Jennie tersenyum hangat melihat Limario tidur diapit oleh baby Seong dan juga baby Ella karna keduanya sama-sama ingin tidur bersama dengan kedua orang tua mereka.
"Good morning sayang-sayangnya bunda" Ujar Jennie dengan cara berbisik agar tidak menganggu waktu tidur suami serta kedua anaknya.
"Pagi mba" Sapa Jennie pada sang art yang sudah siap membantunya untuk membuat kue ulang tahun khusus untuk baby Ella.
"Perasaan baru 2 tahun lalu kita buat kayak gini juga bu" Ujar mba Inem yang membuat tersenyum sembari mengikat rambutnya.
"Iya ya? Ulang tahunnya abang, sekarang giliran ulang tahunnya si adek" Jawab Jennie tersenyum mengingat bagaimana pusingnya mereka mengatur semuanya.
"Tapi tahun ini beda mba, karna lagi sibuk persiapan pindahan. Jadi ulang tahun kali ini make jasa dekor" Ujar Jennie karna setelah berdiskusi dengan Limario, keduanya memutuskan untuk menyewa jasa dekor karna kesibukan mereka berdua mengurus kepindahan dan lain-lainnya.
"Iya bu, kemarin saya lihat tuan sibuk banget kayaknya" Ujar mba Inem sembari mulai membantu Jennie membuat kue ulang tahun khusus untuk baby Ella.
"Morning bun" Sapa Limario dengan suara seraknya, Limario bergegas mengambil air mineral untuk dia minum.
"Air dikamar habis yah?" Tanya Jennie karna biasanya Jennie selalu menyimpan air mineral di dekat nakas kamar mereka.
"Abang yang minum" Jawab Limario menegak air mineralnya sembari mengumpulkan nyawanya sejenak.
"Bunda" Panggil baby Seong yang berjalan kearahnya dengan masih memakai piyamanya, baby Seong mengucek matanya sebentar kemudian mengangkat tangannya tanda meminta gendong.
"Sama ayah dulu ya sayang? Bunda lagi buatin kue buat ulang tahunnya adek" Ujar Jennie yang membuat baby Seong hanya bisa menurut ketika Limario menggendongnya.
"Tolong cuciin muka abang sama bantu sikat giginya ya yah, bunda beresin ini dulu" Ujar Jennie yang membuat Limario mengangguk sembari berjalan kearah lantai dua.
"Bu" Panggil baby Ella yang terbangun dari tidurnya karna tidak merasa ada siapa-siapa dikamar kedua orang tuanya.
"Huwaaaa" Tangis baby Ella ketika dia berada diatas tempat tidur dan tak bisa turun karna jarak tempat tidur dengan lantai cukup tinggi untuknya.
"Yah, bu" Ujar baby Ella masih menangis karna tidak ada yang memperdulikannya, baby Ella berusaha turun tapi tak bisa karna takut terjatuh atau bahkan terluka.
"Astaga" Kaget Limario ketika berada didepan pintu kamarnya, Limario tadinya hendak mengambil mainan milik baby Seong dikamarnya tapi kemudian kaget mendengar suara tangisan baby Ella.
"Lupa kalau ternyata masih ada si adek didalem" Ujar Limario segera masuk kemudian mendapati baby Ella menangis tersedu-sedu diatas tempat tidurnya.
"Ya ampun dek, maafin ayah ya sayang. Ayah lupa sama adek" Ujar Limario langsung menggendong baby Ella yang langsung menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Limario.
"Maafin ayah ya sayang, ayah bener-bener lupa kalau adek masih dikamar" Ujar Limario sembari memenangkan baby Ella yang masih enggan mengangkat wajahnya.
"Loh? Adek kenapa nangis sayang?" Tanya Jennie ketika melihat Limario menggendong baby Ella yang tengah menangis.
"Tadi ayah lupa kalau adek masih ada dikamar, jadinya malah ditinggalin" Jawab Limario yang membuat Jennie tersenyum mendengar hal tersebut.
"Maafin ayah sama bunda ya dek, bunda sama ayah lupa sama adek" Ujar Jennie sembari mengusap punggung baby Ella yang masih menempel pada Limario.
"Bu, yah. Dek bo" Ujar baby Ella yang membuat Jennie tersenyum dan terkekeh sedangkan Limario merasa tak enak pada baby Ella.
