Ospek

876 113 2
                                    

Limario tersenyum ketika melihat Rose baru saja keluar dari dalam rumah mereka dengan pakaian ospek serta rambut yang sudah dikepang.

"Kayak ondel-ondel nggak sih kak" Keluh Rose yang sudah masuk kedalam mobil Limario sedangkan Limario hanya tersenyum saja mendengar hal tersebut.

"Enggak kok, dedek cantik kayak mommy" Ujar Limario tersenyum melihat Rose yang masih nampak kesal dengan penampilannya hari ini.

"Nggak lama kok, cuman beberapa hari doang kan" Ujar Limario mulai memasang seatbeltnya begitu juga dengan Rose.

"Nanti kakak turunin dimana?" Tanya Limario mulai menjalankan mobilnya menuju kearah kampus mereka.

"Didekat gerbang aja, takut keliatan sama senior" Jawab Rose yang membuat Limario mengangguk tanda paham.

"Semangat dong, katanya pengen kuliah bareng kakak" Ujar Limario ketika melihat Rose masih saja cemberut.

"Masalahnya ini jelek banget kak, kayak ondel-ondel" Ujar Rose masih tak terima dengan penampilannya.

"Yok bisa yok" Ujar Limario tersenyum karna melihat Rose menghela nafasnya dengan malas.

"Semangat ya, kakak tunggu dilapangan" Ujar Limario ketika mobilnya telah berhenti didepan gerbang.

"Bye kak, doain aku ya" Ujar Rose memilih keluar dari dalam mobil Limario sedangkan Limario hanya tersenyum melihat Rose berusaha untuk tetap menerima segala konsekuensi yang ada.

"Baru dateng lo?" Tanya Jisoo ketika Limario baru saja bergabung dengannya menjadi panitia ospek.

"Nganterin Rose sekalian" Jawab Limario yang membuat Jisoo mengangguk tanda mengerti kemudian menyerahkan sebuah buku pada Limario.

"Catetan nama-nama maba" Ujar Jisoo karna Limario sempat tak hadir untuk rapat karna dia dan Keluarganya sedang berlibur ke Thailand.

"Thankyou" Ujar Limario sedangkan Jisoo hanya mengangguk saja tanda mengerti, kemudian mereka berdua berlalu kearah lapangan.

"Darimana lo berdua?" Tanya Irene yang sedang berdiri bersama dengan Seulgi yang tengah memantau para maba baru.

"Dari dalam ruangan BEM, kalian daritadi disini?" Tanya Jisoo yang mendapat anggukan dari Irene dan juga Seulgi.

"Kalian yang kelamaan datengnya" Jawab Seulgi yang kini fokusnya teralihkan pada Rose yang tengah ditegur oleh para senior.

"Adek lo tuh Lim" Ujar Seulgi menunjuk kearah dimana Rose tengah dimarahi karna rambutnya yang kembali blonde.

"Ya, gimana lagi? Dia yang kepengen rambutnya diblondein lagi" Jawab Limario karna baik Minho dan Yoona, mereka sudah memberitahu bahwa biarkan rambut Rose hitam terlebih dahulu.

"Lagian ya, Rose tuh emang cocoknya blonde anjir. Aneh jadinya kalau item gitu" Ujar Irene menghela nafasnya ketika melihat semakin banyak senior yang menyerbunya.

"Biar gue aja" Ujar Jisoo memilih berlalu untuk menolong Rose daripada harus Limario atau Irene yang turun tangan.

"Ada apa nih?" Tanya Jisoo yang membuat beberapa senior yang tengah menanyai Rose sontak menoleh.

"Biarin aja, dia adeknya Lim" Ujar Jisoo setelah melihat para senior menunjuk Rose, semua sontak menoleh kearah Limario yang tengah memperhatikan mereka.

"Aduh dek, sorry ya" Ujar mereka kemudian berlalu, Jisoo tersenyum melihat bagaimana lucunya wajah Rose.

"Makasih ya kak" Ujar Rose sembari merapikan rambutnya yang tadi sedikit berantakan karna dipegang oleh beberapa senior.

Our StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang