Enam Tiga

136 1 0
                                        

"Pergi dari hal yang membuat sakit bukanlah sebuah seorang pengecut, sebab pulih memang membutuhkan waktu"
-Rasyana-

~

~~~~

Tiba saatnya hari ini Rasyana akan meninggalkan negara dengan seribu luka. Hatinya sejak semalam benar-benar campur aduk rasanya. Kantong mata yang terlihat, menjadi saksi bahwa Rasyana tidak bisa tidur semalaman

Rasyana menatap dirinya dari pantulan cermin, mencoba memaksakan senyum ketika hal yang diinginkannya sejak lama akhirnya terwujud. Meskipun masih belajar mengikhlaskan atas semua takdir yang terjadi begitu saja yang bahkan tak pernah terlintas akan merasakan ini

Bel pintu membuat Rasyana harus memfokuskan dirinya kembali, setelah memberikan senyum terkahir di cermin itu, Rasyana mulai berjalan sembari menggeret dua koper serta tas punggung yang sudah di kenakannya sedari tadi

"Jemputan sudah siap nona"

Perjalanan menuju halaman bandara cukup ramai hingga membuat mobil yang Rasyana tumpangi harus berhenyi beberapa kali. Cuaca di luar yang cukup cerah, membuat Rasyana tersenyum

Dentingan notifikasi membuat Rasyana mengalihkan pandangannya. Ah, rupanya sahabatnya itu mengabari sudah sampai bandara

Ya, sahabatnya itu terus menerus memaksa dirinya untuk menginzinkan ikut turut mengantar. Padahal sudah berkali-kali juga ia menolak, sebab merasa tak enak pada Amel yang bahkan sekarang sudah tinggal di Yogya

Tapi ya, Rasyana akan slalu kalah perihal maksa-memaksa dengan sahabatnya itu

Tepat pada pukul tiga, Rasyana tiba di bandara. Matanya menatap sekeliling guna mencari dimana sahabaynya berada. Karena tak kunjung melihat sahabatnya itu dimana, Rasyana mencari ponselnya guna menanyakan keberadaan sahabatnya

"Lo ada dimana?"

"Ye pantesan gue cari daritadi ngga nemu-nemu"

"Ya gue ngga tau anjir. Lagian lo ngga ada kabarin gue"

"Yaudah tunggu situ bentar"

Setelah tau keberadaan sahabatnya, Rasyana mulai berjalan menghampiri tempat yang di ucapkan oleh Amel. Setibanya disana, mereka berdua berpelukan guna melepas rindu beberapa hari tidak bertemu

Bagaimana tidak rindu? Mereka sudah tiga tahun bersama. Meskipun hanya beberapa hari tidak bertemu, rasanya tetap sama saja. Rasa rindu.

Ah, ngomong-ngomong soal rindu, isakan mulai terdengar di pendengaran Rasyana

"Eh kenapa lo nangis?" Ucap Rasyana yang melepas pelukan itu

"Huuaaa...Gue sedih tau, lo mau pergi"

"Pindah negara doang anjir. Lagian kita udah hidup di zaman yang canggih. Kita masih bisa teleponan kalo lo kangen gue"

"Jadi lo ngga bakal kangen gue?" Respon Amel dengan nada tak santai

Lalu setelahnya obrolan itu berlanjut, hingga harus terhenti sebab panggilan pertama sudah terdengar

"Bentar lagi deh. Lagian kan gate lo deket" Ucap Amel yang berusaha menghentikan waktu

"Ngga bisa. Nanti kalo tiba-tiba gate gue pindah gimana? Lo ngga kasian sama keadaan seorang bumil yang harus jalan buru-buru?"

Mendengar itu membuat Amel langsung memasang wajah cemberutnya, Rasyana yang melihatnya hanya mampu terkekeh pelan

"Sini-sini gue peluk lagi"

Pelukan perpisahan itu berlangsung cukup lama. Rasyana terpaksa harus melepaskan pelukan itu terlebih dahulu, meski Amel masih berusaha memeluknya dengan erat

Beberapa petuah nasehat mereka layangkan satu sama lain, sebelum akhirnya berlalu pergi menuju gate yang sudah tertera

Beruntungnya dia mendapatkan tempat duduk di dekat jendela, suatu hal yang ia doakan sejak takdir mulai memporak-pondakan kehidupannya. Sebab selagi pesawat mulai menerbangkan puluhan penumpang, Rasyana mulai berpamitan pada negaranya

Negara yang banyak memberikan luka sekaligus pelajaran hidup padanya.

Bersamaan dengan pesawat yang mulai meninggalkan tempat singgahnya, mulai sejak itu pula Rasyana ikhlaskan semua rasa sakit yang di deritanya. Sebab dirinya ingin ketika sudah menginjakan kakinya di negara yang akan ia tuju, sejak saat itu pula Rasyana ingin menjalani hidupnya mulai dari nol kembali

Sebagai seorang mahasiswi dan ibu tentunya.






























Dannnnn, sudah selesai gaesss. Terimakasih buat kalian semua yang sudah membersamai cerita ini sampai dengan ending

Gimana nihhh dengan ending dari cerita inii?

Mau dibikin epilog ga nihh gaess? kalo mau komen aja yaaa

Rumah, apa itu?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang