Limario tersenyum sembari membalas sapaan beberapa murid yang menyapanya ditahun ajaran baru kali ini. Tak banyak yang berubah, hanya Limario yang masih memendam rasa dengan Jennie.
"Woi" Sapa Jisoo merangkul pundak Limario kemudian tersenyum pada sahabatnya itu.
"Lama nggak muncul muka lo gitu-gitu aja ya" Ujar Jisoo sontak tertawa karna Limario menatapnya dengan datar.
"Gimana kak Cuwi? Aman nggak?" Tanya Jisoo menanyakan kedekatan antara Limario dengan kakak kelas mereka itu.
"Udah, nggak usah dibahas" Jawab Limario karna dirinya dengan Tzuyu benar-benar memutuskan hanya berteman, apalagi Tzuyu telah pindah dan kuliah di negara asalnya.
"Iya, nggak nyangka banget tadi Jennie ditembak sama kak Kai" Ujar salah satu siswi yang melewati mereka, keduanya sontak terdiam dan saling pandang.
"Ayo" Ajak Jisoo menarik tangan Limario untuk melihat banyaknya kerumunan di area sekitar lapangan.
"Rene" Panggil Jisoo ketika melihat Seulgi dan Irene, keduanya sontak menoleh dan menghela nafas secara bersamaan.
"Dia nerima Lim" Ujar Seulgi sedangkan Limario hanya tersenyum saja, Limario menghela nafasnya sejenak.
"Gue ke kelas duluan, ada piket soalnya" Ujar Limario berlalu kearah kelasnya meninggalkan Seulgi, Irene dan juga Jisoo.
"Kasihan tuh maskot Thailand" Ujar Jisoo memandang punggung Limario yang menjauh kearah kelas mereka.
"Dia nggak ada cerita apa-apa emangnya Ren?" Tanya Jisoo penasaran kenapa Jennie tiba-tiba ditembak oleh Kai.
"Enggak ada, gue sama Seulgi aja kaget" Jawab Irene memutuskan untuk kembali ke kelas bersama dengan Seulgi dan juga Jisoo.
"Udahlah, mungkin emang bukan jodohnya" Ujar Seulgi yang membuat Jisoo menghela nafasnya dengan sejenak.
"Gue cuman kasihan aja sama Lim, bayangin aja dia mendem perasaannya sendiri dari kelas 1 sampe sekarang" Ujar Jisoo yang mendapat anggukan setuju dari Irene.
"Bentar deh, itu bukannya Krystal ya?" Tanya Irene menghentikan langkah Jisoo dan Seulgi ketika melihat Krystal sedang duduk bersama dengan Limario didepan kelas.
"Ngapain tuh anak? Ubah haluan nih ceritanya?" Tanya Jisoo ketika melihat Krystal menepuk-nepuk punggung Limario.
"Bagus deh, gue bersyukur malah" Ujar Irene kemudian berjalan kearah Limario dan juga Krystal.
"Ngapain mak lampir?" Tanya Jisoo pada Krystal, Krystal sontak mendelik kesal kearah Jisoo.
"Gue cincang lo, diem deh" Ujar Krystal kesal dengan panggilan yang diberikan Jisoo padanya.
"Nanya doang, sensi amat lo" Balas Jisoo tak mau kalah sedangkan Krystal memilih diam tak meladeni Jisoo.
"Kenapa Lim?" Tanya Seulgi khawatir jika Limario galau atau semacamnya, Limario sontak mendongkak.
"Keselek permen gue" Jawab Limario dengan botol air mineral ditangannya.
"Thankyou ya Krystal" Ujar Limario karna tadi Krystal yang menolongnya dengan memberi air serta menepuk-nepuk punggungnya.
"Iya, sama-sama. Gue duluan" Ujar Krystal tapi sebelum melewati Seulgi, Krystal sempat-sempatnya mencolek dagu Seulgi yang membuat Irene mendelik padanya.
"Lempar aja nggak sih nyai? Gue mah seneng" Ujar Jisoo sementara Irene menghela nafasnya sejenak.
"Lo beneran gapapa Lim?" Tanya Irene pada Limario yang sedang meminum air mineral miliknya.
