Reifansyah Seong Kim Manoban

1.9K 143 7
                                        

Jennie kini tengah bersantai sebentar sembari memperhatikan Limario yang sedang bermain bersama dengan Kuma.

"Ayo Kuma, kamu jangan males-malesan" Ujar Limario karna Kuma sejak tadi tidak terlihat bersemangat.

"Nanti kalau Kai dog jadi kesini, kamu punya temen baru" Ujar Limario sembari mengusap kepala Kuma.

"Sayang, dia belum makan itu" Ujar Jennie yang membuat Limario baru sadar dan segera berlalu untuk mengambilkan makanan untuk Kuma.

"Bentar ya, lagi diambilin makannya" Ujar Jennie mengusap kepala Kuma yang datang padanya seolah mengadu.

"Nih" Ujar Limario datang dengan mangkuk anjing ditangannya kemudian meletakkannya didekat mereka.

"Leo sama yang lain udah dikasih makan?" Tanya Jennie karna kucing dari Limario itu jarang sekali diizinkan keluar apalagi Jennie memiliki alergi.

"Udah, minta tolong sama mba tadi" Jawab Limario sembari memperhatikan Kuma yang sedang memakan makanannya.

"Padahal gapapa tau sayang kalau Leo sama yang lain keluar, entah kenapa alergiku nggak terlalu keluar kalau sama mereka" Ujar Jennie mengingat Limario sering mengurung kucing-kucing miliknya.

"Gapapa lah, lagian mereka juga pasti mager" Ujar Limario karna kucing-kucingnya lebih senang bermain di dalam kamar khusus peliharaan mereka.

"Ugh" Jennie seketika meringis ketika tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit, Limario sontak menoleh.

"Kenapa? Ada yang sakit?" Tanya Limario panik ketika melihat keringat bercucuran melalui pelipis Jennie.

"Nini? Hey" Panggil Limario mendadak panik karna Jennie tak menjawab panggilannya dan hanya merintih kesakitan.

"Mba" Panggil Limario dengan suara yang keras agar para art dapat mendengar suaranya, sang art yang mendengar teriakan Limario langsung berlari kearah mereka.

"Bilang sama yang didepan untuk siapin mobil, sekarang" Perintah Limario sembari memapah Jennie untuk keluar.

"Ayo Kuma, kamu nggak bisa ikut" Ujar sang art menahan Kuma yang hendak ikut bersama dengan Limario dan juga Jennie.

"Langsung jalan" Perintah Limario ketika dia dan Jennie sudah berada didalam mobil yang sudah Limario siapkan untuk kelahiran anak pertamanya.

"Lim" Kaget Siwon ketika melihat Limario yang datang ke rumah sakitnya bersama dengan Jennie yang sudah berbaring diatas ranjang rumah sakit.

"Lim minta tolong buat urusin administrasinya pah, Lim bakalan susulin Jennie" Ujar Limario memberikan tas berisi dokumen penting untuk memudahkan administrasi jika Jennie tiba-tiba akan melahirkan.

"Tenang ya sayang" Ujar Limario memegang tangan Jennie sembari mengusap kepala Jennie dengan pelan.

"Pak, anda diharuskan memakai masker dan juga topi" Ujar sang suster yang membuat Limario langsung bergerak agar tidak lama meninggalkan Jennie.

"Lim" Panggil Jennie merasa sangat kesakitan, Limario yang telah selesai langsung segera mendatangi Jennie.

"Iya sayang, aku disini sayang" Ujar Limario kembali memegang erat tangan Jennie sembari terus mengusap pelan kepala Jennie.

"Baik, kita akan menunggu sebentar karna pembukaannya belum sempurna" Ujar sang dokter yang membuat Limario hanya bisa merapalkan doa-doanya untuk Jennie

"Sabar ya sayang, kuat ya sayang" Bisik Limario pada Jennie yang masih meringis kesakitan sejak tadi.

"Sakit" Ujar Jennie akhirnya menangis karna tak bisa lagi menahan rasa sakit yang luar biasa sangat sakit.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang