Kebiasaan Baru

1.4K 144 3
                                        

Jennie meringis tatkala dia kembali terbangun dari tidurnya mengingat kandungannya yang sudah berusia 6 bulan, Jennie semakin kesulitan untuk tidur.

"Sakit lagi perutnya?" Tanya Limario setengah mengantuk tapi ketika mendengar rintihan sedikit saja dari Jennie, Limario langsung terbangun begitu saja.

"Iya sayang, sama nggak nyaman banget tidur sekarang. Punggungku rasanya sakit banget" Jawab Jennie yang membuat Limario berusaha mengumpulkan nyawanya untuk menemani Jennie.

"Aku pijetin punggungnya, mau?" Tawar Limario yang membuat Jennie hanya bisa menganggukkan kepalanya.

"Ngehadep sini aja sayang" Ujar Limario memilih turun dari tempat tidur untuk mengambil kursi dan duduk didekat Jennie.

"Sambil tidur ya, udah malem banget soalnya" Ujar Limario mulai memijat secara perlahan punggung Jennie.

"Ugh" Lenguh Jennie tatkala perutnya serta punggung sakit secara bersamaan, Jennie sontak bangun dari tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi.

"Mual lagi?" Tanya Limario memijat leher Jennie yang baru saja memuntahkan cairan lagi dan lagi.

"Iya, huft" Jennie menghela nafasnya sejenak sembari mengusap perutnya guna menenangkan sang anak.

"Ayo, ke kamar lagi" Ajak Limario karna tidak mungkin mereka berdiam diri lebih lama didalam kamar mandi.

"Lilin aromaterapinya nggak ada yang mati kan?" Tanya Jennie yang membuat Limario menganggukkan kepalanya. Inilah kebiasaan baru Jennie, menyalakan lilin aromaterapi hampir memenuhi kamar mereka bahkan Limario pernah merasa tak betah karna wanginya terlalu menusuk.

"Aman semua sayang" Jawab Limario kemudian tersenyum melihat Jennie kembali berbaring diatas tempat tidur mereka.

"Masih sakit ya?" Tanya Limario sembari memijat perlahan punggung Jennie agar merasa lebih baik.

"Iya, rasanya keram banget" Jawab Jennie menahan sakit diperut serta punggungnya yang suka datang secara bersamaan.

"Gapapa, aku pijetin sampe pagi pun nggak masalah" Ujar Limario karna merasa kasihan dengan Jennie yang sering meringis kesakitan akibat perut serta punggungnya.

"Aku buatin susu mau?" Tawar Limario karna biasanya Jennie akan meminum susu hamilnya jika saat seperti ini.

"Boleh, tapi aku mau ikut" Ujar Jennie yang membuat Limario menganggukkan kepalanya tanda mengizinkan.

"Ayo" Ajak Limario berjalan sembari merangkul Jennie sedangkan Jennie berjalan dengan sesekali meringis.

"Aku nggak pernah tau kalau hamil bisa sesakit ini" Ujar Jennie yang membuat Limario tersenyum mendengar hal tersebut.

"Gapapa sayang, ini artinya Tuhan percaya kamu udah siap menjadi seorang ibu" Ujar Limario sembari mengusap perlahan bahu Jennie.

"Huft" Lagi dan lagi Jennie hanya bisa menghela nafasnya ketika merasa sedikit nyeri yang datang sesekali padanya.

"Tunggu disini ya, aku buatin dulu susunya" Ujar Limario mulai mengeluarkan gelas yang biasa Jennie gunakan untuk membuat susu.

"Mau rasa apa sayang?" Tanya Limario sembari menunduk untuk melihat kotak kemasan susu hamil milik Jennie.

"Vanilla aja sayang, aku lagi males buat rasa yang lain" Jawab Jennie yang membuat Limario langsung mengangguk dan mulai fokus membuat susu hamil untuk Jennie.

"Maaf ya sayang, karna aku beberapa hari ini kamu jadi susah tidur" Ujar Jennie merasa tak enak pada Limario.

"Gapapa dong sayang, kan udah tugas aku juga buat selalu jagain kamu" Ujar Limario tak pernah merasa keberatan sama sekali mengenai hal tersebut.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang