Abang Seong?

1.3K 138 2
                                        

Jennie memegang kepalanya yang terasa pening beberapa hari ini, Jennie menghela nafasnya beberapa kali karna tak fokus bekerja.

"Sus" Panggil Jennie yang membuat suster yang bertugas menjaga baby Seong langsung menoleh pada Jennie.

"Ayo pulang, saya nggak enak badan" Ajak Jennie mengambil barang-barangnya, sedangkan sang suster juga mengambil tas khusus perlengkapan baby Seong.

"Biar saya yang gendong" Ujar Jennie menggendong baby Seong yang menatap Jennie dengan bingung.

"Kita pulang ya sayang, bunda nggak enak badan" Ujar Jennie seolah tau kenapa anaknya menatapnya.

"Saya pulang duluan ya, lagi nggak enak badan soalnya. Nanti kalau udah jam tutup, langsung tutup saja" Pesan Jennie pada para pegawainya.

"Langsung dimandiin sama tidurin ya sus" Pesan Jennie setelah mereka sampai dirumah, sang suster langsung mengambil alih baby Seong.

"Bu?" Tanya baby Seong bingung karna dia harus ikut bersama dengan susternya, Jennie hanya bisa tersenyum sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit.

"Padahal akhir-akhir ini nggak banyak kegiatan karna ada suster, kenapa jadi capek gini ya?" Tanya Jennie pada dirinya sendiri sembari memijat kepalanya yang masih terasa sakit.

"Ugh" Jennie menutup mulutnya sendiri ketika merasa mual, Jennie sontak berlari kearah kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.

"Kenapa sih ini ya Tuhan, masuk angin apa gimana sih" Gumam Jennie karna merasa benar-benar tak enak badan.

"Bentar deh, ini tanggal berapa sih?" Tanya Jennie pada dirinya sendiri, Jennie langsung mengecek ponselnya kemudian menghitung tanggal kapan terakhir dia datang bulan.

"Telat?" Gumam Jennie kemudian Jennie menutup mulutnya seolah tak percaya, Jennie segera berlalu kearah kamar mandi mencari sisa testpack yang pernah dia beli.

"Semoga" Doa Jennie menutup matanya kemudian menarik nafasnya sejenak agar bisa tenang melihat hasil apapun pada testpack tersebut.

"Astaga" Kaget Jennie ketika melihat hasil testpack tersebut menunjukkan dua garis, Jennie sontak meneteskan air mata karna akhirnya dia hamil lagi.

"Welcome sayang, maaf ya bunda nggak tau kalau dedek ada didalam sana" Ujar Jennie sembari mengusap perutnya dengan sangat pelan.

"Halo sayang" Sapa Jennie dengan riang berbicara dengan Limario melalui sambungan video call.

"Halo sayang, kamu dimana?" Tanya Limario karna tadi dia sempat mampir ke butik tapi para pegawai Jennie mengatakan bahwa Jennie sudah pulang lebih dulu.

"Aku dirumah, lagi nggak enak badan" Jawab Jennie yang membuat Limario sontak merasa khwatir pada Jennie.

"No problem honey, i am okay" Ujar Jennie tersenyum melihat wajah Limario yang terlihat panik.

"Aku selesaiin ini dulu, setelah itu aku bakalan pulang" Ujar Limario yang membuat Jennie menganggukkan kepalanya.

"Nggak perlu buru-buru juga sayang, aku beneran nggak kenapa-napa kok" Ujar Jennie berusaha membuat Limario tenang.

"Tetep aja, aku bakal cepet selesaiin ini" Ujar Limario yang membuat Jennie tersenyum mendengar keyakinan Limario.

"Alright, aku bakalan tunggu sambil nyiapin makan malam" Ujar Jennie yang membuat Limario mengangguk.

"Jangan capek-capek ya, see you at home sayang" Ujar Limario melambaikan tangannya agar dia bisa segera menyelesaikan beberapa pekerjaannya.

"Okay honey, see you soon. I love you" Ujar Jennie kemudian tersenyum ketika mendengar balasan rasa sayang dari Limario.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang