Ponakan Pertama

1.8K 141 1
                                        

Jennie kini tengah fokus pada pekerjaannya karna setelah kembali dari honeymoon, pekerjaan Jennie malah bertambah banyak.

"Untuk semua urusan rumah udah kelar" Gumam Jennie karna beberapa minggu kemarin mereka fokus pindahan.

"Permisi bu" Sapa seorang karyawan Jennie yang masuk kedalam ruangan Jennie, Jennie sontak mendongkak dan bertanya ada apa.

"Ada bu Joy, nyariin ibu katanya" Ujar sang karyawan yang membuat Jennie berdiri dan melihat Joy yang melambaikan tangannya.

"Tumben nggak masuk" Ujar Jennie memeluk Joy sekilas karna mereka tengah sibuk dengan urusan masing-masing makanya mereka benar-benar tidak pernah bertemu.

"Keluar yuk, makan siang bareng yang lainnya" Ajak Joy tiba-tiba yang membuat Jennie nampak berpikir sebentar.

"Ayolah Jen, lo kerja mulu perasaan" Ujar Joy yang membuat Jennie akhirnya menganggukkan kepalanya dengan terpaksa.

"Gue ambil ipad sama tas gue dulu" Ujar Jennie berlalu masuk kembali kedalam butiknya.

"Tumben banget pada ngumpul" Ujar Jennie sembari memasang seatbeltnya karna Joy mengatakan bahwa mereka pergi bersama saja.

"Nggak tau, lagi pada free kayaknya" Jawab Joy karna dia hanya ditugaskan untuk menarik Jennie untuk ikut bersama dengan mereka.

"Lama banget" Komentar Solar ketika melihat Jennie dan juga Joy baru saja masuk kedalam coffe shop milik Moonbyul.

"Nih, si cabe" Ujar Joy menunjuk Jennie yang sedang memeluk satu persatu temannya karna mereka sudah lama tidak bertemu.

"Jadi juga ya kak Moonbyul buat coffe shop" Ujar Jennie melihat interior dari coffe shop tersebut.

"Iya, dia bilang mumpung lagi rajin makanya dia sampe buka coffe shop ini" Ujar Solar karna selain menjadi hakim, Moonbyul juga mendirikan beberapa bisnis dan salah satunya adalah coffe shop ini.

"Kangen banget nggak sih? Udah lama banget nggak ketemuan" Ujar Rose yang membuat semuanya mengangguk tanda setuju.

"Pada sibuk masing-masing juga sih, apalagi kita dah pada nikah" Ujar Solar yang mendapat anggukan dari yang lainnya.

"Rosie kapan nih?" Tanya Joy yang membuat Rose menghela nafasnya sejenak kemudian menggelengkan kepalanya tanda dia juga tidak tau akan menikah kapan.

"Napa Ren? Sakit?" Tanya Jennie bingung melihat Irene yang sejak tadi hanya diam saja, bahkan Irene nampak berkeringat dingin.

"Ah, gapapa kok" Jawab Irene kelabakan ketika Jennie tiba-tiba saja mengajukan pertanyaan padanya.

"Nggak tau si Rene, daritadi dia banyak diemnya" Ujar Solar yang membuat Rose mengangguk tanda setuju dengan perkataan Solar.

"Kalau ada masalah, cerita aja kali Ren" Ujar Jennie memegang tangan Irene yang nampak sedikit berkeringat.

"Gue gapapa kok" Ujar Irene berusaha tersenyum simpul pada teman-temannya agar tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.

"Kenapa? Ada masalah sama Seulgi?" Tanya Solar yang membuat Irene sontak menggelengkan kepalanya dengan kuat.

"Enggak mungkin nggak sih kalau masalah sama Egi" Jawab Joy karna mereka mengenal betul bagaimana Seulgi selama ini.

"Iya sih, tapi kenapa Ren? Lo diem doang loh daritadi" Ujar Solar penasaran kenapa Irene banyak diamnya sejak tadi.

"Sebenarnya ada hal yang pengen gue omongin sama kalian" Ujar Irene akhirnya setelah memantapkan dirinya.

"Iya, ada apa?" Tanya Jennie mewakili teman-temannya yang lain, Irene nampak menghela nafasnya sejenak.

"Buat kalian" Ujar Irene menaruh sebuah kotak hadiah kecil ke atas meja mereka, yang lain sontak saling pandang dengan bingung.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang