Empat sembilan

171 4 0
                                        

Maaf beribu maaf bila memang nyatanya aku menyembunyikan hal yang mungkin akan membuat kita jauh
-Rasyana-

~

~~

"Jadi alasannya apa?"

"Kalau gue minta buat lo ngejauhin gue, gimana bang?"

"Alasannya?"

"Ya, gue kira pasti ada yang jauh lebih baik dari gue"

Merasa tak terima dengan apa yang di ucap gadis di depannya, Kenzo pun angkat bicara "Coba tatap gue, abis itu ngomong yang lo ucapin tadi" Sebab memang ketika Rasyana mengucapkan ucapan itu, ia sama sekali tak memandang kenzo sedikit pun

Rasyana menggelengkan kepalanya pertanda tak mau menuruti tantangan yang di berikan padanya itu

"Kan, alasan yang lo ucap tadi tuh bukan dari hati lo langsung. Kalau pun iya ada yang lebih baik dari lo, tapi kalo gue mau nya lo gimana?"

"Gue kotor" Cicitnya dengan pelan hingga membuat Kenzo tak mendengar apa yang ia ucapkan

"Hah? Lo bilang apa?"

Melihat keterdiaman Rasyana, membuat Kenzo berfikir bahwa masalah yang sedang terjadi sudah terselesaikan. Ya, walaupun tak ada alasan yang pasti dari Rasyana

"Udah clear kan? Yaudah ayok pulang. Abis ini ngga usah jauhin gue. Lo mau ke ujung dunia juga bakal gue kejar. Mau selama apapun buat lo kasih kepastian, bakal tetap gue tunggu"

~~~

Ntahlah rasanya Rasyana merasa berdosa sebab slalu merepotkan Kenzo di setiap dirinya mau melakukan sesuatu. Kenzo pun sempat heran pada Rasyana yang mulai menunjukan sisi manjanya

Seperti saat ini, Rasyana sedang menunggu makanan yang di buat oleh pria itu. Setelah berbincang tentang keinginannya tadi malam, paginya pria itu langsung menjemput dirinya

"Silahkan di makan nona" Ucap Kenzo dengan senyuman manisnya

Rasyana terkekeh pelan ketika mendapatkan sebuah kedipan genit yang di layangkan oleh pria itu. Tanpa menunggu lama, dirinya mulai memakan makanan yang ada

"Aku suka deh liat pipimu yang semakin berisi" Ucap Kenzo yang tanpa tau membuat mood Rasyana turun seketika

"Eh ko berhenti makannya, kenapa?"

"Mau udahan aja makannya, takut nanti jadi gendut" Ucap Rasyana yang mulai terisak

Kenzo yang mulai mendengar isakan itu pun panik, ia langsunv mendekat ke arah Rasyana yang sedabg menundukan wajahnya

"Bukan gitu hey, jangan nangis"

Kalimat tenang tak membuat Rasyana berhenti menangis, Kenzo yang bingung harus melakukan apa akhirnya memeluk perempuannya. Kenzo tak mengucapkan apapun lagi sebelum Rasyana tenang, hal yang bisa Kenzo lakukan hanyalah mengelus dan mengecup dengan sayang pucuk kepala perempuannya

"Wih apa nih maksudnya pelukan di dapur" Ucap Amel yang baru saja menginjakan kakinya di dapur

"Hah kamu ngomong apa Sya?" Tanya Kenzo pada Rasyana yang masih berada di pelukannya

"Ye gue malah di kacangin gini. Tau rasa kalian berdua, nanti yang ketiga nya setan"

Pelukan pun terlepas ketika Kenzo mendapatkan tepukan pada lengannya, ia pun menangkup wajah Rasyana guna menghapus sisa air mata yang ada

"Iya kan lo setannya" Ucap Rasyana pada Amel yang masih betah menatap mereka dengan pandangan jijik

Amel yang tadi ingin membalas perkataan yang Rasyana lontarkan, menjadi salah fokus ketika mendengar nada serak dari sahabatnya itu

"Eh lo abis nangis Sya?"

"Bang! Lo apain temen gue? Kan udah gue bilang, jangan sampe bikin temen gue nangis. Mana janji lo?! Parah banget si"

Kenzo yang diberi rentetan pertanyaan dengan nada emosi itu pun bingung dengan respon yang diberikan oleh Rasyana

Sebab dirinya yang di omelin kenapa perempuan itu yang menangis?

"Hei kenapa nangis?"

"Sedih aja. Rasanya terharu ngedenger Amel yang perhatian ke aku. Padahal alasan aku nangis ya karena pikiran aku sendiri pas aku ngedenger kamu bilang aku tambah berisi"

Rumah, apa itu?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang