Lancang memang mereka yang mengucapkan kalimat hinaan tanpa tau kebenaraannya
-Rasyana-
~~~
Rasyana menatap bingung pada orang-orang yang menatapnya dengan tatapan sinis ketika berjalan menyusuri koridor sekolah.
"Cantik, nanti malam free kan?" Ucap salah satu siswa dengan nada menggoda yang dengan lancangnya juga mencolek dagu Rasyana.
Tak hanya sampai disitu, lalu teman dari siswa itu pun turut menggodanya sembari merangkul bahu Rasyana.
Rasyana yang tak terima melancarkan aksinya untuk menyikut perut siswa yang merangkulnya dan juga menampar siswa yang mencolek dagunya.
Bukannya merasa sakit akan tamparan yang diberikan oleh Rasyana, siswa tadi malah terkekeh sembari mengelus bekas tamparan yang memang terasa sakit.
"Aw...Ganas juga lo. Jadi penasaran bakal sepanas apa lo di ranjang".
Satu pukulan yang sedari tadi Rasyana tahan pun akhirnya di layangkan. Suasana menjadi riuh sebab siswa itu pun turut membalas dengan pukulan juga.
Tak ada yang memisahkan, sebab orang-orang di sekitarnya hanya menonton. Bahkan beberapa dari mereka ada yang turut memvideokan kejadian yang sedang terjadi.
Biasa buat bahan gosip akun sekolah.
Di situasi seperti ini, rasanya Rasyana ingin sekali berterimakasih kepada sahabatnya sebab telah mengajari beberapa hal dasar dalam melindungi diri.
Ah iya, ngomong-ngomong soal Amel. Perempuan itu juga menatap bingung pada suasana riuh yang ada. Mencoba bertanya pada salah satu siswi, namun yang ia dapatkan hanya tatapan sinis yang membuatnya semakin bingung.
"Misi-misi" Ucap Amel yang berusaha menerobos kerumunan itu.
Dirinya terkejut ketika melihat siapa yang sedang berkelahi itu. Belum sempat dirinya memisahkan, mereka sudah lebih dulu terhenti sebab ada satu guru yang memisahkan mereka.
Tatapannya sempat bertemu dengan mata Rasyana. Tatapan yang mengisyaratkan bahwa tak usah khawatir pada perempuan itu. Namun mana bisa, Amel tetap khawatir pada sahabatnya itu.
Selama jam pertama berlangsung, gelisah yang Amel rasakan tak kunjung reda karena selama itu pula Rasyana tak kunjung menemuinya. Hukuman apa yang diberikan oleh pihak sekolah?.
"Mel lo udah ada konfirmasi dari Rasyana soal video itu?" Bisik siswi yang duduk di bangku belakangnya.
~~~
Tak ada yang beranjak dari tempat duduknya, sebab mereka semua sepakat untuk tetap diam di tempat meskipun bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit lalu.
"Eh" Ucap Rasyana yang terkejut ketika membuka pintu kelasnya.
"Em-kalian semua ngga istirahat?" Lanjutnya yang dijawab mereka dengan gelengan. Matanya ia alihkan menatap Amel, berusaha bertanya tentang sikap dari teman-teman kelasnya.
"Eh" Ucapnya terkejut ketika mendapatka sebuah pelukan dari sahabatnya.
Satu persatu temannya pun turut memeluknya, bahkan Rasyana tidak menyangka sampai ada yang menitihkan air matanya.
Pelukan itu tetap bertahan sampai bel istirahat berakhir. Ucapan semangat serta tepukan di bahu Rasyana mereka berikan.
Ini yang ia suka dari teman kelasnya. Sebuah teman yang tak pernah memandang siapapun dengan sebelah mata, yang tak pernah langsung menelan mentah-mentah berita yang tersebar tentang siapapun murid di kelas itu. Teman-teman yang mengerti arti dari "Susah senang harus tetap bersama".
Tadinya ia tak ingin menangis meskipun tetap merasa terharu. Namun pelukan dari Amel serta beberapa bisikan kalimat yang di ucapkan oleh sahabatnya itu, membuat Rasyana menangis.
"Gue selalu bersedia dengerin semua cerita lo. Pulang sekolah mau dinginin kepala?".
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumah, apa itu?
Novela JuvenilBagi sebagian orang, pulang ke sebuah "rumah" adalah tujuan ketika sudah capek dari segala hal. Disambut hangat, adalah sebuah mimpi yang ia inginkan ketika usianya makin beranjak dewasa. Ntah salah apa yang ia perbuat, hingga rasanya ia berfikir ba...
