Jennie menatap kagum pemandangan melalui kamar tempatnya menginap, Jennie benar-benar merasa tenang dan nyaman kini berada di Hawaii.
"Suka?" Tanya Limario yang datang sembari memeluk tubuh Jennie dari belakang dan menempelkan dagunya pada bahu Jennie.
"Banget, rasanya kayak beban ilang semuanya" Jawab Jennie masih memperhatikan hamparan pantai yang ada didepan mereka.
"Mau ke pantai?" Tawar Limario yang membuat Jennie sontak menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Boleh, aku mau berenang juga. Boleh?" Tanya balik Jennie yang membuat Limario sontak menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"As you wish, princess" Jawab Limario yang membuat Jennie tersenyum mendengar hal tersebut.
"Mau jalan sekarang? Atau tunggu sebentar?" Tanya Limario memastikan bahwa Jennie tidak lelah selama perjalanan mereka.
"Bentar, lagi nyaman kayak gini" Jawab Jennie sembari mengusap tangan Limario yang ada diperutnya.
"Makasih ya" Ujar Jennie yang membuat Limario memilih diam dan mendengarkan apa yang akan Jennie katakan.
"Makasih udah wujudin apa yang aku mau, apa yang aku inginkan, bahkan kamu selalu nurutin atau ngeiyain apapaun yang aku mau" Sambung Jennie karna selama pernikahan mereka ini, Limario selalu saja menuruti apa yang Jennie inginkan.
"Itu udah tugas aku sayang, nggak perlu makasih juga" Jawab Limario sembari mencium pipi Jennie.
"Ya tapi aku mau ngucapin makasih aja. Kamu udah buat istilah marriage is scary tuh nggak ada" Ujar Jennie yang membuat Limario tersenyum mendengar ungkapan dari Jennie.
"Iya sayangku, sama-sama. Makasih juga udah mau milih aku buat jadi pendamping dihidupmu" Ujar Limario yang membuat Jennie memutar badannya hingga membuat pelukan mereka terlepas.
"Kenapa sih aku beruntung banget punya suami kayak kamu? Hm?" Tanya Jennie mengalungkan kedua tangannya pada leher Limario.
"Kenapa aku justru yang kepilih buat jadi pendamping wanita sebaik kamu?" Tanya balik Limario yang kemudian terkekeh karna Jennie menyentil hidungnya.
"Semoga anak-anak kita ngambil hidung ayahnya ya" Ujar Jennie yang membuat Limario tertawa pelan mendengarnya.
"Hidung kamu aja, lucu" Ujar Limario menarik pelan hidung Jennie, Jennie sontak mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
"Jangan muji kalau mau ngejatuhin deh" Balas Jennie yang membuat Limario tersenyum dan mencium bibir Jennie sekilas.
"I love you honey" Ujar Jennie sembari memeluk tubuh Limario, menenggelamkan tubuhnya sepenuhnya pada Limario.
"I love you too Nini" Jawab Limario sembari mengusap dengan perlahan punggung Jennie agar merasa nyaman berada didalam pelukannya.
"Ayo jalan, keburu terlalu gelap nanti" Ajak Limario yang membuat Jennie mengangguk dan melepaskan pelukannya dari Limario.
"Pake sunblock dulu sayang" Ujar Jennie sementara Limario hanya menyodorkan tangannya kearah Jennie.
"Dasar" Ujar Jennie tapi kemudian memakaikan sunblock agar kulit Limario tidak terpapar sinar matahari secara langsung.
"Dih" Ujar Limario ketika Jennie mencuri satu ciuman dibibirnya kemudian berlalu begitu saja untuk mengambil topi pantai yang dia punya.
"Kamu tau jalannya sayang?" Tanya Jennie karna Limario memutuskan untuk menyewa mobil agar mereka bisa bebas kemana saja.
"Aman sayang, kan sekarang ada maps" Jawab Limario memasuki mobil yang mereka sewa dengan Jennie yang mengikutinya.
"Seatbeltnya jangan lupa" Pesan Limario ketika mobil mulai menyala dan Limario mulai menjalankan mobil tersebut meninggalkan tempat penginapan mereka.
