Minta Dedek

1.3K 131 1
                                        

Hari ini Jennie terpaksa membawa baby Seong dan juga baby Ella ke butiknya karna Jennie harus meeting bersama dengan Irene dan Limario juga sedang banyak pekerjan yang harus diselesaikan.

"Abang jagain dedeknya ya? Jangan sampai dedek masukin mainan kedalam mulutnya" Ujar Jennie menyimpan baby Seong dan baby Ella keatas karpet yang ada diruangannya.

"Gini nih kalau mba lagi izin" Gumam Jennie meletakkan tas berisikan perlengkapan baby Seong dan juga baby Ella.

"Permisi bu, ini laporan yang ibu minta" Ujar salah satu pegawai menyerahkan laporan penjualan selama Jennie mengambil cuti melahirkan.

"Baik, terimakasih" Ujar Jennie mengecek data penjualan sekaligus mengecek barang-barang yang habis.

"Kayaknya harus ada design baru deh" Ujar Jennie setelah melihat hasil penjualan yang beberapa barang sudah habis terjual.

"Bunda, abang oyeh ain lego?" Tanya baby Seong yang membuat Jennie mendongkak sebentar untuk melihat baby Seong.

"Boleh, tapi abang ingat jangan ditaroh didekat dedek ya? Takut entar dedeknya masukin ke mulut" Pesan Jennie yang membuat baby Seong mengangguk dan kembali ke karpet untuk memainkan legonya.

"Dedek ain ini aja ya" Ujar baby Seong memberikan mainan yang sering dibawa oleh baby Ella.

"Jagain dedeknya juga ya bang" Pesan Jennie kemudian fokus pada pekerjaannya sembari menunggu kedatangan Irene.

"Permisi bu, ada bu Irene" Ujar sang pegawai yang membuat Jennie mendongkak dan menyuruh agar sang pegawai mempersilahkan agar Irene dapat masuk.

"Maaf ya telat Jen, lagi nenangin Karina yang mau ikut ayahnya" Ujar Irene berjalan sembari menggendong baby Karina.

"Gapapa Ren, aman aja" Jawab Jennie mendekatkan kursi agar Irene dapat duduk didekatnya.

"Disini aja ya? Lagi pada main disitu soalnya" Ujar Jennie menunjuk dimana baby Seong sedang memainkan legonya.

"Sayang main sama dedek Seong ya?" Tawar Irene yang membuat baby Karina nampak berpikir sebentar.

"Buna au mana?" Tanya baby Karina karna takut jika Irene akan meninggalkannya seperti Seulgi.

"Buna disitu aja, meeting sama tante Jennie" Jawab Irene menunjuk meja tempat Jennie biasa duduk.

"Ote" Ujar baby Karina akhirnya mau turun dan bermain bersama dengan baby Seong yang sedang merakit legonya.

"Ayo Ren" Ajak Jennie berjalan kearah mejanya untuk memulai meeting mereka terkait suplay baju-baju hasil design Jennie.

"Ain aleng ya?" Tanya baby Karina yang membuat baby Seong mendongkak dan mengangguk dengan pelan.

"Kakak intal ain ini?" Tanya baby Seong mengangkat lego yang sengaja dia bawa dari rumah.

"Itu apa?" Tanya balik baby Karina karna selama ini dia tak pernah melihat mainan yang seperti milik baby Seong.

"Ini amana lego, ayah yang eliin" Jawab baby Seong memberikan beberapa komponen pada baby Karina.

"Api angan ekat-ekat ama dedek Ella, anti dedek akan" Ujar baby Seong menarik pelan tangan baby Karina agar sedikit menjauh dari baby Ella.

"Enapa? Kan dedek Ella nda akalan akan uga" Jawab baby Karina bingung karna setaunya bayi hanya akan tiduran saja.

"Nda, dedek Ella dah isa mbil ainan" Ujar baby Seong mengingat tangannya pernah digenggam erat oleh baby Ella.

"Unya dedek emang selu ya?" Tanya baby Karina sembari mulai merakit lego milik baby Seong berdasarkan buku panduan yang ada.

"Selu, dedek Ella ucu" Jawab baby Seong yang membuat baby Karina menoleh untuk melihat baby Ella yang sedang bermain sembari mengoceh tak jelas.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang