Jennie menghentikan kegiatannya sebentar kemudian menghela nafasnya sejenak mengingat bahwa dia tiba-tiba menginginkan seorang anak.
"Apa aku bilang aja ya ke Lim?" Tanya Jennie pada dirinya sendiri, Jennie lantas mengurungkan niatnya karna dia juga belum tau apakah dia siap menjadi seorang ibu atau tidak.
"Sayang" Sapa Limario yang baru saja datang untuk menjemput Jennie karna sebentar lagi butik Jennie akan tutup.
"Hai honey" Sapa balik Jennie memilih membereskan barang bawaannya sedangkan Limario membantu sesekali.
"Gimana kerjaan hari ini?" Tanya Limario sembari memperhatikan Jennie yang sedang mematikan beberapa alat elektronik yang ada didalam ruangannya.
"Aman aja sih, tadi juga baru habis ketemu Irene" Jawab Jennie memilih berlalu keluar bersama dengan Limario.
"Jangan lupa periksa lagi sebelum kalian pulang, hati-hati dijalan ya" Pesan Jennie pada para pegawainya.
"Udah?" Tanya Limario setelah memasang seatbelt untuk dirinya sendiri, Jennie sontak menganggukkan kepalanya.
"Mau mampir kemana nggak?" Tanya Limario yang membuat Jennie menggelengkan kepalanya karna dia sendiri sedang memikirkan banyak hal.
"Sayang" Panggil Limario ketika tidak mendapati Jennie dikamar mereka karna tadi Limario harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.
"Nini?" Panggil Limario ketika melihat pintu balkon kamar mereka terbuka, Limario berjalan kearah balkon dan melihat Jennie yang tengah duduk sembari memandang kosong kearah langit.
"Kenapa sayang? Hm?" Tanya Limario berlalu duduk disamping Jennie dan merangkulnya karna tau jika Jennie sedang banyak pikiran.
"Cerita aja kalau ada masalah, siapa tau aku bisa bantu" Ujar Limario sembari mengusap perlahan bahu Jennie.
"Aku jadi kepikiran sesuatu" Ujar Jennie yang membuat Limario diam untuk mendengarkan apa yang Jennie sedang pikirkan sekarang.
"Apa tuh? Ada sesuatu yang ingin kamu capai?" Tanya Limario penasaran kenapa Jennie mendadak diam beberapa hari ini.
"Gimana kalau kita mulai program biar punya anak?" Tanya Jennie menatap langsung pada Limario.
"Enggak ya?" Tanya Jennie ketika melihat Limario tidak merespon apa-apa, Jennie hendak berlalu tapi Limario menahan tangannya.
"Kata siapa enggak? Aku aja belum jawab apa-apa sayang" Jawab Limario sembari mengusap perlahan pipi Jennie.
"Aku udah nyiapin semuanya, kita bisa program biar bisa punya baby" Ujar Limario yang membuat Jennie menatapnya dengan mata berbinar.
"Kamu serius sayang?" Tanya Jennie memastikan apakah Limario sedang bercanda atau tidak.
"Aku serius, lagian kita udah nikah hampir setahunan kan" Jawab Limario yang membuat Jennie benar-benar tak menyangka jika Limario setuju dengan apa yang dia sampaikan.
"Makasih sayang" Ujar Jennie berlalu masuk kedalam pelukan Limario karna benar-benar merasa senang.
"Nanti kita coba konsultasi juga sama dokter, siapa tau bisa lebih cepet atau ada masukan dari dokter tentang kehamilan kamu nanti" Ujar Limario yang membuat Jennie menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Aku nggak tau, kayak ngelihat Irene sama Joy tuh aku jadi pengen punya baby" Ujar Jennie beralih masuk kedalam pelukan Limario.
"Iya sayang, kita usahain ya" Ujar Limario sembari mengusap perlahan rambut Jennie, sebenarnya Limario mau saja memiliki anak sejak awal, tapi Limario harus memastikan semuanya berjalan dengan lancar terlebih dahulu.
