Hal apapun jika dilakukan bersama mu, pasti terasa menyenangkan.
-Rasyana-
~~~
Matahari mulai menurun tapi tak membuat cafe menjadi sepi. Namun, mau tak mau ia harus bergegas pulang untuk membersihkan diri dan kembali lagi ke sini.
"Harusnya tuh lo bawa salin sekalian manfaatin tuh ransel lo" Ucap Mbak Sindi.
Fyi, pekerja di cafe ini total ada sepuluh orang, dua orang berada di kasir, tiga orang menjadi waiters, dua orang menjadi juru masak dan sisanya menjadi tukang bersih-bersih. Meskipun bekerja melebihi delapan jam namun mereka semua tak merasa tertekan sebab memiliki bos yang sungguh amat baik serta lingkungan kerja yang sangat bagus.
"Lupa gue mbak. Tadinya mau gue bawa tapi ya namanya manusia ya tempatnya lupa" Ucap Rasyana
"Udah deh sin, lagian sih Rasyana juga kagak repot untuk bolak-balik, noh lihat pacar lo udah nungguin lo di parkiran" Ucap Mas Tegar melerai
"Lo kok tahu sih mas kalau gue dijemput?" Tanya Rasyana bingung
"Ya siapa sih yang lupa sama cowok yang rela nungguin jam kerja lo selesai" Jawab Mas Tegar dengan nada yang sedikit menggoda
"Udah ah yang ada makin lama kalau gue ngeladenin lo mas" Ucap Rasyana
"Nanti sebelum isya gue balik ke sini. Dah Mbak Sindi, Mas Tegar"
~~~
"Lama ya nunggu nya" Tanya Rasyana sembari menerima helm yang diberikan oleh Sauqy
Sebenarnya ia menurunkan sedikit rasa penasaran akan Sauqy yang mempunyai helm dua, namun wangi vanilla khas perempuan membuat iya akhirnya bertanya
"Helm baru nih wanginya juga wangi perempuan, helm punya siapa?" Tanya Rasyana dengan nada yang sedikit menuduh
Sauqy yang mendengar itu pun sontak terkekeh pelan
"Pertama, gue belum terlalu lama nunggu lo. Dan yang kedua, itu emang helm baru. Masalah wangi cewe, gue pake parfum adek gue. Gue takut lo ngga nyaman sama bau helm baru" Terang Sauqy
Setelah Rasyana duduk dengan tenang, Sauqy pun mulai menjalankan motornya.
"Mampir dulu ya ke pecel, makan dulu kita" Ujar Sauqy yang kemudian membelokan motornya ke stand pecel lele
"Bungkus aja ya. Makan dirumah gue" Ucap Rasyana ketika baru saja turun dari motor
Sauqy yang mendengar itu langsung melihat Rasyana "Jadi ceritanya, lo udah berani ngajak gue ke rumah lo?"
"Mau apa ngga? Yaudah deh ngga jadi. Makan disini aja kita" Ucap Rasyana mendelik malas
Melihat raut wajah gemas yang ditunjukan, membuat Sauqy dengan segera meraup gemas wajah Rasyana "Hahaha, emosi mulu lo dari tadi"
"Dah yuk, masuk" Ajak Sauqy yang dengan lancangnya merangkul Rasyana
~~~
"Rumah lo emang sepi begini ya?" Ujar Sauqy menatap suasana dapur yang sepi
Memang sekarang mereka berada di dapur, ide Rasyana sebenarnya. Karena terlalu malas diruang tamu sebab pasti ada foto yang katanya "foto keluarga". Jadi, setelah memarkirkan motornya, Rasyana mengajak Sauqy masuk melalui pintu belakang
Tanpa menjawab pertanyaan Sauqy tadi, ia pun bergegas mengambil piring serta sendok untuk mereka makan.
Sauqy yang tak mendengar balasan atas pertanyaannya tadi pun tak berbicara lagi. Seolah mengerti ranah privasi yang belum haknya untuk mengetahui itu.
Setelah makanan habis, Rasyana pun meninggalkan Sauqy seorang diri di dapur guna pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya yang sudah sedikit lengket. Namun dipijakan pertama ketika hendak menaiki tangga, matanya menatap Bi Marni yang sedang menuruni tangga.
"Rumah sepi banget bi"
"Iya mba, tadi sehabis ashar, tuan dan nyonya serta nona Clara pergi dengan menggunakan pakaian rapih"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumah, apa itu?
Teen FictionBagi sebagian orang, pulang ke sebuah "rumah" adalah tujuan ketika sudah capek dari segala hal. Disambut hangat, adalah sebuah mimpi yang ia inginkan ketika usianya makin beranjak dewasa. Ntah salah apa yang ia perbuat, hingga rasanya ia berfikir ba...
