Jennie dan Irene kini tengah berdiskusi satu sama lain mengenai pekerjaan mereka, meskipun Jennie sedikit khawatir dengan kondisi Irene karna kehamilan Irene telah menyentuh hampir 9 bulan.
"Lo serius gapapa nih Rene?" Tanya Jennie sudah bertanya lebih dari 5 kali karna Irene beberapa kali meringis.
"Gue gapapa Jen, lagian ada Egi juga didepan kan" Jawab Irene karna Seulgi memilih menemani Irene tapi Seulgi harus mengambil barang didalam mobil mereka.
"Kenapa? Sakit lagi?" Tanya Seulgi ketika masuk ke ruangan Jennie dan mendapati wajah kesakitan Irene.
"Iya Gi, tapi dateng nggak dateng nggak" Jawab Irene yang membuat Seulgi menghela nafasnya dan mengambil tempat disamping Irene.
"Balik aja deh Rene, gapapa kok. Bisa entaran aja" Ujar Jennie merasa sangat khawatir pada Irene apalagi Irene sudah berkali-kali merasa kesakitan.
"Iya Hyun, kamu udah pucet banget ini" Ujar Seulgi yang sejak tadi mengkhawatirkan keadaan Irene.
"Beneran gapapa Jen?" Tanya Irene karna sebenarnya dia merasa tak enak pada Jennie jika harus diundur lagi.
"Keselamatan lo yang utama Rene, sekalipun nanti project kita nggak jalan, yaudah" Ujar Jennie karna dia juga tidak terlalu memusingkan hal tersebut.
"Yaudah Jen, gue sama Irene pulang dulu ya" Pamit Seulgi yang membuat Jennie menganggukkan kepalanya.
"Akhhhh, Gi" Teriak Irene tiba-tiba ketika dia hendak berdiri, Irene kembali terduduk dengan keringat yang mengucur derasa di keningnya.
"Gi, siapin mobil cepet" Ujar Jennie langsung menahan Irene, Seulgi yang panik bingung mencari kunci mobilnya.
"Seulgi, cepetan. Ketuban Irene udah pecah" Ujar Jennie memarahi Seulgi yang nampak kebingungan.
"Ayo Rene" Ujar Jennie memapah Irene dibantu oleh salah satu pegawai Jennie yang tadi sempat dimintai tolong oleh Seulgi.
"Pelan-pelan Ren" Ujar Jennie ikut masuk kedalam mobil Seulgi untuk membantu mengantar Irene ke rumah sakit.
"Lo fokus aja nyetirnya, biar gue yang hubungin keluarga Irene" Ujar Jennie karna Seulgi terkadang fokus pada ponselnya.
"Oke Jen, tolong ya" Ujar Seulgi menatap cemas kearah Irene yang berada disamping Jennie.
"Tahan ya Rene, bentar lagi nyampe kok" Ujar Jennie sembari memenangi tangan Irene yang nampak sangat dingin.
"Cepet panggil suster sana" Usir Jennie setelah mobil Seulgi berhenti tepat didepan rumah sakit milik Siwon.
"Pelan-pelan Ren" Ujar Jennie membantu Irene untuk turun dari mobil, kemudian Irene dibawa oleh para suster menggunakan kursi roda.
"Temenin Irene sana, biar gue yang urus administrasinya" Ujar Jennie yang membuat Seulgi menganggukkan kepalanya.
"Gi, tolong fokus. Demi anak sama istri lo" Ujar Jennie menahan tangan Seulgi ketika Seulgi hendak berlalu.
"Makasih ya Jen, gue temenin Irene dulu" Ujar Seulgi merasa sedikit tenang karna ucapan dari Jennie.
"Gimana Jen?" Tanya Joy yang datang bersama dengan yang lainnya meskipun usia kandungan Joy juga sudah menginjak angka 6 bulan.
"Masih didalem" Jawab Jennie menunjuk ke ruangan tempat dimana Irene akan melahirkan anak pertamanya.
"Gimana bisa deh sampe ketubannya pecah?" Tanya Solar penasaran karna dia juga kaget mendengar kabar tersebut dari Jennie.
"Tuh anak keras kepala banget, dia masih sempet-sempetnya kerja" Jawab Jennie menceritakan bagaimana beberapa hari ini Irene terus menerus keluar rumah untuk bekerja.
