Ngidam Jilid 2

1.2K 130 2
                                        

Limario membuka matanya secara perlahan karna merasa ada suara tangisan disebelahnya, Limario sontak menyadarkan dirinya dan melihat Jennie sedang menangis tepat disampingnya.

"Kenapa sayang?" Tanya Limario dengan suara yang parau karna baru saja bangun dari tidurnya.

"Aku pengen makan sate" Jawab Jennie sembari menyeka air matanya, Limario sontak mengerutkan keningnya dengan bingung.

"Kenapa nangis sayang? Kan sayang bisa bilang aja" Ujar Limario meregangkan tangannya sebentar.

"Gapapa emang? Aku takut kamu kecapean" Ujar Jennie merasa tak enak pada Limario karna Limario juga baru tidur 2 jam yang lalu.

"Gapapa, aku cariin dulu kalau gitu. Sayang mau sate apa?" Tanya Limario bangun dari tempat tidur.

"Mau sate ayam sama sapi, tapi dagingnya selang seling tiap tusukan" Jawab Jennie yang membuat Limario hanya bisa menganggukkan kepalanya.

"Yaudah, aku cuci muka dulu" Ujar Limario berlalu kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya agar tidak mengantuk lagi.

"Sayang mau ikut atau mau disini aja?" Tanya Limario yang membuat Jennie nampak berpikir sebentar.

"Enggak, mau disini aja" Jawab Jennie yang membuat Limario mengangguk kemudian memilih berlalu untuk mencarikan sate yang diinginkan oleh Jennie.

"Jaga ibu ya, saya keluar beli sate dulu" Pesan Limario pada para bodyguardnya yang sedang berjaga.

"Baik tuan" Jawab mereka semua dengan kompak, Limario langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya untuk mencari dimana yang berjualan sate.

"Hm?" Gumam Limario ketika melihat Jennie menelfonnya, Limario memilih mengangkatnya sebentar.

"Ada apa sayang?" Tanya Limario karna dia baru saja setengah perjalanan dalam mencari tukang sate yang masih buka.

"Aku mau ikut" Jawab Jennie diujung telfon, Limario tersenyum mendengar ucapan Jennie padahal tadi dia menolak untuk ikut.

"Yaudah, aku balik lagi" Ujar Limario memilih putar balik untuk membiarkan Jennie ikut bersamanya daripada nanti dia menangis lagi seperti tadi.

"Kenapa tiba-tiba pengen ikut?" Tanya Limario memasangkan seatbelt untuk Jennie sementara Jennie hanya mengedikkan bahunya tanda dia juga tak tau kenapa ingin tiba-tiba ikut bersama dengan Limario.

"Yaudah" Ujar Limario akhirnya hanya bisa mengalah pada Jennie karna jika Limario tak mengizinkannya, makanya Jennie akan marah padanya bahkan tak mau berbicara padanya.

"Aku jadi pengen nyoba nerbangin pesawat deh" Celutuk Jennie tiba-tiba yang membuat Limario memejamkan matanya sebentar.

"Mau jadi pilot?" Tanya Limario yang membuat Jennie menganggukkan kepalanya dengan semangat.

"Kayaknya seru aja gitu jadi pilot bisa nerbangin pesawat" Jawab Jennie yang membuat Limario menghela nafasnya sejenak.

"Mau nyoba?" Tanya Limario sebenarnya bertanya hanya sekedar untuk memastikan saja.

"Boleh" Jawab Jennie langsung tanpa berpikir dua kali, Limario sontak menelan ludahnya dengan susah payah.

"Yaudah, nanti aku coba ya" Ujar Limario pusing sekarang memikirkan bagaimana bisa Jennie menerbangkan pesawat.

"Yeay" Girang Jennie mendengar bahwa Limario akan mencoba mengusahakan keinginannya.

"Ayo turun" Ajak Limario sembari membuka seatbeltnya sedangkan Jennie nampak berpikir sebentar.

"Kamu aja deh yang beli, aku tunggu disini" Ujar Jennie yang membuat Limario menghela nafasnya sejenak kemudian mengangguk.

"Pak, mohon maaf. Istri saya lagi ngidam, pengen makan sate ayam sama sapi tapi dagingnya selang seling. Bisa nggak ya pak? Nanti saya bayar lebih deh" Jelas Limario pada sang penjual sate.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang