Limario dan Jennie kini sedang dilanda kebingungan karna sejak tadi sore hingga tengah malam begini, baby Seong terus menerus menangis bahkan suhu badannya juga sedikit tinggi.
"Gimana ini sayang? Demamnya si dedek nggak turun-turun?" Tanya Jennie merasa sangat khawatir sembari menggendong baby Seong.
"Tenang ya, demamnya pasti turun kok" Ujar Limario sejak tadi hanya bisa menenangkan Jennie yang panik melihat anaknya tiba-tiba saja sakit.
"Sini, biar aku aja yang gendong" Ujar Limario mengambil alih baby Seong dan berusaha menenangkannya, sedangkan Jennie sejak tadi mencari keberadaan kompresan untuk bayi.
"Mana sih" Kesal Jennie karna daritadi dia terus mencari tapi tak kunjung ketemu, Limario hanya bisa menghela nafasnya dan berusaha tetap tenang.
"Sini, pake ini dulu" Ujar Jennie akhirnya menemukan kompresan untuk bayi dan berusaha meletakkan didahi baby Seong.
"Pake ini dulu sayang, biar demamnya turun" Ujar Jennie berusaha memaikan kompresan tersebut, tapi baby Seong selalu menghindar.
"Sini, biar aku aja yang pakein" Ujar Limario mengambil alih kompresan tersebut dan mendudukan baby Seong di box miliknya.
"Pake dulu ya sayang" Ujar Limario membujuk secara perlahan dan memakaikannya pada dahi baby Seong.
"Hey, dengerin aku. Kalau kamu panik dan terburu-buru, baby Seong jadi takut sama kamu. Jadi coba tenangin diri kamu dulu, aku keluar biar baby Seong bisa tidur" Ujar Limario sembari membawa baby Seong keluar dari kamar mereka agar Jennie bisa lebih tenang.
"Huft, aku cuman takut dia kenapa-napa" Gumam Jennie baru sadar jika dia terkesan membentak baby Seong tadi.
"Halo mom" Sapa Jennie ketika melihat ponsel Limario berbunyi dan menampakkan nama Yoona disana.
"Masih demam baby Seong?" Tanya Yoona yang berada diujung sambungan telfon karna tadi Limario mengirimkan pesan padanya.
"Iya mom, masih demam dari sore tadi" Jawab Jennie yang membuat Yoona menghela nafasnya sejenak karna tau pasti Limario dan Jennie merasa takut.
"Gapapa sayang, umur baby Seong udah 6 bulan kan? Ada kemungkinan demamnya karna giginya mau tumbuh" Jelas Yoona yang tadi ikut memikirkan kenapa cucunya tiba-tiba saja demam.
"Gitu ya mom?" Tanya Jennie baru sadar juga ketika mengingat dulu Irene juga sama paniknya dengan dirinya karna baby Karina tiba-tiba demam.
"Kemungkinannya seperti itu sayang, itu nggak lama kok. Paling 2 atau 3 hari pasti udah nggak demam, coba kamu berusaha tenangin dulu aja ya? Kalian juga nggak usah panik, itu hal wajar untuk anak kecil" Jawab Yoona yang membuat Jennie menghela nafasnya dengan lega.
"Makasih ya mom, maaf udah ngerepotin karna ngehubungin malem-malem gini" Ujar Jennie sebenarnya merasa tak enak pada Yoona, tapi dia juga bingung harus menghubungi siapa.
"Iya sayang, gapapa. Kan baby Seong juga cucunya mommy" Jawab Yoona yang tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.
"Yaudah mom, Jennie matiin ya? Selamat istirahat" Ujar Jennie yang membuat Yoona membalas ucapan Jennie kemudian telfonnya dimatikan.
"Tidur?" Tanya Jennie ketika melihat Limario sedang berada diruang tengah sembari mengayunkan baby Seong.
"Iya, kayaknya dia capek nangis juga" Jawab Limario dengan cara berbisik sembari masih terus mengayunkan tubuh baby Seong.
"Kayaknya giginya mau tumbuh" Ujar Jennie setelah mendapat jawaban dari Yoona mengenai kondisi baby Seong.
"Pantesan dia kayak ngerasa terganggu sama mulutnya sendiri" Ujar Limario yang tadi sempat memperhatikan baby Seong seperti memakan sesuatu tapi tidak ada apa-apa dimulutnya.
