Jennie mengusap pelan air mata baby Seong yang menangis karna harus ditinggal bersama dengan mba Inem.
"Nda au, abang nda au bunda" Ujar baby Seong merengek ingin ikut bersama dengan Jennie juga Limario ke rumah sakit karna mereka mendapat kabar bahwa Rose akan melahirkan.
"Gimana sayang?" Tanya Limario yang tadi izin ke kamar untuk mengambil jaket, Jennie sontak menggelengkan kepalanya karna baby Seong tetap ingin ikut apalagi suster yang biasa menjaga baby Seong harus izin.
"Yaudah, dibawa aja kalau gitu" Ujar Limario karna tak tega juga melihat baby Seong menangis tersedu-sedu.
"Tapi dirumah sakit kan banyak penyakit sayang" Komplain Jennie apalagi mereka tak tau darimana asalnya virus atau penyakit lainnya yang kebanyakan berada dirumah sakit.
"Nanti biar abang pake masker aja, dia nangis gitu juga sayang" Ujar Limario menunjuk kearah baby Seong yang kini sudah merajuk dilantai.
"Iya sayang, abang boleh ikut" Ujar Limario beralih menggendong baby Seong sedangkan Jennie menghela nafasnya sejenak.
"Mama juga kan lagi keluar negri, nggak mungkin juga nitipin ke papa kan?" Tanya Limario sembari membantu memakaikan jaket pada baby Seong.
"Tapi kalau abang ikut juga bukan solusi sayang" Ujar Jennie karna dia masih tak mau jika anaknya ikut bersama dengan mereka.
"Ya gimana lagi sayang? Kita juga bingung harus nitipin ke siapa kan?" Tanya Limario yang membuat Jennie menghela nafasnya sejenak.
"Abang anji nda akal bunda" Ujar baby Seong yang membuat Jennie hanya bisa tersenyum simpul melihat baby Seong yang sudah siap dengan jaket serta maskernya.
"Yaudah deh" Ujar Jennie akhirnya mengalah karna tak mungkin juga Jennie tega meninggalkan baby Seong yang mungkin akan menangis lagi jika dia benar-benar ditinggal.
"Tapi abang ingat ya? Jangan buka maskernya sama sekali selama disana" Peringat Jennie yang membuat baby Seong sontak menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Yaudah mba, kita pamit dulu" Ujar Limario sembari menggendong baby Seong sementara Jennie mengikuti mereka dari belakang.
"Ingat ya bang, maskernya abang jangan dibuka" Peringat Jennie pada baby Seong yang duduk dibangku belakang dengan car seatnya.
"Ya bunda" Jawab baby Seong tersenyum pada Limario yang telah selesai memasangkan sabuk pengaman padanya.
"Gapapa sayang, semoga semuanya aman" Ujar Limario sembari memegang tangan Jennie karna Jennie mengkhawatirkan baby Seong sejak tadi.
"Aku cuman takut aja" Ujar Jennie karna ini pertama kalinya baby Seong pergi ke rumah sakit setelah dia lahir kemarin.
"Gapapa, aku bakal jagain dia dan mastiin dia nggak bakalan buka maskernya" Ujar Limario yang membuat Jennie hanya bisa mengangguk dengan pasrah.
"Semoga deh" Gumam Jennie karna sejak tadi Jennie benar-benar khawatir pada baby Seong, tapi juga Jennie bingung ingin menitipkan baby Seong pada siapa.
"Biar sama ayah ya bang" Pesan Limario ketika mobil mereka telah berhenti tepat diparkiran rumah sakit milik Siwon.
"Ya ayah" Jawab baby Seong menunggu dengan sabar karna baby Seong juga paham bagaimana kekhawatiran Jennie padanya.
"Ugh, anak ayah udah tambah gede perasaan nih" Ujar Limario sembari mencium pipi baby Seong.
"Ayo bunda" Ujar Limario mengajak Jennie yang masih terdiam sejak tadi, Limario sontak mengangguk pada Jennie agar Jennie dapat lebih tenang.
