Happy reading guys!
__________________________________________________
Bunyi bel sekolah berbunyi menandakan waktu pelajaran sekolah habis. Siswa maupun siswi berpusu-pusu meninggalkan kelas menuju gerbang sekolah agar segera pulang ke rumah masing-masing.
Tidak terkecuali keenam saudara Halilintar. Kelihatan mereka sedang menanti ayah mereka akan datang seperti biasa untuk menjemput mereka pulang.
"Kalian ada lihat kak Hali, gak? Dari tadi gue cariin tapi gak ketemu," kata Taufan. Netra saphirenya menyisir sekitar sekolah.
"Sama kak, Gem juga langsung gak lihat kak Hali sejak rehat tadi."
Blaze yang berada di depan kakak ketiganya menghela nafas lesu, "Padahal gue mau ikut pulang dengan kak Hali, kesian juga gue lihat kak Hali sendirian terus."
"Iya." Setuju mereka.
"Tapi ayah sudah melarang kita untuk gak dekat-dekat sama kak Hali apalagi pulang bersamanya," kata Solar.
"Thorn mau ikut kak Hali pulang juga," kata Thorn yang berada di sebelah Solar dengan nada lirih.
"Kalau ayah tau pasti kak Hali yang kena imbasnya kak Thorn."
"Kalau kalian gak mau gue sama blaze aja yang pulang sama kak Hali," kata Taufan.
"Thorn mau ikut juga."
"Gue juga," sahut Gempa.
Mereka berempat pun menatap ke arah Solar dan begitu juga Ice yang dari tadi diam tanpa ikut berbicara sama mereka dan malah lebih memilih menyimak pembicaraan saudaranya itu.
"Kalian berdua ikut gak ni?"
"Gue malas jalan kaki sebenarnya tapi gapapa sih, gue ikut kalian aja, tapi kita singgah di kedai aiskrim nanti," ucap Ice.
"Sipp, sekalian beli bakso dekat sebelah kedai aiskrim nanti," kata Taufan.
"Tapi, kalau ayah marah sama kita apalagi kak Hali bagaimana?" soal Solar.
"Kalau kak Hali kena marah oleh ayah, kita tolong," kata Taufan.
"Iya, jangan bagi ayah marah apalagi mukul kak Hali," tambah Gempa.
Kini mereka semua menatap Solar. Solar yang dilihat hanya mengangguk ragu. Melihat itu mereka pun akhirnya sepakat untuk pulang bersama kakak sulung mereka.
Dari kejauhan kelihatan Halilintar berjalan menuju ke gerbang sekolah. Melihat itu, Taufan, Gempa, Blaze, Ice, Thorn dan Solar saling berpandangan lalu mengangguk bersamaan, segera mereka mengejar kakak mereka yang sudah jauh dari mereka.
"Kak Hali!" panggil mereka.
Mendengar suaranya dipanggil, Halilintar langsung menoleh ke belakang dan terkejut kerana saudaranya semua pada berlari ke arahnya dengan senyuman khas mereka.
"Kenapa kalian mengikutiku, bukan ayah sudah melarangnya? pasti ayah marah kalau lihat kalian pulang denganku nanti, ush patah balik sana nanti ayah akan tercari-cari kalian," usir Halilintar.
"Tapi kak Hali, kami tidak mau kau pulang sendirian lagi apalagi kakak tengah sakit," kata Gemoa sambil menunjuk luka lebam yang terlihat di lengan atas Halilintar karena tersingkap sedikit.
"Iya kak, kami bisa tolong jika kau butuh bantuan," kata Taufan.
"Boleh yaa Kak~" rayu Thorn besertakan puppy eyes. Dia berharap kakak sulungnya itu setuju.
"Tapi.."
"Gak perlu risau kak, kami baik-baik saja jika harus berjalan kaki," ucap Blaze.
"Gue gak tuh," kata Ice di sebelah Blaze.
ANDA SEDANG MEMBACA
SISA HUJAN LUKA [end]
FanfictionCtass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dala...
![SISA HUJAN LUKA [end]](https://img.wattpad.com/cover/379880814-64-k984467.jpg)