HWD Seulgi & Irene

1.3K 134 1
                                        

Limario memperhatikan Jennie yang sedang fokus merias dirinya sendiri, Limario memperhatikan kamar Jennie sebentar kemudian fokus lagi pada Jennie.

"Belum sayang?" Tanya Limario yang membuat Jennie menoleh kearah Limario kemudian menggelengkan kepalanya tanda make-upnya belum selesai.

"Tenang saja honey, yang lain juga belum pada dateng" Ujar Jennie kembali fokus pada make-upnya sementara Limario hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah.

"Tolong hubungin Solar dan tanyain dia dimana" Ujar Jennie yang membuat Limario mengangguk dan mulai menghubungi Solar menggunakan ponsel Jennie.

"Mereka udah mau jalan katanya" Ujar Limario setelah mendapat balasan dari Solar yang mengatakan bahwa mereka sudah akan jalan menuju ke tempat pernikahan Seulgi dan juga Irene.

"Oh, oke. Dikit lagi ini" Ujar Jennie sedangkan Limario menghela nafasnya karna sejak tadi Jennie selalu mengatakan sebentar lagi tapi sampai sekarang belum selesai.

"Nini, papa berangkat duluan ya" Ujar Siwon yang berdiri didepan pintu kamar Jennie yang terbuka karna ada Limario didalamnya.

"Oke, hati-hati pah" Ujar Jennie yang masih fokus pada make-upnya sedangkan Siwon menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jennie.

"Semangat ya Lim, papa jalan dulu" Ujar Siwon terkekeh melihat raut wajah Limario yang sepertinya sudah mulai bosan.

"Hati-hati pah" Ujar Limario sebelum Siwon benar-benar berlalu karna Siwon harus mampir ke rumah sakit terlebih dahulu setelah itu baru ke nikahan Seulgi dan juga Irene.

"Gimana sayang? Cantik nggak?" Tanya Jennie setelah selesai make-upnya, Limario sontak tersenyum dan entah kenapa semua rasa lelahnya langsung lenyap begitu saja.

"Cantik banget" Jawab Limario yang membuat Jennie tersenyum puas mendengar jawaban dari Limario.

"Yaudah, ayo" Ajak Jennie merapikan dandanannya sekali lagi kemudian berjalan bersama dengan Limario.

"Kadonya mana sayang?" Tanya Limario yang membuat Jennie hampir melupakan kado yang mereka beli kemarin.

"Untung kamu ingetin" Ujar Jennie mengambil paper bag yang kemarin mereka berdua beli untuk Seulgi dan juga Irene.

"Pelan-pelan turunnya" Ujar Limario ketika Jennie hendak menuruni tangga, Jennie sontak mengangguk dan berpegangan pada pegangan tangga karna Limario harus membawa paper bag serta jasnya.

"Iya halo, napa Joy?" Tanya Jennie sembari memasuki mobil Limario setelah Limario membukakan pintu untuknya.

"Lo kemana anjir? Lama banget" Tanya Joy dari seberang telfon, Limario sontak memasangkan seatbelt untuk Jennie karna Jennie benar-benar fokus menelfon.

"Iya, ini mau jalan toa. Sabar" Ujar Jennie kesal karna Joy terus menerus memarahinya yang terlambat datang.

"Kenapa?" Tanya Limario setelah Jennie mematikan telfonnya dengan Joy, Jennie sontak menghela nafasnya sejenak.

"Biasa, si toa marah-marah" Jawab Jennie sedangkan Limario menggelengkan kepalanya mendengar panggilan Jennie untuk Joy.

"Aku langsung ke Irene ya? Kamu temenin si Egi juga tuh" Ujar Jennie ketika mereka sudah sampai digedung tempat pernikahan Seulgi dan juga Irene.

"Yaudah, salam buat yang lainnya" Ujar Limario berlalu kearah kamar yang ditempati Seulgi sedangkan Jennie berlalu kearah kamar yang ditempati oleh Irene.

"Tuh, cabe dateng" Ujar Joy ketika melihat pintu kamar yang ditempati oleh Irene terbuka dan menampakkan Jennie yang tersenyum malu pada yang lainnya.

"Darimana deh Jen?" Tanya Solar ketika Jennie berlalu duduk didekat Solar, Jennie menghela nafasnya dengan malas ketika Joy menye-menyein dia.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang