Kok Bisa?

1.2K 131 5
                                        

Jennie tersenyum melihat Limario yang masih tidur, Jennie kemudian mengusap pelan pipi Limario untuk membangunnya.

"Sayang, bangun yuk" Ujar Jennie masih setia mengusap perlahan pipi Limario yang masih setia dengan mimpinya.

"Hey, katanya ada meeting pagi ini" Ujar Jennie yang kemudian tersenyum melihat perlahan kedua mata Limario terbuka.

"Morning honey" Sapa Jennie sembari mencium kening Limario, Limario sontak tersenyum ketika melihat Jennie sudah ada didepannya.

"Aku udah buatin nasi goreng sama bekal buat kamu" Ujar Jennie ketika Limario sedang mengumpulkan nyawanya sebentar.

"Makasih sayang" Ujar Limario ketika Jennie memberikan segelas air mineral padanya, Limario sontak memberikan sisanya pada Jennie.

"Cuci muka dulu sama sikat gigi, aku tunggu dibawah" Ujar Jennie mencium pipi Limario kemudian berlalu untuk turun ke ruang makan.

"Dasar" Ujar Jennie ketika Limario yang baru saja cuci muka dan menyikat gigi datang dan langsung mencium pipinya.

"Morning sayang" Sapa Limario meraih dagu Jennie dan mencium bibirnya sedangkan Jennie hanya bisa membalas ciuman dari Limario.

"Udah ah, ayo sarapan" Ujar Jennie menghentikan ciuman mereka dan duduk bersama untuk sarapan bersama.

"Mba sama yang lain udah pada sarapan?" Tanya Limario karna semenjak pindah rumah, mereka akhirnya memiliki 3 art, 2 satpam dan juga 2 supir pribadi.

"Udah, tadi aku masak agak banyak biar mereka juga bisa sarapan" Jawab Jennie yang membuat Limario mengangguk tanda mengerti.

"Hari ini aku ada meeting sama Irene terus janjian ketemuan sama Joy" Ujar Jennie menjelaskan apa rangkaian pekerjaannya hari ini.

"Alright, biar aku entar anter. Pas mau pergi, minta salah satu supir buat yang nganterin" Ujar Limario yang membuat Jennie menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Bekalnya jangan lupa dimakan, udah aku bawain sama buah mangga juga" Ujar Jennie menunjuk kotak bekal yang sudah dia sediakan tadi pagi.

"Doa dulu sayang" Peringat Jennie ketika Limario hendak menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.

"Lupa, hehe" Ujar Limario mulai berdoa bersama dengan Jennie sebelum mereka menyantap sarapan mereka pagi ini.

"Aku ke kamar duluan ya sayang" Ujar Limario mencium puncak kepala Jennie setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka.

"Oke, baju kamu udah aku siapin. Jangan bongkar lemari lagi" Peringat Jennie yang membuat Limario sontak mengangguk dan berlalu untuk bersiap ke kantor.

"Udah pada sarapan kan mba?" Tanya Jennie ketika dua orang art datang membantunya untuk membereskan meja makan.

"Sudah bu, baru aja selesai" Jawab mba Inem, salah satu asisten rumah tangga kepercayaan mereka karna mba Inem adalah rekomendasi dari Yoona langsung.

"Sayang" Panggil Jennie yang telah selesai membereskan meja makan juga memberitahu sedikit para art tentang pekerjaan mereka.

"Iya" Jawab Limario yang baru saja keluar dari arah kamar ganti lengkap dengan kemeja kantornya.

"Sini, aku bantuin" Ujar Jennie ketika melihat Limario nampak sedikit kesusahan dengan dasinya.

"Makasih ya sayang" Ujar Limario tersenyum senang ketika melihat dasinya telah rapi, Limario sontak mencium kening Jennie.

"Aku belum mandi loh sayang, masih bau" Ujar Jennie karna dia belum mandi apalagi bersiap sejak tadi.

"Terus kenapa? Wangi gini kok" Jawab Limario sembari tersenyum pada Jennie, Limario sontak merapikan rambut Jennie.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang