Persiapan

435 85 1
                                    

Jennie tersenyum melihat kini tangan kirinya tidak lagi kosong, melainkan ada sebuah cincin yang melingkar pas di jari manisnya.

"Senyum-senyum mulu lu, entar disangka gila" Ujar Joy yang sedang melihat-lihat gaun pernikahan yang sudah dirancang oleh Jennie.

"Lo sama Wendy beneran mau nikah?" Tanya Jennie penasaran dengan keinginan tiba-tiba dari Joy.

"Iya, habis lo berdua" Jawab Joy masih fokus melihat-lihat beberapa gaun pernikahan yang di design oleh Jennie.

"Kok tiba-tiba banget?" Tanya Jennie heran karna setaunya, Joy masih enggan untuk menikah karna alasan ingin menikmati masa mudanya apalagi Joy sering mengejek Irene dan Solar yang terkesan buru-buru untuk menikah.

"Ya, no reason. Gue cuman mikir kalau terlalu lama juga kasihan Wendynya" Jawab Joy karna setelah dia pikir-pikir, Wendy sudah mengajaknya menikah beberapa kali dan jika suatu saat nanti Wendy lelah mengajaknya, mungkin saja Wendy akan meninggalkannya.

"Kirain lo hamil duluan" Ujar Jennie yang membuat Joy membulatkan matanya mendengar hal tersebut.

"Heh cabe, meskipun gue sama Wendy udah sering ciuman. Kita belum pernah ya sampe kepikiran punya anak duluan" Balas Joy merasa kesal dengan tuduhan Jennie yang tiba-tiba.

"Ya siapa tau, kali ini aja karna nggak pengen Wendy cepet sadar punya cewek kayak lu" Ujar Jennie yang membuat Joy menghela nafasnya dengan malas.

"Bodoamat deh, tanya sono sama rumput yang bergoyang" Ujar Joy memilih mengidahkan Jennie dan fokus melihat design gaun untuknya nanti.

"Lo udah ada design buat gaun nikahan lo entar?" Tanya Joy penasaran bagaimana persiapan pernikahan Limario dengan Jennie.

"Udah dong, tapi designnya nggak gue pajang disitu biar jadi one and only" Jawab Jennie yang membuat Joy memutar bola matanya dengan malas.

"Gue ambil ini deh Jen" Ujar Joy menunjuk sebuah design yang baru saja Jennie selesaikan beberapa hari yang lalu.

"Pinter juga mata lo, ini gue baru kelar design. Jadi belum ada yang mesen" Ujar Jennie yang membuat Joy mengangguk tanda mengerti.

"Berapa?" Tanya Joy yang membuat Jennie berpikir sebentar, Joy menghela nafasnya karna pasti Jennie akan memberikan harga yang murah untuknya.

"Nggak usah mikirin harga temen, nggak ada ya harga temen harga temen" Ujar Joy karna Solar juga hampir saja diberikan harga teman oleh Jennie, tapi tentu saja Solar menolaknya.

"Yaudah deh, harga biasa aja" Ujar Jennie sembari menerima kartu kredit milik Joy, Joy hanya bisa menggeleng saja melihat tingkah Jennie.

"Jangan kebiasaan harga temen lo, entar dimanfaatin orang" Ujar Joy setelah menerima bukti pembayarannya dengan Jennie.

"Nggak juga sih, temen gue cuman kalian doang" Balas Jennie yang membuat Joy menatapnya dengan malas.

"Ke mall yuk Jen, bosen gue. Wendy lagi sibuk banget soalnya" Ajak Joy yang membuat Jennie nampak berpikir sebentar.

"Boleh, ayo" Ajak balik Jennie yang membuat Joy mengangguk dan mengambil tasnya begitu juga dengan Jennie.

"Gue izin dulu sama Lim ya" Ujar Jennie mengeluarkan ponselnya untuk meminta izin pada sang calon.

"Irene sama Seulgi jadi bulan madu?" Tanya Jennie penasaran dengan Seulgi dan juga Irene yang sempat izin melalui group chat milik mereka.

"Jadi, mereka ke Hawai. Nenangin Irene juga terkait masalah yang kemarin itu loh" Jawab Joy sembari memasuki mobilnya diikuti oleh Jennie.

Our StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang