Chapter 64 : Rumit

10 1 0
                                        

Jangan lupa beri 💬 dan tekan tombol 🌟
Ya!

Dan kalau ada typo jangan lupa tandai juga biar bisa segera di perbaiki

Happy reading guys!!

****
 

  Gadis berumur tiga tahun itu memeluk erat leher sang Ayah memandang heran sekitarnya, dimana mereka sekarang? Gadis itu memandangi kedua kembarannya, lalu pria didepan mereka.

   "Ini terlalu rumit, seharusnya tiga tugas, tiga penanggung jawab namun...semuanya ditanggung oleh anakmu, dia nyonya Adijaya dimasa depan, penguasa sejarah kuno para keluarga dan pemilik permata Scarlett."

    "Permata Scarlett? Namun permata tersebut sudah menghilang kepala desa," ucap Ayah gadis itu.

     "Permata itu tidak pernah hilang Elam. Permata tersebut mengalir di tubuh putrimu. Seluruh bagian tubuh putrimu dipenuhi pecahan permata Scarlett. Seharusnya bukan dia pemiliknya. Permata tersebut hanya bisa melindungi satu orang, pemiliknya namun jika pemiliknya meminta melindungi orang lain kau tau artinya."

     Pria itu, Elam terdiam menatap dua anak laki-laki yang juga mengikutinya, setelah kejadian Felicia menangis, Kendrick menolongnya agar bisa melihat kedua anak tersebut, dua putranya yang tak pernah lahir dan tak pernah diketahui.

     "Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana ini dimulai?" gumamnya, tangannya mengelus kepala anak laki-laki berambut coklat.

    "Elam, nyonya keluarga Adijaya hanya akan terlahir sekali pada masa ini. Jika dia tiada maka keluarga Adijaya akan mengalami kemunduran. Kita tidak bisa membiarkan hal tersebut. Mungkin ini alasan kenapa putrimu yang selamat."

    "Tapi kenapa harus satu?"

    "Kita tidak punya kehendak. Tugas sebagai penguasa sejarah kuno, itu bisa diselesaikan dengan sendirinya Elam. Berbeda dengan permata Scarlett. Tidak ada perempuan yang memegang permata Scarlett. Hanya ada laki-laki, pemiliknya mereka akan hidup lama tapi berbeda jika itu perempuan. Kau tau artinya."

    "Umurnya tidak akan panjang? Omong kosong apa itu? 2 putraku telah direnggut lalu putriku juga? Jangan bermain-main!"

   "Kenyataannya memang begitu. Dia tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai nyonya Adijaya selama dia masih memiliki permata itu. Dia harus menyelesaikan tugas sebagai pemilik dengan jiwa yang perlahan terkikis, sampai kematian mendatanginya, itu cara yang membuat tugas itu selesai."

    "Tidak ada cara lain?"

    "Memindahkan, memindahkan tugas tersebut dengan dua cara, kau memiliki anak laki-laki yang dipilih untuk menerimanya atau putrimu memiliki anak untuk mewarisinya. Jika keduanya ada diwaktu bersamaan, salah satunya akan sakit hingga tugas itu dipindahkan pada salah satu diantara mereka. Kau pernah baca buku Abqary?"

   "Aku...aku tidak punya niat untuk ikut campur."

   "Tapi anak-anakmu lah yang menguasainya Elam. Disana tertera kau akan memiliki 6 anak, jika dua anak itu tidak ada sekarang maka mereka akan terlahir ditubuh baru dengan tugas yang sama. Tapi tetap gadis ini...dia harus menyelesaikan tugasnya."

    Kepala desa memandangi gadis itu meletakkan jari telunjuknya di dahi gadis itu, "Kau harus menyelesaikan satu-satu dan kembali pada tugasmu. Selesaikan satu persatu atau nyawamu taruhannya."

****

'selesaikan satu persatu dan kembali ketanggung jawabmu. Selesaikan satu persatu atau nyawamu taruhannya.'

I Am Felicia (Slow Up)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang