Jennie tersenyum ketika baby Seong berteriak ingin ikut dengannya karna dia harus ke butik sebentar untuk mengecek pekerjaan.
"Bundanya pergi sebentar aja sayang" Ujar Tiffany yang kebetulan mampir untuk melihat baby Seong.
"Iya iya, bunda nggak jadi pergi" Ujar Jennie merasa kasihan juga kalau harus terpaksa meninggalkan baby Seong dengan Tiffany.
"Dia sering kayak gini?" Tanya Tiffany yang kini tersenyum melihat baby Seong yang memutuskan untuk bermain didekat Jennie.
"Baru mah, pas aku hamil kayaknya dia mulai manja banget" Jawab Jennie karna semenjak usia kandungannya menginjak usia 1 bulan, baby Seong menjadi sangat manja padanya juga Limario.
"Dia kadang bisa nangis berjam-jam kalau Lim ninggalin dia kerja" Cerita Jennie yang membuat Tiffany tersenyum mendengar hal tersebut.
"Jadi nanti kalian mau usg atau enggak?" Tanya Tiffany penasaran apakah mereka akan melakukan usg untuk bayi kedua mereka atau tidak.
"Usg mah, Jennie penasaran banget jenis kelaminnya apa" Jawab Jennie karna dia benar-benar mengharapkan anak perempuan meskipun dia harus siap mental karna pasti anaknya nanti akan lengket pada Limario.
"Udah siap nih kalau tiba-tiba anaknya perempuan?" Tanya Tiffany yang membuat Jennie tersenyum mendengar pertanyaan dari Tiffany karna Tiffany juga tau bagaimana susahnya Jennie menerima kenyataan bahwa dia akan memiliki anak perempuan.
"Sebenarnya belum siap sih mah, cuman penasaran aja gimana kalau aku sama Lim punya anak perempuan" Jawab Jennie yang membuat Tiffany tersenyum mendengar hal tersebut.
"Ayah pulang" Ujar Limario yang berjalan masuk dengan sebuah mainan mobil-mobilan yang bisa dinaiki oleh baby Seong.
"Lihat bang, ayah bawa apa" Ujar Limario menghampiri baby Seong, baby Seong sontak tersenyum dan bertepuk tangan dengan gembira.
"Kebiasaan" Gumam Jennie karna Limario terus menerus membelikan mainan untuk baby Seong.
"Gapapa, selagi masih bisa kalian beliin" Ujar Tiffany karna dia juga tak mempermasalahkan hal tersebut apalagi dapat melihat bagaimana Limario dan Jennie sangat menyayangi anak mereka.
"Bun" Panggil baby Seong ketika sudah berada diatas mobil-mobilan miliknya, Jennie sontak tersenyum melihat bagaimana tawa bahagia muncul di wajah baby Seong.
"Kalau gitu mama pamit dulu ya?" Ujar Tiffany sembari mengambil tasnya, Jennie sontak mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Mama nggak mau dianter sama Lim aja? Daripada naik taksi" Tawar Jennie sembari menyalim tangan Tiffany begitu juga dengan Limario.
"Iya mah, biar Lim anter aja" Ujar Limario ikut setuju dengan pendapat dari Jennie, Tiffany sontak mencium puncak kepala baby Seong.
"Ma puyang?" Tanya baby Seong yang membuat Tiffany menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Mama udah dijemput, mama pamit ya" Jawab Tiffany langsung pergi begitu saja sedangkan Jennie benar-benar merasa bingung dengan tingkah Tiffany.
"Mama belakangan ini aneh banget tau sayang" Cerita Jennie yang membuat Limario menoleh padanya.
"Perasaan kamu aja kali" Ujar Limario karna menurutnya pribadi, tak ada yang salah dengan tingkah Tiffany.
"Mungkin kali ya" Ujar Jennie memilih tak memikirkan hal tersebut dan fokus pada baby Seong.
"Bun, mbil" Ujar baby Seong bermaksud pamer pada Jennie, Jennie sontak tersenyum mendengar ucapan baby Seong.
"Kenapa sayang?" Tanya Limario bingung ketika baby Seong memilih turun dari mobil-mobilan miliknya.
