William Bramastya Wirakusuma

1.2K 114 1
                                        

Kini rumah kediaman keluarga Seulgi dan Irene dipenuhi oleh canda tawa serta suara-suara orang tengah berbicara satu sama lain karna hari ini rumah Seulgi dan Irene didatangi oleh Limario dkk.

"Baby Karin" Sapa Jennie tersenyum senang melihat baby Karina yang sekarang sudah berusia 3 bulan.

"Udah bisa tengkurep ya dia?" Tanya Limario sembari mengusap pelan kepala baby Karina yang sedang menatap mereka dengan seksama.

"Lucu banget, muka bengongnya persis bapaknya" Ujar Jisoo ketika melihat baby Karina yang memperhatikan orang-orang yang datang.

"Ngawur lo" Balas Seulgi sembari menyerahkan botol susu baby Karina pada Irene.

"Ya terus mirip siapa? Masa mirip tetangga, bener kok yang dibilang sama Jisoo" Ujar Wendy ikut setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jisoo barusan.

"Aaa" Ujar baby Karina ketika melihat botol susu miliknya yang sedang dipegang oleh Irene.

"Ih, pinter banget" Ujar Rose merasa gemas ketika baby Karina menghampiri Irene untuk meminta botol susunya.

"Sebentar sayang, masih panas" Ujar Irene karna tadi asi yang ada didalam botol susu milik Karina harus dipanasi terlebih dahulu.

"Utututu, sini sama ayah" Ujar Seulgi mengambil baby Karina ketika baby Karina mulai menangis karna Irene tak memberikan botol susu miliknya.

"Pengen ngarungin rasanya Rene" Ujar Solar yang memperhatikan baby Karina sejak tadi, Irene sontak tersenyum mendengar hal tersebut.

"Jangan ngarungin, produksi dong" Celutuk Joy yang sejak tadi masih mencari posisi nyamannya karna kandungan sudah membesar.

"Yeu, nyahut aje lo. Pikirin tuh cara duduk lo" Ujar Solar karna daritadi dia melihat Joy putar sana putar sini demi mencari posisi nyamannya.

"Mau diambilin bantal nggak Joy?" Tanya Irene merasa kasihan juga pada Joy yang sejak tadi mencari posisi nyamannya dia.

"Boleh deh Ren, capek gue nih" Jawab Joy dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan, Irene sontak berdiri dan berlalu kearah kamar tamu untuk mengambil bantal.

"Mau gendong?" Tawar Seulgi pada Rose yang selama ini hanya beberapa kali menggendong baby Karina mengingat Jennie dan Solar selalu menggendongnya ketika bertemu.

"Dia nggak bakalan nangis kan kak?" Tanya Rose takut jika dia baru menggendong baby Karina dan malah menangis.

"Enggak kok, aman dia mah" Jawab Seulgi menyerahkan baby Karina pada Rose, baby Karina sontak memperhatikan dengan seksama wajah Rose.

"Tuh, tuh. Mirip elu Gi" Ujar Jisoo ketika melihat baby Karina yang seperti sedang berpikir.

"Nih Joy" Ujar Irene menyerahkan bantal agar Joy dapat mengatur posisi duduknya agar nyaman untuknya.

"Lagian udah segede gitu masih aja mau keluar" Omel Solar karna dia juga takut Joy kenapa-napa.

"Masa iya kalian ngumpul, gue merem doang dirumah" Ujar Joy karna sebenarnya Wendy juga tak mengizinkannya keluar, tapi Joy bersikeras ingin keluar dan melihat baby Karina.

"Sini nak, minum susu dulu" Ujar Irene setelah memegang botol susu milik Karina yang sudah tak panas lagi.

"Minum susu dulu ya sayang, nanti aunty gendong lagi" Ujar Rose menyerahkan baby Karina pada Irene.

"Biar aku aja Hyun" Ujar Seulgi membantu memegangi botol susu milik Karina yang sudah berbaring diatas karpet dengan bantal kecilnya.

"Dia nih mau tidur atau hanya minum susu doang?" Tanya Jennie penasaran dengan baby Karina yang sedang meminum susunya.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang