Joy tersenyum ketika datang ke butik Jennie karna dia hendak mencari beberapa baju untuk datang ke acara keluarganya.
"Cie, bumil" Sapa Joy ketika melihat Jennie sedang melihat beberapa pakaian yang terpajang.
"Eh, Joy" Kaget Jennie memilih memeluk Joy sebentar dan Joy hanya bisa membalas pelukan Jennie.
"Sendirian aja? Baby William mana?" Tanya Jennie yang membuat Joy menganggukkan kepalanya.
"William bareng sama mertua gue, kebetulan mereka kesini dan nyuruh gue buat healing bentar" Jawab Joy karna kedua orang tua Wendy tau jika pasti Joy bosan jika harus mengurus baby William terus, makanya mereka menyuruh Joy untuk berjalan-jalan sedikit.
"Gapapa tuh ditinggal?" Tanya Jennie mengingat jika anak Joy satu itu sangat dekat dengan Joy.
"Gapapa kok, aman aja" Jawab Joy karna kedua orang tua Wendy sering menyempatkan waktu bertemu dengan baby William, itulah kenapa Joy merasa aman-aman saja jika meninggalkan baby William pada mereka.
"William umurnya udah berapa sih?" Tanya Jennie penasaran dengan usia baby William.
"Baru aja 5 bulan Jen" Jawab Joy setelah mengingat sekarang anaknya telah memasuki bulan keberapa.
"Udah tambah gede, baby Karin juga udah 8 bulan kan" Ujar Jennie yang membuat Joy mengangguk.
"Iya, nggak kerasa aja" Ujar Joy mengingat kemarin dia sama Irene hampir saja hamil bersamaan hanya beda 3 bulan saja.
"Habis ini jalan yuk Jen, ngumpul gitu" Ajak Joy yang membuat Jennie nampak berpikir sebentar.
"Bumil juga healing kali, lo nggak capek apa kerja mulu" Ujar Joy mengomeli Jennie yang terlalu fokus pada pekerjaannya.
"Boleh deh, ajak juga sama yang lain" Ujar Jennie yang membuat Joy mengangguk dan mulai menghubungi yang lainnya.
"Kata si bensin, kita ke coffe shop dia aja. Mumpung dia lagi ada disana" Ujar Joy setelah mendapat balasan dari teman-temannya yang lain.
"Yang lain bisa?" Tanya Jennie sembari mencatat apa saja yang kurang dari barang-barang yang ada dibutiknya.
"Bisa, Rose katanya udah kelar shooting. Terus si Rene bisa, tapi dia bawa Karina" Jawab Joy membacakan pesan dari teman-teman mereka yang lain.
"Oke deh, gue taruh ini dulu sekalian ngambil tas" Ujar Jennie berlalu untuk menaruh ipad serta mengambil tasnya.
"Nanti kalau udah waktunya istirahat, butiknya ditutup dulu aja ya? Setelah itu, kalian boleh istirahat" Pesan Jennie pada sang pegawai sementara Joy sedang membayar belanjaannya.
"Baik bu" Jawab sang pegawai yang membuat Jennie mengangguk kemudian berjalan bersama dengan Joy menuju kearah mobil milik Joy karna mereka memilih berangkat bersama.
"Bisa pas gini datengnya" Ujar Jennie ketika melihat Irene yang baru saja sampai dengan menggendong baby Karina.
"Halo baby Karin" Sapa Joy ketika berjalan kearah Irene, baby Karina menoleh ketika ada yang memanggil namanya.
"Makin cantik aja nih" Ujar Jennie memuji baby Karina yang sekarang sudah semakin besar seiring dengan umurnya yang bertambah.
"Mau gendong Jen?" Tawar Irene yang membuat Jennie langsung menganggukkan kepalanya.
"Sama tante Jennie ya?" Tanya Jennie mengambil baby Karina dari Irene, baby Karina sontak mengerutkan keningnya ketika Irene berjalan bersama dengan Joy.
"Na?" Tanya baby Karina pada Jennie, Jennie sontak tersenyum merespon panggilan baby Karina pada Irene.
"Iya, bunanya nggak pergi kok" Jawab Jennie seolah tau apa yang baby Karina tanyakan padanya.
