Kak Cuwi

1.1K 132 3
                                    

Jisoo meregangkan tangannya yang terasa sangat pegal akibat lamanya pelajaran matematika yang baru saja selesai.

"Gila ya tuh guru, ga bosen anjir ngajar selama tiga jam" Keluh Jisoo sedangkan Limario hanya tersenyum sembari memasukkan buku-bukunya kedalam tas miliknya.

"Jis, Lim. Kantin" Ujar Seulgi yang datang bersama dengan Irene, Irene sontak berlalu kearah Jennie.

"Kantin yuk Jen" Ajak Irene tapi Jennie justru menggelengkan kepalanya.

"Maaf Rene, gue udah janji sama kak Kai" Ujar Jennie kemudian mengalihkan pandangannya ke Kai yang baru saja datang.

"Duluan ya" Ujar Jennie menepuk pundak Irene sebentar kemudian berlalu sedangkan Irene tak bisa berkata apa-apa.

"Mampus nyai, ditinggal" Ujar Jisoo sementara Irene menghela nafasnya dengan kesal dan berlalu kearah Seulgi.

"Aneh banget tuh nek lampir lama-lama, bucin tapi malah ngelupain kita" Ujar Jisoo berjalan bersama dengan Limario sedangkan didepan mereka ada Irene dan Seulgi.

"Biarin aja, mungkin dia emang maunya kayak gitu" Ujar Seulgi sembari merangkul Irene yang masih kesal karna Jennie malah meninggalkannya.

"Halo kak Cuwi" Sapa Jisoo ketika melihat Tzuyu yang berada didepan pintu kantin sedang mengobrol dengan temannya.

"Halo Jis, mau ngantin?" Tanya Tzuyu yang sontak mendapat anggukan dari Jisoo.

"Gue bareng ya? Soalnya Nayeon mau ke perpus" Ujar Tzuyu yang sontak mendapat anggukan dari Jisoo.

"Yaudah Nay, makasih ya udah nemenin sampe kesini" Ujar Tzuyu pada Nayeon kemudian bergabung bersama dengan Jisoo juga yang lainnya.

"Irene makin cantik aja ih" Puji Tzuyu setelah memperhatikan Irene yang tengah menanyakan ingin makan apa pada Seulgi.

"Kakak bisa aja, kakak tuh lebih cantik" Puji balik Irene sedangkan Jisoo menghela nafasnya dengan malas.

"Kenapa ya kalau cewek sama cewek mujinya tuh enak didengar, coba cowok? Dikatain gay anjir" Komentar Jisoo yang mendapat tawa dari Irene dan juga Tzuyu.

"Oh iya, ampir lupa" Ujar Jisoo setelah melihat adanya Limario didekat mereka.

"Kak, ini kenalin. Lim" Ujar Jisoo menunjuk Limario yang kebetulan duduk tepat didepan Tzuyu.

"Oh, hai. Murid pindahan ya?" Tanya Tzuyu yang membuat Jisoo menganggukkan kepalanya.

"Lim kak" Sebut Limario ketika Tzuyu mengulurkan tangannya sementara Tzuyu tersenyum dengan menyebutkan namanya juga.

"Tumben nggak ada siapa tuh yang pipinya kayak bakpau itu?" Tanya Tzuyu yang membuat Jisoo menghela nafasnya dengan malas.

"Tanya tuh sama si nyai kak, temennya ilang kemana" Jawab Jisoo yang membuat Irene kesal dan melemparkan tisu kearahnya.

"Tumben nggak ikut ngantin sama kalian" Ujar Tzuyu sementara Seulgi berdiri untuk memesan makanan ditemani oleh Limario.

"Dia udah ada janji sama kak Kai" Jawab Irene yang membuat Tzuyu mengangguk tanda paham.

"Dia beneran ternyata dekat sama Kai?" Tanya Tzuyu yang dibalas anggukan oleh Jisoo dan Irene.

"Kasih tau dia hati-hati aja, tau sendiri kan tuh orang kayak gimana" Peringat Tzuyu yang membuat Jisoo dan Irene mengangguk seolah paham.

"Susah kak. Mau kita ngasih tau sambil kayang pun kalau aslinya macem Jennie mah susah" Ujar Jisoo sementara Irene mengangguk tanda setuju.

"Antisipasi aja" Ujar Tzuyu yang membuat mereka mengangguk tanda paham.

Our StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang