Penjelasan

1K 130 0
                                        

Limario menghela nafasnya pelan ketika melihat Jennie hanya diam saja sejak semalam, bahkan Jennie tak menyapanya sama sekali.

"Sayang" Panggil Limario tapi Jennie tak mengidahkannya dan malah fokus menyiapkan baju untuk Limario hari ini.

"Hey, dengerin dulu" Ujar Limario menahan tangan Jennie yang hendak berlalu keluar, Jennie sontak terdiam menunggu apa yang akan Limario sampaikan.

"Aku bener-bener minta maaf kalau misal kamu ngerasa aku nggak becus ngurus semuanya. But, aku janji bakalan narik kontrak kursus abang sama adek kalau kamu emang keberatan" Ujar Limario meskipun dia harus menanggung biaya pinalti yang cukup mahal akibat pembatalan sepihak.

"Aku janji setelah urusanku selesai, aku langsung batalin" Sambung Limario lagi berharap Jennie mau percaya padanya.

"Yaudah, tapi aku ikut" Ujar Jennie yang membuat Limario langsung menganggukkan kepalanya tanda tak masalah jika Jennie harus ikut.

"Iya sayang, selesai aku ngurus urusanku. Aku pulang dan kita pergi bareng" Ujar Limario yang membuat Jennie akhirnya mengangguk.

"Baikan?" Tanya Limario yang membuat Jennie tersenyum dan mengangguk sedangkan Limario ikut tersenyum karna akhirnya Jennie berhenti marah padanya.

"Ayah" Panggil baby Ella yang baru saja bangun, baby Ella menghela nafasnya ketika tak melihat kedatangan Limario.

"Adek no, jatoh nanti" Ujar Jennie kaget melihat baby Ella berada diujung tangga, Limario sontak berlari kearah baby Ella karna takut baby Ella nekat dan malah terjatuh.

"Di adek kal ayah" Ujar baby Ella yang membuat Limario tersenyum dengan kaku karna baby Ella malah menyalahkannya.

"Iya, ayah sorry princess" Ujar Limario yang membuat Jennie terkekeh mendengar Limario yang justru minta maaf pada baby Ella.

"Ayah sendiri kan yang minta punya anak cewek" Bisik Jennie kemudian berlalu sembari tertawa kecil.

"Dasar mini Jennie" Gumam Limario ketika baby Ella masih mendumel terus tentang Limario yang tak mendengar panggilannya.

"Itu abang" Ujar Limario menunjuk baby Seong yang baru saja turun bersama dengan sang suster dengan membawa beberapa kertas untuk dia pakai belajar nanti.

"Itu apa bang?" Tanya Limario bingung melihat banyaknya kertas serta alat tulis yang dibawa oleh baby Seong.

"Ugas, abang ama adek ada ugas" Jawab baby Seong yang membuat Limario tersenyum dengan kaku mendengar ucapan baby Seong karna mungkin besok mereka harus mencari guru baru lagi untuk baby Seong dan juga baby Ella.

"Ayo sarapan" Ajak Jennie yang telah selesai membantu mba Inem menyiapkan menu sarapan untuk keluarganya.

"Kertasnya ditaroh dulu ya bang" Ujar Limario mengambil alih semua kertas yang baby Seong bawa terus menerus.

"Itu apa bang?" Tanya Jennie bingung karna dia sama sekali tidak tau apa yang dibawa oleh baby Seong sampai ke ruang makan.

"Ugas ali iss Uwi" Jawab baby Seong dengan polosnya sementara baby Ella merasa tak peduli dan fokus pada makanannya.

"Biar nanti kita bilangin pelan-pelan aja sayang" Ujar Limario ketika Jennie hendak mengatakan bahwa hari ini adalah hari terakhir mereka kursus bersama Tzuyu.

"Ayah kerja dulu ya? Abang sama adek nggak boleh nakal dan harus nurut sama bunda" Ujar Limario mencium puncak kepala kedua anaknya kemudian beralih pada Jennie.

"Bunda juga jangan kecapean, banyak-banyak istirahat" Ujar Limario mencium kening, pipi serta bibir Jennie.

"Ayah juga, hati-hati" Pesan Jennie sebelum Limario benar-benar berlalu untuk menyelesaikan semua urusannya agar mereka bisa kembali lagi ke rumah mereka.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang