Enam Puluh

81 0 0
                                        

"Ubur-ubur ikan lele,
makannya jd orang jangan sirik le"
-author

~~~

Beberapa hari setelah kejadian itu, Rasyana sangat membatasi diri dari abang sahabatnya itu.

Tentu tidak dengan Amel, sebab ia masih tau diri untuk tak mencampuri masalah percintaan dengan persahabatannya. Sebanyak apapun Amel mengucap maaf atas nama abangnya itu, sebanyak itu pula Rasyana menerima permintaan maafnya

Karena rasanya tak adil ketika kita terlalu mengingat satu kesalahan orang padahal orang tersebut sudah banyak sekali memberikan bantuan

Tapi ya semua butuh waktu, ia butuh waktu untuk terlihat baik-baik saja di hadapan pria itu. Sebab memang tak bisa di pungkiri bahwa hatinya juga turut hancur kembali ketika mengingat apa yang di ucapkan oleh perempuan asing kemarin

Mengapa kembali sakit lagi tuhan? Apa memang dirinya tak pantas untuk bahagia? Jika memang benar, lantas mengapa ia hadir di muka bumi ini? Karma dari perbuatan siapa yang sedang ia rasakan?

Sangat teramat banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada sang maha kuasa. Entah tetesan air mata keberapa yang sudah jatuh dari pelupuk matanya cukup membuat kepala Rasyana bendenyut kencang

Fokusnya terahlikan pada sebuah notifikasi dari sahabatnya. Mencoba mengontrol emosinya, ia mulai beranjak untuk membersihkan diri sebab ingin pergi ke salon bersama sahabatnya

Kalo kata Amel si "Mempercantik diri untuk malam perpisahan sekolah"

Setelah melewati beberapa jam untuk memanjakan diri. Kini Rasyana, Amel serta Fajar melanjutkan perjalanannya menuju sekolah tepat pada pukul setengah delapan

Keadaan jalan cukup ramai, sebab malam ini adalah malam minggu. Malam yang dimana para manusia di muka bumi ini sedang menjelajahi tempat baru. Ntah bersama pasangan, keluarga, teman, bahkan diri sendiri

Mobil yang mereka tumpangi pun sempat beberapa kali terhenti. Tetapi itu bukanlah suatu hal yang masalah, meskipun sebenarnya acara malam perpisahan sudah di mulai

Acara malam perpisahan ini sangat di wajibkan bagi kelas dua belas untuk datang. Tapi tak hanya itu saja, pihak panitia acara juga memperbolehkan siswa/i ikut memeriahkan malam itu

Meski tetap ada susunan acaranya, namun para warga kelas dua belas sangat di persilahkan untuk bergerak kemana saja.

Tak harus di fokuskan pada acara yang sedang berjalan. Sebab pihak panitia acara ingin membuat relaks para warga kelas dua belas setelah melewati rintangan-rintangan sebelum lulus

Setelah sampai di sekolah, Fajar langsung memisahkan dirinya untuk menghampiri teman-temannya. Sedangkan Rasyana dan Amel mulai menjelajahi beberapa cemilan yang sudah tersedia

Acara yang bertempatan di lapangan utama cukup meriah, dengan sebuah panggung yang nantinya akan di isi beberapa adik kelas yang akan menunjukan bakatnya. Serta ketika nanti inti acara di mulai, salah satu band terkenal di kota ini turut memeriahkan

Dirasa cukup puas dalam menikmati makanan. Rasyana dan Amel mulai melangkahkan kakinya menuju tengah lapangan bersama warga kelas dua belas lainnya, sebab inti acara akan segera di mulai

Sebuah inti acara dari panitia yang mengharapkan bahwa warga kelas dua belas dapat melepas penat dengan bernyanyi serta menggerakan badannya di temani oleh iringan musik jawa koplo

Beberapa adik kelas yang hadir juga turut menggoyangkan badannya. Tetapi, mereka hanya di perbolehkan berada di area pinggir lapangan. Sebab untuk malam ini, warga kelas dua belas lah yang berkuasa atas area tengah lapangan ini

Beberapa lampu yang menyinari mulai meredup seiring berjalannya band terkenal itu mulai memasuki area panggung. Lampu yang redup pun mulai berganti menjadi gemerlap kelap-kelip ketika band tersebut mulai melancarkan aksinya

Setelah beberapa menit membawakan lagu, ada sedikit jeda untuk personil band itu menyapa warga sekolah, sebelum akhirnya akan menyanyikan sebuah lagu terakhir yang juga sebagai penutup dari inti acara

"Saya tau kalian pasti menunggu lagu ini kan? Sengaja memang saya taruh di list paling terakhir. Jadi, enjoy this last song

"Tu...Wa...Ga...Pat"

Tepat di hitungan terakhir, semua lampu tiba-tiba mati. Vokalis yang seharusnya mengeluarkan suaranya pun di gantikan dengan sebuah suara rekaman yang terputar

Rekaman yang merekam semua ucapan dari satu orang perempuan dan banyak lelaki pun cukup membuat orang-orang yang disana terkejut. Belum selesai rekaman itu di putar, namun orang-orang disana mulai mencari sosok itu

Bisik-bisik mulai terdengar, sebab mereka merasa tak menyangka atas apa yang mereka dengar dari rekaman itu

Sedangkan di lain tempat, ada seorang siswi yang tengah berlari cukup kencang tanpa peduli dengan dress nya yang cukup ketat.

Tangannya membuka pintu dengan cukup kencang, ketika sampai pada satu pintu ruangan yang tertutup

Tak ada orang disana, ruangan sound system berada benar-benar hening

Matanya bergerak mencari objek yang harusnya bisa menghentikan suara rekaman yang masih saja terus berputar

Matanya menatap nyalang pada kaset yang sedang di putar, di keluarkannya kaset itu lalu ia lemparkan hingga menjadi berkeping-keping

"Aaarrrggghhh....Brengsek" Umpat Clara sedikit berteriak

















Holaaa gaesss, gimana kabar? baik kan kaleann?

Sorry yee kalo hibernasi terlalu lamaa

Gimana nich untuk part ini? Boring kah? Membosankan kah? atau malah terlihat semakin seru?

Komen bisa kali yee, biar tau nich apa yang perlu direvisi nantinyaa

Rumah, apa itu?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang