Enam Satu

76 0 0
                                        

"Karna pada dasarnya, mau segimanapun orang-orang sekitar berusaha membuat mu menderita. Tenang saja, Tuhan pasti punya rencana hal indah lain yang tidak akan disangka-sangka"
-Rasyana-

~~~

Keadaan sekolah cukup ramai setelah tadi malam terbongkar suatu rahasia, membuat pihak sekolah yang memiliki jabatan seperti donatur pun turut menangani beberapa guru yang terlibat dalam kasus itu

Tentu Clara tidak akan "bunuh diri" dengan secara sukarela berangkat ke sekolah setelah rahasia yang di simpan secara rapat-rapat akhirnya terbongkar dengan cara yang tidak ia pikirkan

Pulang ke rumah pun rasanya sama saja ia menjatuhkan dirinya ke dalam jurang secara sukarela, sebab yang Clara pastikan orang tuanya pasti sudah mengetahui hal itu.

Ah, persetan dengan orang tua angkatnya - Pikir Clara

Satu-satunya yang bisa menerima dirinya saat ini adalah pemuda yang tinggal di apartemennya ini. Tentu kalian semua tau bukan, Clara akan menemui siapa?

Ya, pemuda yang begitu mencintainya hingga rela melakukan apapun untuk dirinya

Dengan rasa percaya diri, Clara mulai memasukkan beberapa angka yang menjadi akses pintu itu terbuka. Dahinya mengkerut pertanda bingung sebab pintu itu tak kunjung terbuka

Sialan! Dia mengubah sandi nya?-Batinnya mengumpat

Akhirnya Clara dengan tak sabaran mengetuk pintu itu, ada mungkin sekitar sepuluh menit Clara menunggu pintu itu sampai terbuka

Clara yang melihat Sauqy mengucek matanya pertanda bahwa pemuda itu baru bangun dari tidurnya, dengan secara cepat mulai mengganti raut mukanya menjadi sedih.

Isakan palsu Clara keluarkan dari bibirnya. Secara cepat itu pula, Clara langsung menerjang Sauqy dengan pelukan

Sauqy yang mulai fokus sebab kesadarannya mulai terkumpul langsung melepas pelukan itu dengan kasar. Matanya memicing tak suka pada perempuan di depannya

"Ngapain lo kesini?"

"Sayangg...Ko pake lo gue?" Rengek Clara

"Gue tanya sekali lagi, lo ngapain kesini j.a.l.a.n.g?!"

Clara menatap tak percaya atas ucapan yang di lontarkan oleh pemuda itu "Qy, lo ngga nelen mentah-mentah berita yang tersebar kan? lo-"

"Denger ya, gue ngga ada urusan lagi sama lo. Pergi lo dari sini, males banget gue pagi-pagi gini udah liat jalang" Ucap Kenzo dengan pedas, lalu setelahnya mendorong keras perempuan itu hingga menyebabkan Clara terbentur dengan tembok di luar.

Dengan tanpa ragu, Sauqy menutup pintu. Meninggalkan Clara yang sudah merubah rautnya menjadi tak sedih lagi. Binar benci pun sangat terpancar dari matanya

Sial! Harus dimana dia mencari tempat tinggal sehabis ini?

~~~

Setelah beberapa hari malam perpisahan itu di laksanakan, Rasyana dan Amel slalu meluangkan waktunya untuk bermain. Memperbanyak kenangan, katanya

Sebab nanti lusa, Amel akan berangkan ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya. Sedangkan Rasyana, mulai minggu depan akan meninggalkan negara ini

Rasyana juga sudah tak menutupi kehamilannya, karena urusan sekolahnya sudah benar-benar selesai. Kemarin juga ia mengkonfirmasi pada pihak yang memberinya beasiswa bahwa dirinya sedang mengandung, dan respon mereka membuat Rasyana bernafas lega

"Aunty...Aunty" Panggil Rasyana pada Amel dengan nada seperti anak kecil

"Yes, aunty disini sayang. Kamu mau apa?" Ucap Amel yang mendekatkan telinganya pada perut Rasyana seolag sedang mendengar bisikan dari bayinya

"Aunty...Aku mau lihat aunty joget pargoy sama badut yang disana"

Amel yang mendengarnya langsung mendongakan kepalanya menatap tak percaya pada sahabatnya "Ini mah lo yang mau ngerjain gue kan?" Ucapnya dengan mata yang memicing

Namun tak ayal Amel pun menuruti ngidam dari sahabatnya, setelah mendengar bahwa ngidam ibu hamil yang tak di turuti "katanya" akan membuat sang bayi menjadi ileran nantinya

Amel kan tak mau itu terjadi. Enak saja! Masa ponakan nya cakep tapi ileran?

"Eh btw Sya, kira-kira lo tau ngga ya siapa yang putar rekaman itu?" Ucap Amel sembari memasukan satu suap sendok eskrim ke mulutnya

"Gatau. Dan gamau tau sih. Ngga penting juga kan?"

"Yakin lo ngga mau tau?" Tanya Amel sekali lagi dengan raut muka yang di buat serius

"Emang lo tau siapa yang putar rekaman itu?"

"Tau dong"

"Siapa?"

Ada hening sesaat sebelum akhirnya Amel menjawab suatu hal yang membuat Rasyana menatap Amel dengan tatapan tak percaya

"Gue. Gue yang putar rekaman itu"

Rumah, apa itu?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang