Limario dan Jennie kini tengah menghabiskan waktu bersama dikamar mereka setelah seharian bekerja.
"Dedek" Sapa Limario sembari mengusap perlahan perut Jennie, Jennie sontak tersenyum melihat interaksi tersebut.
"Dedek rewelnya sekarang aja dong, jangan pas tengah malam. Kasihan loh bundanya jadi nggak bisa tidur" Ujar Limario menasehati sang anak dengan cara menempelkan tangannya pada perut Jennie.
"Dedek pengen begadang kali" Jawab Jennie yang membuat Limario terkekeh mendengar hal tersebut.
"Nanti aja begadangnya dek, kalau dah gede. Biar ayah temenin" Ujar Limario yang membuat Jennie tersenyum mendengar hal tersebut.
"Dedek nanti kalau udah keluar, mau beli apa aja bakalan dibeliin. Tapi ya harus janji dulu, biar nggak bikin repot bundanya" Ujar Limario karna merasa kasihan semenjak kandungan Jennie menginjak usia 5 bulan, tidur Jennie menjadi tak teratur.
"Dedek sayang kan sama bunda? Jangan bikin bunda begadang terus dek, lihat mata bunda tuh, udah kayak panda" Ujar Limario lagi yang membuat Jennie hanya bisa tersenyum melihat interaksi Limario dengan anaknya.
"Ugh" Jennie melenguh ketika merasa anaknya merespon semua ucapan dari Limario, Limario sontak tersenyum mendapat jawaban dari sang anak.
"Baik-baik disana ya dek, nanti kita ketemu 2 bulan lagi" Ujar Limario sembari mencium perut Jennie.
"Sini, aku pijetin" Ujar Limario duduk sembari memijat bagian pinggang serta punggung Jennie yang terasa nyeri.
"Kamu harusnya udah work from home, biar nggak terlalu banyak kegiatan sayang" Nasehat Limario karna Jennie sampai sekarang masih ke butik tiap hari.
"Nanti dulu deh sayang, aku banyak kerjaan banget soalnya" Jawab Jennie karna orderan yang masuk semakin banyak tiap harinya.
"Ya tapi kan ini demi kebaikan kamu sama dedek juga, dedek ngamuknya bukan pas kerja masalahnya" Ujar Limario benar-benar mengkhawatirkan Jennie.
"Kamu siang nggak bisa istirahat, malemnya malah ngamuk si dedek" Ujar Limario mengingat anaknya selalu rewel ditengah malam ketika Jennie sedang tertidur.
"Mungkin dia mau ngasih peringatan sama aku, biar nggak kerja terus" Ujar Jennie sembari mengusap perutnya.
"Iyakan, dia mau ngejagain kamu. Tapi kamunya aja keras kepala" Ujar Limario yang membuat Jennie tersenyum mendengar omelan dari Limario.
"Kamu beneran mau dipanggil bunda?" Tanya Limario karna Jennie sudah sering menyebut dirinya sendiri dengan panggilan bunda.
"Iya, kayak lucu aja gitu sayang" Jawab Jennie karna setelah mencari-cari nama panggilan untuknya nanti, Jennie terpikat dengan panggilan bunda.
"Kamu gimana? Udah mutusin?" Tanya Jennie karna Limario selama ini belum memutuskan akan dipanggil apa nantinya.
"Daddy kayaknya bagus, biar ada kebarat-baratannya juga" Jawab Limario yang membuat Jennie mengangguk tanda setuju.
"Tapi panggilan bunda setauku cocoknya sama panggilan ayah atau bapak" Sambung Limario yang membuat Jennie terdiam.
"Ya gapapa sayang, biar beda juga" Ujar Jennie tak terlalu mempermasalahkan cocok atau tidaknya panggilan mereka berdua.
"Ya nggak bisa gitu dong sayang, masa iya aku dipanggil daddy sementara kamu malah bunda" Ujar Limario tak bisa mentoleransi hal tersebut sekalipun hanya sebuah panggilan.
"Yaudah, berarti pilihannya dua. Mau tetep dipanggil daddy atau ayah" Ujar Jennie yang membuat Limario nampak berpikir sebentar.
"Masih bingung sebenarnya aku" Jawab Limario belum ada keinginan tersendiri untuk panggilannya nanti.
