Jennie tersenyum melihat adanya baby Karina yang datang bersama dengan Irene dan juga Seulgi.
"Aku tinggal dulu ya Hyun, nanti kalau mau pulang kabarin aja" Ujar Seulgi mencium puncak kepala Irene dan juga baby Karina.
"Ayah kerja dulu ya sayang, dedek sama buna ya" Pesan Seulgi pada baby Karina yang masih menatapnya.
"Ya" Panggil baby Karina ketika melihat Seulgi yang pergi, baby Karina sontak menangis karna ingin ikut dengan Seulgi.
"Utututu tayang, sebentar ya sayang. Ayahnya kerja dulu" Ujar Irene menenangkan baby Karina yang masih menangis.
"Nih, minum susu" Ujar Irene memberikan botol susu baby Karina yang langsung diminum tapi sesekali menoleh kearah pintu.
"Lucu banget, dia udah kenal lo sama Egi" Ujar Jennie mengajak Irene untuk masuk kearah ruang tengah rumahnya.
"Iya emang, dia juga udah bisa manggil. Kayak Egi tuh dia panggil ya, kalau gue manggilnya na" Ujar Irene sembari menurunkan baby Karina keatas karpet.
"Dia nggak takut kan?" Tanya Jennie takut nantinya baby Karina akan kembali menangis karna ada dirinya.
"Enggak, lo kan sering ke rumah" Jawab Irene karna sejak lahirnya baby Karina dan baby William, Jennie tak pernah absen untuk mengunjungi mereka.
"Iya sih, siapa tau dia takut gitu" Ujar Jennie berlalu untuk mengambil ipadnya karna dia dan Irene akan membahas mengenai pekerjaan.
"Tumben banget lo kerja dirumah?" Tanya Irene ketika Jennie telah kembali dan baby Karina sibuk dengan dunianya sendiri.
"Gue mager ke butik, makanya dirumah aja" Jawab Jennie karna entah kenapa tadi pagi dia tiba-tiba mager kemana-mana.
"Untung tuh butik punya lo sendiri" Ujar Irene kemudian menerima hasil beberapa design dari Jennie.
"Gimana? Mau ada yang lo tambahin nggak?" Tanya Jennie ketika melihat Irene tengah fokus dengan ipad miliknya.
"Dedek, mau ini?" Tawar Jennie menunjukkan mainan baby Karina yang ada didekatnya, baby Karina sontak merangkak kearahnya.
"Sayang, cantik banget sih" Ujar Jennie memilih menggendong baby Karina setelah memberikan mainan miliknya.
"Na, na" Gumam baby Karina memanggil Irene yang tengah fokus melihat beberapa design hasil karya Jennie.
"Ren, dipanggil" Ujar Jennie yang membuat Irene sontak mendongkak dan tersenyum pada baby Karina yang tengah digendong oleh Jennie.
"Lucu banget sih" Ujar Jennie sembari menciumi kedua pipi baby Karina yang tengah fokus pada mainannya.
"Na" Panggil baby Karina lagi tapi kali ini ingin turun dari gendongan Jennie, Jennie sontak membiarkan baby Karina untuk merangkak kearah Irene.
"Mam" Ujar baby Karina tepat didepan Irene, Irene sontak tersenyum dan mengambil sesuatu didalam tasnya.
"Eh, tapi nanti berantakan dedek" Ujar Irene setelah ingat bahwa mereka berada dirumah Jennie.
"Na" Tangis baby Karina lagi ketika Irene kembali memasukkan biskuit miliknya, Jennie sontak menghela nafasnya sejenak.
"Kasih aja Ren" Ujar Jennie terdengar seperti memarahi Irene karna Irene malah kembali fokus pada ipadnya.
"Iya iya" Ujar Irene memilih mengalah dan kembali mengambilkan biskuit kesukaan baby Karina.
"Mam" Ujar baby Karina menyodorkan biskuitnya kearah Irene tapi Irene menolak dan menyodorkan kearah mulut baby Karina sendiri.
"Lucu banget sih" Ujar Jennie merasa gemas melihat tingkah baby Karina yang semakin hari semakin berkembang.
