Cadereyn Ahyeon Kim Manoban

1.5K 149 3
                                        

Limario kini bertugas menjaga kedua anaknya karna Jennie memilih beristirahat sembari memperhatikan kedua anaknya yang tengah diajari berhitung oleh Limario.

"Nah, ini angka 1" Ujar Limario menulis disebuah papan tulis putih yang sengaja dia beli untuk kedua anaknya.

"Tatu" Ujar baby Seong sementara baby Ella hanya diam karna merasa sangat bosan diajari oleh Limario.

"Ayo kak, satu" Ujar Limario yang membuat baby Ella menghela nafasnya dengan malas karna baby Ella ingin bermain bersama dengan Kuma atau Love.

"Ayah no study pisss" Ujar baby Ella yang membuat Jennie menggelengkan kepalanya mendengar ucapan anak keduanya tersebut.

"Nanti bunda nggak kasih izin kakak buat deket-deket sama Kuma atau Love loh" Ujar Limario yang membuat baby Ella mengerucutkan bibirnya mendengar ancaman Limario.

"Huh, bunda no fun" Ujar baby Ella yang membuat Jennie menghela nafasnya mendengar ucapan baby Ella.

"Ayo, belajar berhitung dulu. Katanya mau masuk sekolah" Ujar Limario yang membuat baby Seong mengangguk dengan semangat.

"Apan abang cekolah ayah?" Tanya baby Seong yang sangat penasaran dengan sekolah apalagi jika bertemu banyak teman-teman seusianya.

"Nanti pas abang umurnya 5 tahun" Jawab Limario yang membuat baby Seong menghela nafasnya karna umurnya sekarang saja masih 4 tahun.

"Adahal engen taya kakak Kalina ama kakak William" Ujar baby Seong yang membuat Limario mengusap rambutnya dengan pelan.

"Kan setahun lagi, tunggu sebentar ya abang" Ujar Limario mencoba memberi sedikit pengertian untuk baby Seong.

"Ya ayah" Jawab baby Seong karna dia juga tak mungkin memaksa Limario untuk segera menyekolahkannya.

"Kakak, ayo berhitung" Ujar Limario beralih pada anak keduanya setelah meminta baby Seong untuk menulis beberapa angka yang sudah dia tulis di papan tulis tersebut.

"Ini namanya angka satu" Ujar Limario mengajar baby Ella yang nampak sangat malas mengikuti apa yang dikatakan oleh Limario.

"Ini apa kak?" Tanya Limario memastikan apakah baby Ella benar-benar mendengarnya atau tidak.

"One" Jawab baby Ella yang membuat Limario menghela nafasnya sejenak karna Limario ingin mengajarkan lebih banyak bahasa Indonesia agar memudahkan baby Ella untuk berkomunikasi dengan semua orang.

"Satu sayang, kita belajar bahasa Inggrisnya nanti lagi" Ujar Limario tapi baby Ella langsung menggelengkan kepalanya tanda menolak.

"Kakak, kakak nggak susah apa kalau misal bicara ke mba atau ke suster kalau merekanya nggak paham?" Tanya Limario yang membuat baby Ella langsung menggelengkan kepalanya.

"Abang ayaws look Ella" Jawab baby Ella dengan polosnya sementara Jennie terkekeh mendengar jawaban anaknya tersebut.

"Suka-suka kakak lah" Ujar Limario merasa lelah ketika justru baby Ella selalu menjawab apa yang menjadi ketakutan dari Limario.

"Biarin aja kalau si kakak nggak mau, jangan terlalu dipaksa entar nangis kakaknya" Ujar Jennie karna kedua anaknya terkadang memiliki sifat yang berbeda, jika baby Seong sangat menyukai pelajaran, baby Ella justru sebaliknya.

"Kakak tuh lebih suka main sama Kuma atau Love, makanya jadi males belajar" Ujar Limario menenggelamkan kepalanya pada paha Jennie.

"Ya gimana lagi? Cuman Kuma sama Love yang kadang selalu nemenin kakak kemana aja kan?" Tanya Jennie karna ketika kedua orang tuanya sibuk atau baby Seong sedang bermain dengan mainannya, baby Ella terkadang main ditaman dan ditemani oleh kedua anjing peliharaan mereka.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang