Limario terbangun dari tidurnya ketika mendengar bunyi grasak grusuk dari samping tempat tidurnya, Limario menyipitkan matanya dan melihat Jennie tengah memainkan ponselnya.
"Bunda ngapain jam segini?" Tanya Limario dengan suara parau sembari memeluk perut Jennie yang sudah mulai mengembung.
"Bunda laper, pengen makan yah" Jawab Jennie yang membuat Limario mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Perasaan tadi pas makan malam bunda sampe nambah 5 kali, masih laper lagi?" Tanya Limario yang membuat Jennie menghela nafasnya dengan malas.
"Itukan tadi yah, sekarang beda lagi. Lambung bunda minta diisi" Jawab Jennie sembari fokus pada ponselnya dengan sesekali mengusap lembut kepala Limario.
"Bunda pengen Heringsalat deh" Ujar Jennie yang membuat Limario menghela nafasnya mendengar apa yang diinginkan oleh Jennie.
"Itu apa bun? Ayah nggak tau" Jawab Limario karna dia sama sekali tidak tau apa yang Jennie inginkan sekarang.
"Ini makanan khas sini yah, bunda pengen nyoba" Ujar Jennie yang membuat Limario menghela nafasnya sejenak kemudian membuka matanya dan berusaha mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu.
"Minum bun" Ujar Limario yang membuat Jennie langsung mengambilkan air mineral agar Limario dapat minum terlebih dahulu.
"Mau ayah cari sendiri atau bunda juga ikut?" Tanya Limario setelah meminum habis air mineral yang Jennie ambil untuknya.
"Bunda mau ikut, pengen jalan-jalan juga" Jawab Jennie karna Jennie terbilang cukup jarang berjalan-jalan bersama Limario karna Jennie lebih menyukai suasana rumahnya.
"Yaudah, pake jaketnya ya" Ujar Limario turun dari ranjang untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu agar lebih segar dan tidak lagi mengantuk.
"Jaketnya yah" Ujar Jennie memberikan Limario jaket juga agar tidak kedinginan, Limario sontak tersenyum dan mengusap lembut puncak kepala Jennie.
"Udah siap?" Tanya Limario ketika Jennie sudah siap dengan jaketnya, Jennie sontak menganggukkan kepalanya dengan lucu.
"Kalau kayak gini aja persis banget si kakak" Ujar Limario yang membuat Jennie tersenyum dengan menampilkan gummy smilenya.
"Ayo" Ajak Limario langsung merangkul pinggang Jennie sementara Jennie langsung mengamit lengan Limario.
"Jangan kelamaan ya? Udah jam segini, takut entar anak-anak bangun dan nyariin kita berdua" Ujar Limario ketika mereka sudah berada didalam mobil untuk segera berangkat mencari makanan yang Jennie inginkan.
"Bunda ngeliat anak-anak yang lain dah pada gede-gede, nggak berasa banget" Cerita Jennie dengan tangan masih bertaut dengan tangan Limario.
"Oh ya? Ayah jarang lihat, ngabarin Seulgi sama yang lain aja jarang" Jawab Limario karna dia benar-benar sibuk agar urusannya cepat selesai dan mereka bisa kembali ke rumah.
"Iya, bunda kemaren video call sama mereka cuman ya itu si kakak nggak mau disorot" Ujar Jennie mengingat baby Ella yang malah kabur dan menutup pintu kamarnya karna tak mau berkenalan dengan anak-anak Irene juga yang lainnya.
"Udah lama juga kita nggak pulang, mungkin kakak jadi canggung sama mereka" Ujar Limario fokus mengendarai mobilnya dengan sesekali menciumi tangan Jennie.
"Bentar lagi urusan ayah selesai, kemungkinan sebelum adek lahir" Ujar Limario yang membuat Jennie merasa sedikit tenang.
"Syukur deh, biar semuanya bisa lihat si adek" Ujar Jennie yang membuat Limario mengangguk kemudian membelokkan mobilnya ke sebuah restoran yang kebetulan masih buka.
