ya, gue kasih nilai plus nanti," ucap Riyad saat mendengar suara Fahad dari alat komunikasinya.
Dia kemudian mencari sesuatu di table ditangannya hingga muncul layar trasparan yang cukup lebar di depannya. Riyad kemudian mengambil kotak di tas kecil dipingangnya kemudian mengambil sesuatu disana dan mengembangkannya hingga muncul kursi disana.
Riyad duduk disana sambil bersandar itu sangat nyaman bahkan untuk tidur di sana.
"Barang ciptaan Diky dan Arlo memang tak pernah gagal ini nyaman loh!" hebohnya kemudian tersenyum miring melihat layar, dia seperti nonton bioskop.
'Ck, memang, udah, lapor sama Madam jangan lupa lo, gue mau menghubungi Irfan.'
Pip-
"Oh iya Madam!" serunya kemudian menyambungkan komunikasi dengan Felicia.
"Lapor Madam Ghania Labiba lulus penilaian pertama?"
'Lanjutkan. Terus pantau Riyad.'
"Siap Laksanakan Madam!"
Riyad cekikikan senang kemudian mengambil sesuatu di tasnya, cemilan favoritnya.
"Oh iya kenapa gak sekalian aja gue tonton si Akiho sama si Edgar itu ya?" gumam Riyad kemudian mengambil table tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Am Felicia (Slow Up)
Mystery / ThrillerTeka-teki membingungkan, trik licik yang mengelabui, permainan pikiran serta sebuah dendam. Semuanya mulai terungkap, dia masih memainkan beberapa trik sebelum dia mengakhiri permainannya, sesuatu yang tak terduga, itu semua terjadi karenanya. Dan s...
